SELAMAT DATANG DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KE 7 SDA HUA AN BANDUNG.jL PADJAJARAN NO 189 LANUD HUSEN SASTRA NEGARA BANDUNG

Senin, 23 April 2012

Orang Advent dan pengacara



 

Apakah Kita Membutuhkan Orang-orang Advent
sebagai Pengacara?1
Oleh Karnik Doukmetzian, Esq2
(Diterjemahkan secara bebas oleh Joice Manurung)

Artikel di bawah ini yang merupakan terjemahan membahas tentang betapa perlunya kita memiliki orang-orang Advent yang bergerak di bidang hukum.  Judul aslinya adalah “Do We Need Adventist Lawyers” yang dimuat di dalam Majalah Dialogue, Volume 11, Nomor 3 tahun 1999, pada kolom View Point.  Tulisan ini pula yang menguatkan saya pada waktu kuliah di fakultas hukum bahwa pilihan yang saya ambil tidaklah salah walaupun pada saat itu pun masih banyak orang Advent yang tidak begitu menyetujui jika ada orang Advent yang bergerak di bidang hukum terutama menjadi pengacara atau hakim.  Untuk memberikan pengertian yang lebih jelas bagi para pembaca, di dalam artikel ini ada beberapa tambahan dan perubahan seperlunya yang saya lakukan.

D


 ua puluh tahun yang lalu, ketika generasi saya memikirkan pilihan-pilihan karir yang akan mereka ambil, menjadi seorang pengacara merupakan suatu pilihan yang jarang diambil di banyak negara.  Anggota-anggota jemaat tidak akan menyetujui mereka yang ingin kuliah di bidang hukum dan menganjurkan mereka untuk memilih karir yang lain.  Pemahaman yang salah mengenai peran seorang pengacara menuntun kepada nasihat yang salah, yang sering kali berakibat rasa frustasi di antara orang-orang muda.  Mereka ingin melayani saudara-saudara mereka sesama orang percaya dan masyarakat pada umumnya melalui profesi di bidang hukum, namun gereja mereka lebih menginginkan agar mereka masuk ke dalam bidang kependetaan (ministry) atau menjadi guru atau dokter.
Saya teringat akan suatu peristiwa yang terjadi tidak lama setelah saya lulus dari fakultas hukum.  Saya ikut serta pada suatu kegiatan gereja mengenai kebebasan beragama manakala seorang anggota dengan tajam bertanya kepada saya, “Bagaimana mungkin engkau bisa menjadi seorang Advent dan seorang pengacara pada saat yang bersamaan?”  Saya bahkan pernah mendengar beberapa orang mengatakan bahwa Ellen White telah menyatakan ketidaksetujuannya untuk memilih karir dalam bidang ini.
Faktanya adalah bahwa Ellen White memberikan nasihat yang sungguh-sungguh berbeda – namun tetap diperdebatkan – mengenai bidang ini: “It requires more grace, more stern discipline of character, to work for God in the capacity of mechanic, merchant, lawyer, or farmer, carrying the precepts of Christianity into the ordinary business of life, than to labor as an acknowledged missionary in the open field. It requires a strong spiritual nerve to bring religion into the workshop and the business office [tambahan penulis: shall we say, courtroom?], sanctifying the details of everyday life, and ordering every transaction according to the standard of God's word. But this is what the Lord requires.”3

Terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut: “Bekerja bagi Allah dalam kapasitas sebagai ahli mesin, pedagang, pengacara, atau petani yang membawa nilai-nilai Kekristenan ke dalam kehidupan usaha yang dilakukan setiap hari, menuntut lebih banyak kebaikan hati, usaha yang lebih keras untuk mendisiplinkan tabiat, dibandingkan jika bekerja sebagai pengabar Injil yang terkenal di tempat-tempat terbuka.  Dibutuhkan suatu urat syaraf rohani yang kuat untuk membawa agama ke dalam tempat kerja dan perusahaan [mungkin kita bisa juga mengatakan ruang pengadilan?], menyucikan setiap hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, dan mengatur setiap kegiatan menurut standar firman Allah.  Namun inilah yang Allah kehendaki.”
Dikotomi yang keliru antara praktek hukum melawan praktek Kekristenan tetap saja berlangsung.  Banyak yang memandang bahwa kedua aktivitas ini tidaklah cocok satu sama lain.  Rutinitas sehari-hari dari seorang pengacara membawa tantangan secara terus-menerus terhadap nilai-nilai Kekristenan dan agama seseorang.  Ada waktunya ketika kita harus menyatukan keterampilan dalam profesi kita dengan tuntutan moral dari iman kita.  Bagaimanakah para pengacara, yang mengetahui kesalahan-kesalahan kliennya, terus melanjutkan usaha pembelaan yang mungkin berakibat mereka dibebaskan?  Bagaimanakah para pengacara, dalam usaha mencari “kebenaran”, menimbang dan menunjukkan bukti-bukti yang mungkin berlawanan dengan kepentingan klien mereka?  Bagaimanakah para pengacara menghadapi klien yang berada di bawah sumpah, tetapi akan memberikan kesaksian palsu demi keuntungan mereka sendiri?  Ketegangan-ketegangan antara hukum dan harapan-harapan tertinggi dari seseorang secara terus-menerus selalu diselesaikan oleh para pengacara Kristen yang bertanggung jawab.  Suatu ketika Abraham Lincoln pernah berkata bahwa “seseorang yang ingin melakukan praktek hukum harus menyelesaikan segala perkara dengan jujur; dan apabila dalam penilaianmu sendiri engkau tidak dapat menjadi pengacara yang jujur, selesaikanlah itu dengan jujur tanpa harus menjadi pengacara.”
Profesi hukum telah ada sejak permulaan dunia ini, bahkan ada  lelucon khusus untuk ini.  Seorang dokter, seorang insinyur dan seorang pengacara sedang memperdebatkan mengenai profesi siapakah yang tertua.  Sang dokter menegaskan bahwa tentu saja profesi dokter yang tertua karena dokterlah yang memindahkan tulang rusuk Adam untuk menciptakan Hawa.  Sang insinyur membantah, “Tentulah seorang insinyur karena insinyurlah yang pastinya merancang Taman Eden.”  “Kalian semua salah,” kata sang pengacara dengan bangga.  “Sebelum Adam dan Hawa, sebelum Taman Eden, sebelum penciptaan, keadaan masih sangat  kacau, menurut kalian siapa yang menciptakan kekacauan tersebut?” 
Suatu ketika Kaisar Perancis Napoleon pernah berkata bahwa “praktek hukum merupakan siksaan yang terlalu berat bagi umat manusia yang lemah ini.  Manusia yang menyesuaikan dirinya dengan kebenaran-kebenaran yang telah diselewengkan, dan kepada perasaan gembira akan keberhasilan dari ketidakadilan, pada akhirnya hampir tidak dapat mengetahui yang benar dan yang salah.”  Bukankah William image029Shakespeare pernah berkata dalam Henry VI “Mari kita binasakan seluruh pengacara!”  Adakah keraguan mengapa beberapa di antara kita yang terlibat dalam praktek hukum menghadapi tantangan-tantangan yang sama seperti yang kita hadapi atau mengapa yang lainnya, yang tidak terhitung jumlahnya berhasil dianjurkan untuk tidak memasuki profesi tersebut karena takut “kehilangan iman dan hati nurani mereka?”






Rasa Keadilan
Meskipun menghadapi tantangan tersebut, orang-orang Advent yang menjadi perintis dalam bidang hukum telah membuka jalan dengan menempatkan rambu-rambu bagi mereka yang mengikuti langkah-langkahnya.  Para pionir ini tidaklah dimotivasi oleh anggota-anggota jemaat atau pendapat para pengacara di dunia melainkan karena rasa keadilan dan semangat misionari untuk menjadi penasihat hukum demi kepentingan mereka yang hak-haknya terinjak-injak dan untuk bersaksi dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain.  Tindakan mereka menumbuhkan kesadaran bahwa para pengacara Advent ini berjuang demi iman di arena-arena yang hanya merekalah yang memiliki akses ke dalamnya.
Pada waktu saya memasuki fakultas hukum di Kanada, ada tiga pengacara Advent di seluruh Kanada.  Dalam beberapa tahun jumlah itu telah berkembang menjadi lebih dari 30 orang.  Hal yang sama juga dapat dilihat di seluruh dunia.  Tidak hanya jumlah pengacara Advent saja yang meningkat tetapi lebih dan lebih banyak lagi dari kita yang menemukan bahwa bekerja di gereja dalam kapasitas resmi dapat sepenuhnya dilakukan sebagaimana halnya dalam praktek-praktek yang dilakukan secara pribadi  Kantor Penasihat Hukum untuk urusan umum (the Office of General Counsel [OGC]) di General Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menyusun daftar orang-orang Advent di seluruh dunia yang berprofesi sebagai pengacara.  Pada akhirnya ada lebih dari 1000 orang pengacara Advent di 68 negara. OGC juga menerbitkan majalah dwi-tahunan yang disebut JD4 yang di samping menerbