SELAMAT DATANG DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KE 7 SDA HUA AN BANDUNG.jL PADJAJARAN NO 189 LANUD HUSEN SASTRA NEGARA BANDUNG

Rabu, 27 Juni 2012

nubuatan tentang Tirus

MEMBONGKAR FAKTA : TIRUS, SALAH SATU NUBUATAN MENAKJUBKAN YANG TELAH DIGENAPI

MEMBONGKAR FAKTA : TIRUS, SALAH SATU NUBUATAN MENAKJUBKAN YANG TELAH DIGENAPI
Salah satu Nubuatan yang paling menarik yang telah digenapi adalah Tirus. Dalam nubuatan Tentang Tirus, Injil menunjukan 28 tanda yang spesifik Tentang Tirus. Detail yang dikatakan Tuhan dalam injil sangat Spesifik, Hanya bisa dilakukan oleh mereka yang diberi pengetahuan tentang masa depan. Dan yang menakjubkan lagi adalah, kita yang di Zaman sekarang masih dapat mencari bukti ini dan menemukan, betapa Perkataan Allah benar adanya.
Mari Kita Lihat Nubuatan Allah tentang kota Tirus dalam Yeh 26:1-14:
Yehezkiel 26:1-14
26:1Pada tahun kesebelas, dalam bulan yang tertentu, pada tanggal satu bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku:
26:2″Hai anak manusia, oleh karena Tirus berkata mengenai Yerusalem: Syukur! Sudah rusak pintu gerbang bangsa-bangsa itu; ia akan beralih kepadaku, sehingga aku menjadi penuh, tetapi ia menjadi reruntuhan.
26:3Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Tirus. Aku akan menyuruh bangkit banyak bangsa melawan engkau, seperti lautan menimbulkan gelombang-gelombangnya.
26:4Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul.
26:5Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH; ia akan menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa.
26:6Dan anak-anaknya perempuan, yang tinggal di daratan akan ditewaskan dengan pedang. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
26:7Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membawa dari utara raja Nebukadnezar, raja Babel, raja segala raja untuk melawan Tirus dengan memakai kuda, kereta, pasukan berkuda, dan sekumpulan tentara yang banyak.
26:8Anak-anakmu perempuan yang tinggal di daratan akan dibunuhnya dengan pedang; ia akan menimbun tembok pengepungan dan menyusun alat-alat pendobrak dan memasang perisai melawan engkau.
26:9Tumbukan alat pendobraknya akan dilancarkan terhadap tembok-tembokmu dan menara-menaramu akan dirobohkan dengan beliung-beliungnya.
26:10Kudanya adalah begitu banyak, sehingga engkau akan ditutupi oleh abu; karena derap pasukan berkudanya dan kertak roda keretanya tembok-tembokmu akan gemetar, kalau ia memasuki pintu-pintu gerbangmu seperti orang memasuki kota yang sudah terbuka karena pendobrakan.
26:11Dengan kaki kuda-kudanya ia hendak menginjak-injak semua jalan-jalanmu, rakyatmu akan dibunuh dengan pedang, dan tugu-tugu yang kau andalkan akan dirobohkan ke tanah.
26:12Mereka akan merampas kekayaanmu dan menjarah barang-barang perniagaanmu; mereka akan meruntuhkan tembok-tembokmu dan merobohkan rumah-rumahmu yang indah; batumu, kayumu dan tanahmu akan dibuang ke dalam air.
26:13Aku akan mengakhiri keramaian nyanyianmu dan suara kecapimu tidak akan kedengaran lagi.
26:14Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul dan dengan demikian engkau akan menjadi penjemuran pukat, sehingga engkau tidak akan dibangun kembali, sebab Aku, Tuhanlah yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Berikut ini 28 Prediksi atau tentang Nubuatan Tentang Tirus yang dikatakan Allah dalam Yehezkiel 26:1-14 diatas:
1. Aku akan membawa banyak bangsa untuk melawanmu, seperti Gelombang laut menabrak garis pantai mu.
2. Mereka akan menghancurkan Tembok kota tirus
3. Dan meruntuhkan Menaramu
4. debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya
5. Pulau Tirus tidakakan di huni lagi
6. Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH
7. Ia akan menjadi Jajahan banyak bangsa
8. yang tinggal di daratan akan ditewaskan dengan pedang. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN
9. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH
10. Aku membawa dari utara raja Nebukadnezar, raja Babel, raja segala raja untuk melawan Tirus dengan memakai kuda, kereta, pasukan berkuda, dan sekumpulan tentara yang banyak.
11. Perempuan yang tinggal di daratan akan dibunuhnya dengan pedang
12. ia akan menimbun tembok pengepungan
13. menyusun alat-alat pendobrak
14. memasang perisai melawan engkau
15. alat pendobraknya akan dilancarkan terhadap tembok-tembokmu
16. menara-menaramu akan dirobohkan
17. Kudanya adalah begitu banyak, sehingga engkau akan ditutupi oleh abu; karena derap pasukan berkudanya dan kertak roda keretanya tembok-tembokmu akan gemetar, kalau ia memasuki pintu-pintu gerbangmu seperti orang memasuki kota yang sudah terbuka karena pendobrakan
18. Penunggang kudanya akan melewati jalanan kotamu.
19. rakyatmu akan dibunuh dengan pedang
20. tugu-tugu yang kau andalkan akan dirobohkan ke tanah
21. merampas kekayaanmu dan menjarah barang-barang perniagaanmu
22. akan meruntuhkan tembok-tembokmu
23. merobohkan rumah-rumahmu yang indah
24. batumu, kayumu dan tanahmu akan dibuang ke dalam air
25. Aku akan mengakhiri keramaian nyanyianmu dan suara kecapimu tidak akan kedengaran lagi.
26. Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul
27. akan menjadi penjemuran pukat
28. engkau tidak akan dibangun kembali
Tirus dan Israel adalah patner selama Pemerintahan raja Daud sebagai mitra Pelayaran dengan berbagai Pernak-pernik sebagai barang dagangan mereka. Tirus dan israel pada masa itu tidak terjadi kompetisi tetapi bekerjasana dengan saling menguntungkan satu sama lain. Seperti janji Tuhan kepada Abraham:
“…..Aku akanmengutukbangsa yang mengutukengkau dan memberkati, yang memerkati Engkau…”
Kira-kira seperti itu Tirus menjadi maju. Bangsa yang mendiami Tirus adalah bangsa Fenesia dan tirus adalah kota Terkaya pada masa itu juga kota Pelabuhan yang sangat berkuasa didunia Keterangan tentang kekayaan dan kemakmuran kota ini dapat dilihat pada Yeh 27:1-25 dan Yes 23:3, 8, 11
Meskipun berjaya dan karena kesombongannya dan kota tersebut bersuka cita atas kejatuhan kota Yerusalem dalam Yeh 26:2-3, Nabi Tuhan Yehezkiel menulis tentang kehancuran kota in. Sejarah menunjukkan Nubuatan digenapi dalam dua tahap: Pertama oleh Nebukadnezar dari babel dan 250 tahun kemudian oleh Alexander the great dari Yunani.
Setelah pengepungan yang melelahkan selama 13 Tahun. Nebukadnezar menaklukkan dan membinasakan kota itu. Namun Nebukadnezar tidak mendapat apa sebagai jarahan karena penguasa Tirus memindahkan kekayaan mereka ke suatu pulau yang berjarak 700-800 meter kearah laut Mediterania. Namun Tuhan tidak melupakan Jasa Nebukadnezar yang telah melakukan Kampanye Perang melawan kota-kota yang dinubuatkan Allah akan dihancurkan seperti Tirus, Sidon dan Mesir. Tuhan kemudian memberikan Mesir sebagai hadiah untuk Nebukadnezar dalam Yeh 29:17-21 dimana Nebukadnezar mengangkut kekayaan bangsa mesir. Nebukadnezar tidak membuang debunya kelaut seperti Nubuatan Allah Yeh 28: 18-20.
250 tahun berikutnya reruntuhan dari daratan tirus itu dibiarkan begitu saja – menjadi suatu tantangan bagi ketepatan nubuatan Firman Allah. Pada waktu bersamaan suatu kota baru yang berjaya sedang bertumbuh dikota itu, yang jaraknya 700-800 meter dari pantai bekas reruntuhan kota tirus yang lama.

Kemudian Alexander agung dengan tentaranya yang tak terkalahkan menyapu bersih ke arah selatan dalam rangka penyerbuan ke arah Mesir pada tahun 332 SM. Ia meminta supaya kota Tirus kepulauan itu menyerah. Penguasa dan penduduk kota tirus menolak, lalu alexander memerintahkan tentaranya untuk mengambil puing-puing kota lama Tirus lalu membuat jalan dengan puing-puing itu 792 meter (2600 feet) panjangnya dan 274 meter (900 feet) lebarnya

Begitu banyaknya kebutuhan bahan puing untuk membuat jalan, sampai debu kota pun di sapu dan dibuang ke laut.

Alexander kemudian memimpin bala tentaranya untuk melintasi jalan buatannya dan menaklukkan kota Pulau-Tirus. Separuh kota itu terbakar dan hampir kosong penghuninya.

Dan 28 Point dalam nubuatan Allah tentang kota Tirus akhirnya terpenuhi, seperti yang dikatakan nabi Yehezkiel 1900 tahun lalu sebelum Alexander agung dari yunani datang menggenapi keseluruhan nubutan ini.
Poin 26 dan 27 dalam nubuatan Yehezkiel diatas: :
26. Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul
27. akan menjadi penjemuran pukat
Sekarang kota pulau Tirus telah menjadi Suatu semenanjung yang terjadi karena pasir yang terbawa arus dan menambah lebarnya jalan buatan Alexander dan pasukannya. Sekarang, kota yang dikalahkan Mebukadnezar dan dibuang Alexander Agung kelaut sudah tidak berbekas lagi. Denga satelit atau google Earth kita dapat melihat bekas kota Tirus ini yang menjadi sebuah semenanjung sekarang:

Dan poin terakhir yakni poin ke 28, Tuhan Allah mengatakan dengan pasti untuk kota Tirus :


Ajaib sekali bagaimana Allah membuktikan ucapan-Nya dengan mendemonstrasikan dalam sejarah peradaban manusia atau sejarah umum Dunia, yang di tulis oleh nabi-Nya Ribuan tahun sebelum kejadian itu terjadi. Jadi hati-hati dengan Nubuatan Allah, sebab semuanya itu “PASTI TERJADI”.

Kamis, 14 Juni 2012

Sundays must be a day of rest dedicated to God, family, pope says


POPE-AUDIENCE Jun-6-2012 (490 words) With photos. xxxi

Sundays must be a day of rest dedicated to God, family, pope says



A pilgrim from Angola waves his national flag during Pope Benedict XVI's general audience in St. Peter's Square at the Vatican June 6. (CNS/Paul Haring)
By Carol Glatz
Catholic News Service

VATICAN CITY (CNS) -- The demands of work can't bully people out of needed time off, Pope Benedict XVI said.

Sunday must be a day of rest for everyone, so people can be free to be with their families and with God, the pope said.

"By defending Sunday, one defends human freedom," he said during his weekly general audience in St. Peter's Square June 6.

In his catechesis, the pope told an estimated 15,000 pilgrims and visitors about his trip June 1-3 to Milan for the seventh World Meeting of Families.

He thanked everyone who made the "unforgettable and wonderful event" possible and praised the willingness he witnessed of people striving to live a "Gospel of the family."

"Humanity has no future without the family," he said. Young people need to be born and raised in "that community of life and love that God himself wanted," that is, a family based on marriage between a man and woman, he said.

He reminded young people that they, too, have a responsibility to contribute to the well-being of the family, such as by saying "yes" to God's will, working hard in their studies, being generous to others, being active in the community and using their talents to better the world.

The pope said when he met government representatives in Milan, he reminded them of the importance of policies and laws that protect the family. The most essential is the right to life, "whose its deliberate suppression can never be allowed." The identity of the family, based on marriage between a man and a woman, needs recognition, too, the pope said.

During an evening vigil of testimonies, the pope answered the questions of five families from different countries because "I wanted to show the open dialogue that exists between families and the church, between the world and the church," he said.

He said he was quite taken by people's testimonies, which dealt with "hot-button issues" such as the difficulties families experience because of separation, divorce, the economic crisis and long hours on the job.

The pope said he wanted to come to the defense of free time, which is "threatened by a kind 'bullying' by the demands of work."

"Sunday is the day of the Lord and of man, a day which everyone must be able to be free -- free for the family and free for God."

Family, work, rest and celebration are gifts from God and important aspects of human life that must find a "harmonious balance" in order to build a more humane world, he said.

He said the World Meeting of Families was a way to send a message to the whole world that "it is possible and joyful, even if it takes work, to live love faithfully forever and be open to life" and that it's also possible for the whole family to take part in the mission of the church and help create a better world.

- - -

Editor's Note: The text of the pope's audience remarks in English will be posted online at www.vatican.va/holy_father/benedict_xvi/audiences/2012/documents/hf_ben-xvi_aud_20120606_en.html.

The text of the pope's audience remarks in Spanish will be posted online at www.vatican.va/holy_father/benedict_xvi/audiences/2012/documents/hf_ben-xvi_aud_20120606_sp.html.

END

sources:
http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/1202360.htm

Rabu, 16 Mei 2012

MASYARAKAT YANG SAKIT


MASYARAKAT YANG SAKIT
 
   Sebuah pemberitaan di media cetak mengisahkan pembunuhan siswa
   kelas 2 SMP oleh teman sekolahnya. Si pembunuh melakukannya secara
   sadar dan terencana. Bahkan ia melakukannya dengan disaksikan dua
   teman lain, sampai membuang mayat korban di sungai. Sungguh
   menyedihkan melihat kondisi masyarakat yang "sakit" seperti ini.
   Sampai-sampai anak-anak yang secara kejiwaan masih labil, telah
   sangat terpengaruh oleh kekerasan yang terjadi di lingkungan
   sekitarnya.
 
 
 
   Ketika Amnon tergoda oleh kemolekan Tamar, adik tirinya, ia tak
   sanggup mengendalikan nafsu. Maka, ia dan pembantunya mengatur
   siasat untuk menzinai Tamar. Jahatnya lagi, setelah dizinai, Tamar
   dicampakkan. Sakit hati Tamar pun kemudian diketahui kakaknya,
   Absalom, yang dengan penuh dendam mengatur siasat untuk membunuh
   Amnon. Daud, sebagai raja dan juga ayah, tak berdaya menyelesaikan
   masalah kekerasan dan kekejian ini. Sebab, Daud ingat kekejiannya
   sendiri menzinai Batsyeba dan membunuh Uria, suami Batsyeba, dengan
   cara licik. Daud telah mengakui dosanya di hadapan Allah. Namun, ia
   belum menuntaskan pengakuannya kepada istri dan anak-anaknya.
   Akibatnya, anak-anak Daud yang masih labil tumbuh dalam suasana
   penuh intrik.
 
 
 
   Alkitab dengan jujur mengisahkan kelemahan Daud raja besar yang
   mengasihi Allah. Jika sebagai orangtua, Anda pernah berbuat salah,
   sekalipun sangat keji, akui dan selesaikan di hadapan Allah. Setelah
   itu, selesaikan juga di hadapan keluarga. Sebab pengakuan yang tulus
   sekalipun mengguncang dan mengecewakan anak-anak, pasti akan membawa
   penyembuhan bagi kedua pihak
 
         AGAR GENERASI MUDA TAK SALAH MELANGKAH DALAM HIDUP INI
               TINGGALKAN JEJAK-JEJAK YANG LAYAK DIIKUTI
 
sources : Roti hidup

Selasa, 15 Mei 2012

AMERIKA SERIKAT DALAM NUBUATAN





AMERIKA DALAM ROH NUBUAT ALKITAB (LAMPIRAN)

Lampiran

Lampiran 1

Pada tahun 476 M. Kerajaan Romawi terpecah menjadi sepuluh kerajaan-kerajaan yang lebih kecil.

"Sejarahwan Machiacelli, tanpa sedikitpun mengutip nubuatan ini, menurunkan daftar berikut dari bangsa-bangsa yang menduduki wilayah bagian barat kerajaan pada waktu jatuhnya Romulus Augustus (476 Masehi), kaisar Roma terakhir: Lombards, Franks, Burgundi, Ostrogots, Visigots, Vandals, Heruli, Suevi, Huns dan Saxons; semuanya berjumlah sepuluh bangsa.

"Mereka belum pernah bersatu kembali menjadi satu kerajaan tunggal, sejak terpecahnya Romawai lama; mereka tidak pernah terbentuk jadi satu negara seperti halnya Amerika Serikat. Tidak pernah upaya untuk kembali bersatu dapat berhasil; apabila ada yang m
ncul, mereke kemudian dihancurluluhkan kembali."

"Pembagian tersebut persis seperti keadaannya sekarang. Tepat seperti yang tertera di atas peta benua Eropa saat ini, dan hal ini menentang mereka yang tidak percaya melalui kesaksiannya yang diam namun meyakinkan terhadap penggenapan nubuatan besar ini.
"The Divine Program of the World's History," oleh H. Grattan Gueness, hlm. 318-321 (Seperti dikutip dalam "Bible Readings For the Home," Review and Herald Publ. Assoc., London, MCMXLII, hlm. 216, 217).

Lampiran 1a

"BINATANG" DAN "TANDUK KECIL"
1.                  "Tanduk kecil" mempunyai "mata seperti manusia." Daniel 7:8.
"Binatang itu mempunyai bilangan manusia." Wahyu 13:18
2.                  "Tanduk kecil" itu menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi." Daniel 7:25.
"Binatang" itu juga "berperang melawan orang-orang kudus." Wahyu 13:7.
3.                  "Tanduk kecil" berbicara "perkataan yang menentang Yang Mahatinggi." Daniel 7:25.
"Binatang" itu juga "membuka mulutnya untuk menghujat Allah." Wahyu 13:6.
4.                  "Tanduk kecil" itu muncul dari antara kesepuluh tanduk (10 pecahan Romawi). Daniel 7:8.
"Binatang" itu menerima "kekuatan, takhta, dan kekuasaannya yang besar" dari Roma (setelah kesepuluh pembagian wilayah itu terbentuk). Wahyu 13:2.

Lampiran 2

Binatang itu berkuasa 1260 Tahun.
Tujuh ayat yang menyebut tentang masa 1260 tahun semuanya berbicara mengenaii kuasa yang sama yang menganiaya umat Allah. Ayat-ayat tersebut adalah Wahyu 13:5, Wahyu 11:2, Daniel 7:25, Wahyu 12:14, Wahyu 11:3, Wahyu 12:6, Daniel 12:7.

Kunci yang membuka nubuatan-nubuatan tentang waktu adalah prinsip yang tertulis pada Yehezkiel 4:6 dan Bilangan 14:34. Ayat-ayat ini mengungkapkan kepada kita bahwa satu hari dalam nubuatan adalah sama dengan satu tahun. Karena itu semua nubuatan yang menyebutkan waktu harus lebih dulu diuraikan dalam hari-hari. Menggunakan "kunci" Alkitab, maka nubuatan tentang waktu menjadi sempurna dan mudah dimengerti.

Satu bulan dalam bilangan Alkitab adalah terdiri atas 30 hari. Satu tahun terdiri dari 360 hari. Inilah formula dalam memahami semua nubuatan yang menyangkut soal waktu.

Dalam Wahyu 11:2 dan 12:14, waktu yang disebutkan adalah "masa," dan "dua masa," dan "setengah masa." Ini sama dengan 3 masa. Dari Daniel 4 kita pelajari bahwa "satu masa" sama dengan satu tahun biasa. Dalam pasal ini Anda akan dapati bahwa Raja Nebuka
nezar kehilangan akal sehatnya seperti diramalkan Daniel, dan merangkak di padang selama "tujuh masa." Dia merasakan dalam kondisi seperti itu selama 7 tahun biasa. Jadi 3 masa sama dengan 3 tahun 3 tahun mengandung 1260 hari.

Wahyu 11:3 dan 12:6 dengan gamblang menyebut masa selama 1260 hari (bahwa binatang itu akan menganiaya umat Allah).

Menggunakan hari untuk prinsip satu tahun yang terdapat dalam Yehezkiel 4:6 dan Bilangan 14:34, maka kita melihat bahwa kuasa ini akan memerintah selama 1260 tahun lamanya sebelum mendapatkan "luka parah"nya. Kalau kita lihat kuasa binatang itu kita dapati bahwa hal ini persis seperti yang sesungguhnya terjadi. Sampai Allah mengulangi menyebutkan jangka waktu atau masa ini tujuh kali, hal itu menunjukkan pentingnya masalah ini.

Inilah ayat-ayat tersebut secara berurutan:
Wahyu 11:2 dan 13:5 menjelaskan tentang kuasa ini memerintah selama 42 bulan. (42 bulan dengan masing-masing 30 hari berarti seluruhnya 1260 hari).

Daniel 7:25 dan 12:7, serta Wahyu 12:14 menerangkan bahwa binatang itu bertahta 3 "masa" atau tahun. (3 tahun dalam nubuatan juga berisi 1260 hari).

Wahyu 11:3 dan 12:6 menerangkan bahwa kuasa ini memerintah selama 1260 hari nubuatan yang berarti 1260 tahun biasa.

Lampiran 3

Kutipan-kutipan berikut ini berasal dari keterangan-keterangan resmi gereja Katolik mengenai gelar dan kedudukan pemimpin mereka.
"Semua nama yang ditujukan kepada Kristus dalam Kitab Suci, mengenai kekuasaan atas gereja, adalah juga ditujukan kepada Paus." Bellamin, "On the Authority of Councils," jilid 2, Bab 17.

"Karena engkaulah gembala, engkaulah tabib, engkaulah pengatur, engkaulah kepala, akhirnya engkaulah Allah yang lain didunia ini." Labbe dan Cossart's "History of the Councils," jilid XIV, kol. 109.

Untuk gelar "Tuhan Allah, Paus," lihat keterangan pada Extravagantes Paus Yohanes XXII, titel 14, Bab 4, Declaramus.

Dalam suatu Extravagantes edisi Antwerp, kata-kata "Dominum Deum Nostrum Papam" (Tuhan Allah Kita, Paus) terdapat dalam kolom 153. Dalam edisi Paris kata-kata itu terdapat dalam kolom 140.

"Karena itulah Paus dimahkotai dengan mahkota tiga tingkat, sebagai raja surga, bumi, dan tempat penyucian (purgatori)." Prompta Bibliotheca," Feraris, jil. VI, hlm. 26, artikel "papa."

Dalam suatu alinea di mana terdapat Undang-undang Gereja Roma Katolik, Paus Innocent III menyatakan bahwa Paus Roma adalah "raja atas dunia, bukan manusia biasa, tetapi adalah sesungguhnya Allah;" dan dalam suatu keterangan pada bagian itu disebutkan bahwa hal ini disebabkan ia adalah wakil Kristus, yang adalah "Allah dan juga manusia." Lihat Decretales Domini Gregorii Papae IX (Dekrit Paus Tuhan Gregory IX), titel 7, Bab 3; Corpus Juris Canonice (Edisi Leipzig kedua, 1881) kol. 99; (Paris, 1612), tom.2,
ecretales, Kol. 205.
TIDAK DAPAT BERDOSA
Diantara 27 dahil yang dikenal sebagai "Diktat Hilderbrand" (dibawah nama Paus Gregory VII) terdapat hal-hal berikut:
"2. Bahwa Paus Roma sendiri adalah adil secara universal."
"6. Bahwa tidak ada orang ¡K dapat hidup di bawah atap yang sama dengan seorang yang dikucilkan (Excommunicated) oleh Paus.
"9. Bahwa semua pangeran harus mencium kakinya saja.¡¨
"19. Bahwa dia tidak dapat dihakimi oleh siapapun."
"22. Bahwa Gereja Roma tidak pernah keliru, tidak sedikitpun berdasarkan Kitab Suci."
"27. Bahwa dia dapat membebaskan orang-orang dari kesetiaan mereka terhadap pemerintahan yang
tidak benar."

Dalam Komentar Alkitab Clark mengenai ayat Daniel 7:25, dikatakan:
"Mereka telah menganggap diri tidak dapat berdosa, yang sebenarnya keadaan itu hanyalah milik Allah. Mereka mengaku berhak mengampuni dosa, yang seharusnya itu hanyalah wewenang Allah saja."

Lampiran 4

ALKITAB DILARANG

Dalam rapat di Toulouse, pare pemimpin gereja mengatur: "Kami melarang orang awam untuk memilikii Perjanjian Lama dan Baru¡K. Kami melarang mereka dengan sangat untuk memiliki buku-buku di atas dalam bahasa yang populer." "Para penguasa distrik harus de
gan teliti mencari para bidat di rumah-rumah, tempat-tempat persembunyian dan hutan-hutan, dan bahkan dari dalam lubang perlindungan mereka di bawah tanah harus seluruhnya dibersihkan." Konsil Tolosanum, Paus Gregory IX, Anno. Chr. 1229.

Dewan gereja di Tarragona mengatur bahwa: "Tak seorangpun boleh memiliki buku-buku Perjanjian Lama dan Baru dalam bahasa Romawi, dan jika seseorang memiliki buku-buku ia harus dihadapkan kepada uskup setempat dalam tempo delapan hari setelah pelanggaran atas dekrit ini, sehingga mereka bisa dibakar." D. Lortsch, Histories de la Bible en France, 1910, hlm. 14.

Setelah lembaga-lembaga Alkitab terbentuk mereka dikelompokkan sebagai Komunisme dalam suatu dektrit yang aneh. Pada tanggal 3 Desember 1866, Paus Pius IX dalam ensiklikalnya Quanta Cura mengeluarkan peryataan berikut: "lembaga-lembaga Alkitab ¡K pengganggu-pengganggu ini harus dihancurkan dengan segala cara."

Lampiran 5

"PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS"

Dibawah maklumat ini, penganiayaan ini dilanjutkan, dari abad kesebelas dan keduabelas hampir sampai pada saat ini (ditulis dalam tahun 1845), yang tetap berada di halaman depan sejarah. Setelah tanda kesahidan terbuka diberikan dalam peraturan-peraturan Orleans, ini mengikuti ekstirpasi Albigensia di bawah bentuk sebuah kampanye, penahbisan Inkuisisi, kekejaman berusaha memusnahkan bangsa Waldensia, kesahidan bangsa Lollard, kekejaman memerangi kaum Bohemia untuk memusnahkan mereka, pembakaran tubuh Huss dan Jerome, dan sejumlah besar orang-orang yang berserah lainnya¡Kpemusnahan oleh api dan pedang atas gerakan Reformasi di Spanyol dan Italia, oleh pengaianaya terbuka di Polandia, dan pembunuhan massal Bartholomiu¡K di samping pembunuhan-pembunuhan secara perlahan dan rahasia oleh pengadilan rahasia berdasarkan aturan Inkuisisi." T.R. Birks, MA, The First Two Visions of Daniel, (London: 1845), hlm. 258, 259.

"Jumlah korban dari Inkuisisi di Spanyol terdapat dalam "The History of the Inquisition in Spain" oleh Llorente (mantan sekretaris dari lembaga Inquisisi), hlm. 206-208. Penguasa ini mengumumkan bahwa lebih dari 300.000 orang menderita penganiayaan di Spanyol saja, di antaranya 31.912 orang tewas dalam pembakaran. Jutaan orang lagi dipenjarakan karena iman mereka di seluruh Eropa." Tertera dalam Bible Readings For the Home, (Washington: Review and Herald Pub. Assoc. 1942), hlm. 221.

"Jemaat dianiaya. Hanya orang yang masih hijau dalam soal sejarah gereja akan menyangkalinya¡K seratus lima puluh tahun sesuah Konstantin, Kaum Donatis dianiaya dan terkadang dibunuh¡K Kaum Protestan dianiaya di Perancis dan Spanyol dengan dukungan penuh dari penguasa gereja Roma¡K Apabila dia menganggap baik untuk menggunakan kekuatan fisik, ia akan menggunakannya." The Western Watchmen (Roman Katolik), St. Louis.

Lampiran 6

MAKLUMAT MENENTANG ORANG WALDENSIA

"Suatu bagian penting dari maklumat kepausan yang dikeluarkan oleh Paus Innocent VIII di tahun 1487 terhadap orang-orang Waldensia (naskah aslinya ada di perpustakaan Universitas Cambridge) dikeluarkan dalam suatu terjemahan bahasa Inggris, dalam buku Joh
Dowling History of Romanian (edisi 1871) jilid 6, bab 5, sek. 62." (Dikutip dari Cosmic Conflict (Washington: Review & Herald Pub. Assoc. 1982). Hlm. 602.

Lampiran 7

PATUNG

Dewan Nicea kedua tahun 787 M. diadakan untuk mengukuhkan pepenyembahan patung di dalam gereja. Rapat dewsa ini tercatat dalam Ecclesistical Annals oleh Baronius, Jil. 9, hlm. 391-407. (Antwerp, 1612); dan buku Charles J. Hefele, A History of the Council of the Church From the Oroginal Documents, jil. 18, bab 1, bagian 332, 333; bab 2, bag. 345-352 (edisi T and T Clark, 1896), jil. 5, hlm. 260-304 dan 342-372.

J. Mendham dalam The Seventh General Council, the Second of Nicea, bagian Pendahuluan, hlm. Iii-vi, dikatakan -- "Penyembahan patung-patung¡K adalah salah satu dari penyimpangan-penyimpangan Kekristenan yang masuk ke dalam gereja secara diam-diam dan hampir tanpa perhatian dan pengamat. Penyelewengan ini tidak berkembang sendiri sekaligus, seperti halnya praktek-praktek tradisional lainnya, karena dalam hal ini ia tentu akan berhadapan dengan sensor pertentangan.

"Patung-patung mula-mula diperkenalkan ke dalam gereja bukan untuk disembah, tetapi di tempat buku-buku untuk memberi petunjuk kepada mereka yang tidak dapat membaca, atau untuk membangkitkan rasa khidmat bagi pikiran sebagian orang lain¡K tetapi didapati bahwa patung-patung yang dibawa masuk ke dalam gereja lebih menggelapkan gantinya menerangi pikiran orang-orang yang sederhana -- memerosotkan ketimbang meninggikan kekhidmatan orang yang berbakti."

Lampiran 8

PERUBAHAN HUKUM ALLAH

"Meskipun sepuluh hukum terdapat dalam Alkitab Versi Roman Katolik, namun orang yang setia diajar dari katekismus gereja dan bukan dari Alkitab. Seperti terdapat di sini (katekismus), hukum Allah telah diubah sesungguhnya disusun kembali oleh Kepausan.

"Hukum yang kedua, yang melarang pembuatan dan penyembahan patung, dihilangkan dalam katekismus Katolik, dan hukum kesepuluh yang melarang rasa ingin, dibagi menjadi dua." Bible Readings For the Home, (Washington: Review & Heralds Pub. Assoc., 1942), hl
. 221.

Dalam katekismus yang terdapat dalam buku Butler's Catechism, hlm. 28, hukum yang kesepuluh dibagi dua menjadi:
Hukum ke-IX -- "Jangan kamu ingin akan istri tetanggamu."
Hukum ke-X -- "Jangan kamu ingin akan barang-barang milik tetanggamu."
*****The Law of God*****
AS GIVEN BY JEHOVAH
AS CHANGED BY MAN
I
Thou shalt have no other gods before Me.
I
I am the Lord thy God: thou shalt not have strange gods before Me.
II
Thou shalt not make unto thee any graven image, or any likeness of anything that is in heaven above, or that is in the water under the earth: thou shalt not bow down thyself to them, nor serve them: for I the Lord thy God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children unto the third and fourth generation of them that hate Me: and showing mercy unto thousands of them that love Me, and keep My commandments.

III
Thou shalt not take the name of the Lord thy God in vain; for the Lord will not hold him guiltless that taketh His name in vain.
II
Thou shalt not take the name of the Lord thy God in vain.
IV
Remember the Sabbath day, to keep it holy, Six days shalt thou labor, and do all thy work: but the seventh day is the Sabbath of the Lord thy God: in it thou shalt not do any work, thou, nor thy son, nor thy daughter, thy man servant, nor thy maid servant, nor thy cattle, nor thy stranger that is within thy gates: for in six days the Lord made heaven and earth, the sea, and all that is them is, and rested the seventh day: Therefore the Lord blessed the Sabbath day, and hallowed it.
III
Remember that thou keep holy the Sabbath day.
V
Honor thy father and thy mother: that thy days may be long upon the land which the Lord thy God giveth thee.
IV
Honor thy father and thy mother.
VI
Thou shalt not kill.
V
Thou shalt not kill.
VII
Thou shalt not commit adultery.
VI
Thou shalt not commit adultery.
IX
Thou shalt not bear false witness against thy neighbor.
VIII
Thou shalt not bear false witness against thy neighbor.
X
Thou shalt not covet thy neighbor's house, thou shalt not covet thy neighbor's wife, nor his man servant, nor his maid servant, nor his ox, nor his ass, nor anything that is thy neighbor's.
IX
Thou shalt not covet thy neighbor's wife.

X
Thou shalt not covet thy neighbor's goods.
Ex 20.3-17
(Butler's Catechism, page 28)

Lampiran 9

HUKUM HARI MINGGU YANG PERTAMA

"Pengakuan yang paling awal dari pemeliharaan hari Minggu sebagai suatu peraturan resmi adalah berdasarkan konstitusi Konstantin dalam tahun 321 M., mengatur semua peradilan, warga kita, dan bengkel-bengkel serta toko-toko supaya beristirahat pada hari Minggu venerabili die Solis, dengan suatu pengecualian bagi mereka yang terlibat dalam pekerjaan bertani." Encyclopedia Britannica, edisi kesembilan, artikel mengenai "hari Minggu."

Aturan aslinya dalam bahasa Latin adalah Codes Justiniani, lib. 3, titel 12, lex. 3.

Undang-undang itu diberikan dalam bahasa Latin dan Inggris dalam buku Philip Schaff History of the Christian Church, Jil. 3, periode ketiga, bab 7,k sek. 75, hlm 380, catatan-kaki 1.

Dan didalam buku Albert henry Newman, A Manual of Church History (Philadelphia: The American Baptist Publiscation Society, 1933), edisi baru, Jil, 1, hlm. 305-307.

Dan dalam buku Leroy E. Froom, The Prophetic Faith of Our Fathers (Washington, DC: Review & Herald Pub. Assoc., 1950), Jil. 1, hlm. 376-381.

Lampiran 10

AYAT-AYAT ALKITAB TENTANG "HARI PERTAMA"

Berjuta-juta umat Kristen yang saleh masuk gereja pada hari Minggu, hari pertama dalam minggu. Mereka melakukan itu dengan percaya bahwa di suatu tempat, pada suatu waktu, ada seseorang telah mengubah hari perbaktian itu. Padahal, walaupun mereka tidak menyadari bahwa Allah telah memisahkan hari yang ketujuh, bukan hari pertama dalam - minggu, sebagai hari suci-Nya.

Benar, suatu perubahan telah dilakukan.

Tetapi oleh siapa? Kita telah temukan bahwa Allah menciptakan hari Sabat itu pada minggu pertama sejarah dunia. Dia memisahkannya sebagai tanda setiap minggu antara manusia dengan diri-Nya -- sebagai suatu hari yang diberkati, suatu penyegaran kembali, dari dua pihak yang saling mengasihi (Allah dan manusia.)

Jika Allah berubah pikiran tentang hari kencan istimewa dengan kita, tidakkah Dia akan menuliskannya dengan tegas di dalam Alkitab?

Kita telah melihat bahwa kuasa binatang itu telah mengakui mengadakan perubahan itu, tetapi apa kata Alkitab mengenai hal itu?

Terdapat delapan ayat dalam Perjanjian Baru yang menyebut hari pertama dalam minggu. Perhatikanlah dengan seksama.
Matius 28:1
Markus 16:1, 2
Markus 16:9
Lukas 24:1
Yohanes 20:1
Yohanes 20:19
Kisah Para Rasul 20:7, 8
I Korintus 16:1, 2

Kelima ayat pertama hanya menyatakan tentang perempuan-perempuan yang datang ke kubur pagi-pagi benar pada hari kebangkitan, dan bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.

Sekarang lihatlah Yohanes 20:19 dalam Alkitab Anda. Ayat ini memberitahukan kepada kita bahwa Yesus muncul di depan murid-murid-Nya beberapa saat sesudah kebangkitan pada hari itu. Disebutkan alasan mereka berkumpul itu adalah "karena takut kepada orang-orang Yahudi."

Mereka khawatir. Tidak disebutkan kapan orang-orang Yahudi akan menangkap mereka dan menghukum mereka sebagaimana Guru mereka. Mereka sedang bersembunyi.

Mereka telah menyaksikan Guru mereka yang kekasih mati pada hari Jumat. Mereka "pulang, dan menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat." Lukas 23:56a-b. Dan mereka bersembunyi dengan pintu terkunci "karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi." Yohanes 20:19.

Tidak disebut apa-apa tentang perubahan.
Ayat yang ketujuh adalah Kisah 20:7, 9. Dikatakan "Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu."

Ini adalah pertemuan malam hari -- malam dari hari pertama dalam minggu. Dalam pengertian Alkitab, malam dari satu hari tiba sebelum siang harinya. Kejadian 1:5 -- "dan Allah menyebut terang itu siang, dan gelap itu malam. Dan setelah petang dan pagi
tulah hari yang pertama." Malam datang lebih dulu.

Alkitab mengartikan satu hari adalah dari terbenamnya matahari sampai terbenamnya matahari keesokan harinya. (The Bible reckons a day from sunset to sunset.)

Hari yang ketujuh dimulai dari terbenamnya matahari pada petang hari Jumat, hari pertama dalam minggu dimulai dari terbenamnya matahari pada hari Sabtu.

Paulus berkumpul bersama sahabat-sahabatnya pada malam hari pertama dalam minggu, yakni Sabtu malam. Ini adalah malam perpisahan. Dia berkhotbah sampai tengah malam, tatkala Euthikus yang malang itu terjatuh dari jendela. (Kisah 20:9).

Anda dapat membayangkan betapa leganya mereka ketika diketahui bahwa Allah memelihara hidupnya. Ayat sebelas mengatakan bahwa mereka berbicara sampai subuh lalu Paulus berangkat. Ayat ketigabelas menunjukkan bahwa Paulus menghabiskan pagi hari Minggu dalam perjalanan ke Assos.

Tidak ada keterangan apa-apa yang menyebutkan tentang suatu perubahan hari Sabat.

Alkitab terjemahan New English Bible memuat ayat ini demikian:
"Pada hari Sabtu malam, dalam pertemuan kami untuk memecahkan roti, Paulus, yang akan berangkat keesokan harinya, berbicara kepada kami, dan ia terus berbincang-bincang sampai tengah malam." Kisah 20:7.

Ayat terakhir menyebutkan hari pertama dalam minggu dalam I Korintus 16:1, 2.

Dikatakan, "Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada jemaat-jemaat di Galatia. Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh -- menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang." Ayat tiga menyebutkan bahwa dia akan membawa persembahan itu ke Yerusalam.

Seperti yang ia telah lakukan di Galatia, begitulah Paulus juga memohon dari mereka di Korintus untuk mengumpulkannya sebelum ia datang supaya ia tinggal mengambilnya dan membawa kepada orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem. Tidak ada sesuatu dalam ayat itu perihal perbaktian gereja, tetapi masing-masing orang "menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah." Hari pertama dalam minggu adalah waktu yang terbaik bagi orang-orang untuk menyisihkan uang sebab pad hari-hari berikutnya uang itu mungkin sudah dibelanjakan. Begitu pulalah pada zaman ini! Paulus memohon ini supaya "jangan pengumpulan itu baru diadakan kalau aku datang." I Korintus 16:2.

Pada waktu itu umat Kristen sedang amat menderita di Yerusalem, dan Paulus mengadakan perjalanan keliling ke jemaat-jemaat untuk mengumpulkan uang bagi mereka. (Kita juga seharusnya bijaksana seperti itu sekarang ini).

Tidak ada dalam ayat inipun tentang suatu perubahan hari Sabat Allah menjadi hari Minggu.

Akan halnya perbaktian, apa kebiasaan Paulus?

Ini dia:
"Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadah itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci." Kisah 17:2.

Yesus, sebagai teladan kita juga biasa ke gereja pada hari Sabtu, hari yang ketujuh. (Lukas 4:16).

Lampiran 11

HUKUM UPACARA DAN DUA LOH BATU

Perbedaan antara Hukum Moral Allah (sepuluh hukum) dengan Hukum Upacara adalah jelas.

Perhatikan dengan teliti perbedaan di antara keduanya. Yang satu dengan persembahan korban binatang telah dipalangkan di kayu salib, yang lainnya masih tetap berlaku selama-lamanya.
10 HUKUM
HUKUM UPACARA
Disebut "hukum utama" tata upacara.
Yakobus 2.8
Disebut hukum yang mengandung.
Efesus 2.15
Diucapkan oleh Allah.
Ulangan 4.12,13
Diucapkan oleh Musa.
Imamat 1.1-3
Ditulis oleh jari Allah sendiri.
Keluaran 31.18
Ditulis oleh Musa dalam sebuah kitab.
Ulangan 31.24-26
Disimpan di dalam tabut.
Keluaran 40,20; Ibrani 9.4
Disimpan dalam sisi tabut perjanjian.
Ulangan 31.24-26 
Berlaku "selama-lamanya."
Mazmur 111.7,8
Telah dipalangkan di atas kayu salib.
Kolose 2.14
Tidak ditiadakan Kristus.
Matius 5.17,18
Ditiadakan oleh Kristus.
Efesus 2.15
Dua hukum yang besar itu adalah "Kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu dan jiwamu dan akal budimu." Hukum yang kedua adalah "Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri." Sepuluh hukum Allah tergantung atas dua hal ini. Empat pertama, pada loh batu yang pertama, memberitahukan kepada kita agar mengasihi Allah dengan segenap hati kita. (Tidak mempunyai ilah lain, tidak menyembah patung, tidak menyia-nyiakan nama Allah, dan ingat hari Sabat supaya disucikan). Enem yang terakhir, tetera pada loh batu yang kedua, adalah mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. (Menghormati orangtua, tidak membunuh, tidak berzina, tidak mencuri, tidak berdusta, tidak ingin).

PERJANJIAN LAMA DAN BARU
Perjanjian lama disahkan dengan darah binatang Keluaran 24:5-8 dan Ibrani 9:19, 20 dan didasarkan atas janji-janji umat bahwa mereka akan memelihara hukum Allah.

Perjanjian baru didasarkan atas janji Allah untuk menuliskan hukum-Nya di dalam hati kita, dan itu disahkan oleh darah Kristus. Ibrani 8:10 dan Yeremia 31:33, 34.

Ibrani 8:10 -- "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi emreka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku."

Lampiran 12

(WAKTU TIDAK HILANG)

Persisnya bumi ini memerlukan 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 47,8 detik untuk mengitari matahari.

Tetapi tidak ada alasan untuk menghitungnya demikian dalam kalender kita sehingga kalender kita terus-menerus harus disesuaikan. Itulah sebabnya kita mempunyai "tahun kabisat." Dalam tahun 1582 mereka menemukan bahwa tahun itu sedikit lebih panjang dari
365 hari, dan para ahli perbintangan menambahi 10 hari untuk menyesuaikan bulan, tetapi siklus pekan tidak terpengaruh. Hari Kamis keempat diikuti oleh hari Jumat ke-15. Kalender diperbaiki tanpa mempengaruhi siklus pekan dalam hal apapun.

Tentu saja meski kita mempunyai tahun-tahun kabisat selama berabad-abad, hari-hari dalam minggu tidak pernah berubah dan tidak semenit pun waktu yang terbuang!

Ada banyak kalender kuno. Kalender modern pertama seperti yang kita miliki sekarang mulai berlaku pada tahun 45 SM oleh Julius Caesar. Nama-nama hari seperti yang ada sekarang juga digunakan sejak itu.

Karena bangsa Babel menyembah planet-planet, banyak orang mulai menyebut hari-hari dalam pekan dengan nama-nama planet. Orang Ibrani dan para penulis Alkitab tidak perah melakukan demikian. Itulah sebabnya mengapa, meskipun nama-nama hari seperti yang ada sekarang -- misalnya Minggu, Senin, dan seterusnya -- sudah ada ketik zaman Kristus, para penulis Alkitab tidak perah merujuk kepada hari-hari dengan nama-nama ini, oleh sebab nama-nama itu berasal dari kekafiran.

Agama tua yang bernama Mithra dari zaman Babel dan Persia yang menyebutkan nama-nama hari dalam pekan sesuai nama-nama planet. Zoroaster mempopulerkan ilah Mithra di Persia sekitar tahun 630 SM.

Oleh sebab Mithra dianggap sebagai ilah yang besar, para serdadu Romawi menjadi penyembah-penyembahnya. Dalam perjalanan mereka membawa gagasan penamaan hari-hari dalam pekan menurut nama-nama planet di antara suku-suku Teutonik, yang sekarang dikenal sebagai wilayah Jerman. Bangsa Teuton ini menggantikan beberapa ilah mereka gantinya planet-planet untuk nama-nama hari. (Ini terjadi sebelum zaman Kristus). Nama-nama ini diberlakukan, dan sampai sekarang kita menggunakannya. Dibawah ini adalah daftar i
ah-ilah Teutonik dan hari-hari dari minggu kita.

Nama ilah-ilah suku bangsa Teutonik adalah:
Sun -- Hari Minggu Sunday
Moon -- Hari Senin Monday
Tiu -- Hari Selasa Tuesday
Woden -- Hari Rabu Wednesday
Thor -- Hari Kamis Thursday
Frigg -- Hari Jumat Friday
Seturn -- Hari Sabtu Saturday

Meskipun kalender tetap disesuaikan untuk menggantikan 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 47,8 detikk dalam setahun, namun pekan dengan tujuh hari tidak pernah terpengaruh.

Tulisan para sejarahwan sekitar bahwa sesuatu ketidak teraturan telah terjadi dalam pergantian minggu-minggu dan hari-hari mereka dari masa itu hingga sekarang." D.W. Cross dalam Your Amazing Calender (Taunton: 1972) hlm. 6, 7.

Waktu dapat ditelusuri sampai kepada detik dengan posisi bintang-bintang! Saya menyurat ke Pentagon di Washington, DC., department Astronomy. Dan saya menerima suatu balasan yang memuaskan. Mereka menginformasikan kepada saya bahwa dari posisi atau letak bintang-bintang, setiap detik dalam waktu telah dipelihara sejak sebelum tahun 500 SM.

Dr. J.B. Dimbleby, kronolog utama pada Perhimpunan Astronomi dan Kronologi Inggris, setelah bertahun-tahun melakukan perhitungan yang teliti, mengatakan: "Jika manusia menolak untuk memelihara minggu-minggu, dan garis waktu telah dilupakan, hari dalam pekan dapat dipulihkan dengan jalan mengamati kapan perpindahan perputaran planet-planet, atau kapan terjadi gerhana-gerhana matahari dan bulan. Benda-benda ruang angkasa yang hebat ini menjaga tujuh hari dengan ketetapan ilmiah, menerapkan tujuh hari yang disebutkan pada lembar-lembar yang diilhamkan." All Past Time, hlm. 10.

Menarik untuk mencatat bagaimana Dr. G.E. Hale, ahli perbintangan untuk siapa "Teleskop Palomar" yang besar itu telah dinamai, menyatakan kebenaran yang sama dalam lima kata yang berwibawa: "Tiada waktu yang telah hilang."

SUATU PEMANDANGAN SEKILAS YANG MENGGEMPARKAN "UNDANG-UNDANG HARI MINGGU NASIONAL" (NATIONAL SUNDAY LAW) KEKUATAN-KEKUATAN DUNIA BERSATU DI TENGAH KRISIS YANG HEBAT. DARI MULUT NAGA, BINATANG, NABI PALSU KELUAR TIGA ROH NAJIS YANG MENYERUPAI KATAK Rev 16.13-16.

"PEKABARAN TIGA MALAIKAT" (THREE ANGEL MESSAGE) Wahyu 14.6-13
·         Takutlah Akan ALLAH dan muliakanlah Dia karena telah tiba saat penghakiman-Nya (JUDGMENT), dan sembahlah Dia yang telah menjadikan Langit dan Bumi dan Laut dan Semua Mata Air.
·         Sudah rubuh Babel (BABYLON) yang telah memabukkan segala bangsa dengan doctrine yang menyesaatkan (anggur) dan membawa hawa napsu percabulan (UNIVERSAL CHURCH).
·         Jika seorang menyembah (WORSHIP) binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya (Mark of The Beast) maka ia akan minum dari anggur MURKA ALLAH.

PERCAYA RAMALAN BINTANG, Bolehkah?







 

 
                        PERCAYA RAMALAN BINTANG, Bolehkah?

Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini
mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini
tidak diizinkan Tuhan, Allahmu, melakukan yang demikian.
(Ulangan 18:14)
 
   Orang kristiani membaca Horoskop, bolehkah? Barangkali sebagian
   menjawab: "Boleh saja, kan tidak memercayainya" atau "Ah, saya cuma
   iseng saja, kok. Tidak ada maksud mendalami, apalagi memercayai."
   Sebagian yang lain dengan tegas berkata tidak pada horoskop, karena
   itu artinya praktik ramal yang adalah dosa. Apa kata Alkitab tentang
   hal ini?
 
 
 
   Praktik ramal meramal sudah ada sejak zaman bangsa Israel. Tuhan
   mengingatkan mereka bahwa praktik-praktik semacam itu akan banyak
   dijumpai ketika mereka masuk negeri Kanaan (ayat 9, 14). Umat Tuhan
   haruslah mendengarkan suara Tuhan, dengan cara yang Tuhan tentukan
   (ayat 15). Meminta petunjuk pada dewa, arwah, roh peramal, orang
   mati, atau hal-hal lain di luar cara Tuhan, berarti pemberontakan
   terhadap Tuhan (ayat 11-12; bandingkan Imamat 19:26, 31). "Sebab
   setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan"
   (ayat 12).
 
 
 
   Masalah horoskop jauh melampaui soal boleh atau tidak boleh membaca.
   Ini masalah hati yang berpaut pada Tuhan sebagai satu-satunya
   otoritas dalam hidup. Kita perlu menyelidiki hati: mengapa saya
   lebih banyak mencari petunjuk akan masa depan di luar firman Tuhan?
   Tidakkah itu berarti saya meragukan petunjuk-Nya? Waspadalah! Hal
   itu tidak sepele di mata Tuhan! Jangan pula merasa sudah benar jika
   kita tak pernah membaca horoskop. Bisa jadi kita tidak membaca
   karena tidak ingin dipandang negatif, namun sebenarnya kita juga
   mencari petunjuk dalam hal-hal lain. Hati yang berpaut kepada ilah
   lain, itulah kekejian bagi Tuhan.
 
                PANCANGKAN TINGGI-TINGGI TIANG KEKUDUSAN
          UNTUK MENOLAK SEGALA KEKEJIAN YANG MENDUKAKAN TUHAN.

Jumat, 11 Mei 2012

bertahan sampai kesudahan


                                                                                                                       0leh : Pdtm. Fabio Rumagit
Gembala Jemaat Jemaat Putra Agung dan Sutorejo Surabaya
 
M
Pernahkah anda diancam bahwa dalam waktu yang singkat anda akan dibunuh dan orang yang mengancam itu memiliki kekutan yang besar dan memang anda sedang memiliki masalah dengannya? Bagaimana perasaan anda ketika mendapat ancaman tersebut? Pasti mental anda akan terganggu bahkan mungkin anda tidak bisa tidur, gelisah  setiap saat. Hal inilah yang dialami oleh Yakub Ketika dia ingin kembali ke tanah kelahirannya dalam kisah yang terdapat dalam Kejadian Pasal 32. Pada kisah ini diceritakan bahwa dia takut terhadap Esau kakaknya yang sebelumnya telah membuat dia lari dari rumah. Ketika itu Yakub ketakutan karena berpikir Esau akan membunuhnya oleh karna tindakan penipuan yang dilakukan Yakub kepadanya.
Pada pasal 32 di kitab kejadian ini, kita dapat mengerti tentang istilah “Kepicikan Yakub” yang  akan di alami oleh umat-umat Tuhan pada penghujung zaman ini. 2 hal yang dialami Yakub dalam cerita ini yaitu tekanan mental dan tekanan fisik. Yang pertama adalah tekanan mental yaitu ketika Yakub untuk kedua kalinya berpikir bahwa dia akan dibunuh oleh Esau. Lihatlah cerita pada awal pasal 32 dikitab kejadian, benar-benar setelah Esau mengetahui Yakub akan kembali maka Esau mempersiapkan pasukannya dan ingin membunuh Yakub. Saya percaya tekanan mental dialami oleh Yakub, ketakutan dan kegelisahan meyelimuti kehidupannya sehingga dia seperti yang dikatakan dalam ayat (7)  bagian A Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; Hal kedua yang dialami oleh Yakub adalah tekanan fisik. Hal ini dialami setelah Yakub sedang ketakutan dalam ayat 23-32 kejadian 32 diceritakan Yakub mengalami pergumulan dengan sesosok yang tidak lain adalah Allah sendiri dan dalam cerita ini Yakub mengalami tekanan fisik bersamaan dengan tekanan mental yang dia telah alami sebelumnya yaitu sesosok yang bergumul dengan nya itu memukul sendi pangkal pahanya. Pada ayat (25) disebutkan “Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu”. Inilah tekanan fisik yang dialami oleh Yakub yaitu sendi pangkal pahanya keseleo, sesuatu yang benar-benar menyakitkan apa lagi Yakub dalam keadaan tertekan secara mental oleh karna dia tahu dia akan dibunuh oleh Esau.

Saudara, pada penghujung zaman ini, dua hal inilah yang akan dialami oleh umat Tuhan yaitu tekanan secara mental dan tekatan secara fisik. Kita akan ditekan oleh mereka yang tidak berpihak kepada kebenaran, kita akan mengalami tantangan dalam pekerjaan oleh karena kebenaran. Kita juga akan mengalami tekanan bukan hanya dari luar gereja tapi juga dari dalam gereja karna tak jarang jusru dalam perjuangan iman tantangaan datang bukan dari luar saja melainkan dari dalam gereja itu sendiri bahkan akan ada hal yang lebih parah lagi kemudian tekanan fisik kita alami baik cobaan soal kesehatan sampai kepada penganiayaan dan sudah pasti kita akan diperhadapkan pada kedua hal ini.

Bilamana kita adalah umat Tuhan. Apakah kita sudah siap? Apa yang harus dilakuan kalau begitu ? Yakub walaupun dalam keadaan tertekan secara mental dan fisik Yakub tetap bergumul dengan sesosok yang memukul sendi pangkal pahanya. Dalam ayat 26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Yang terjadi adalah Yakub terus berpegang kepada Tuhan dan tidak mau melepaskanNya sampai fajar meyingsing dan Yakubpun menang sehingga namanya bukan lagi Yakub melainkan Israel yang artinya adalah pemenang (Ayat 28).

Saudara kita pun bisa menjadi pemenang seperti Yakub dalam pergumulan di dunia ini ketika kita menghadapi tekanan  mental dan fisik dalam perjalanan pulang kita ke rumah kita yang sesungguhnya yaitu sorga. Hanya apabila kita terus berjalan bersama-sama Tuhan dan tidak membiarkan Tuhan pergi dari kita sampai fajar itu menyingsing, sampai kedatanganNya yang keduakali maka kita akan disebutkan sebagai pemenang, inilah yang disebutkan “bertahan sampai kesudahan” sebagai penutup marilah kita membaca dan merenungkan Matius 24:13 yang berbunyi “ Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”. Maukah kita bertahan di dalam kebenaran sampai maranatha? Tetaplah setia saudara maka engkau akan selamat. Amin.

Minggu, 06 Mei 2012

saya ingin

Apakah anda ingin :

Didoakan 
Belajar alkitab atau konsultasi Rohani
Dibaptis
Pemberkatan pernikahan
Penyerahan Anak
Memberi donasi dan persembahan+perpuluhan,bantuan kepada bereja
Pemberkatan Rumah, Usaha dll
menyumbangkan Pakaian bekas atau barang yang sudah tidak terpakai
Membtuhkan bantuan lain...

Kami persilahkan anda  menghuungi kami melalui:
email : kijengkol@yahoo.com
sms 0852 9433 2315
sekretaris jemaat  0852 2032  2125 (peter candra)

Kiranya Berkat berkat Tuhan akan menjadi bahagian anda juga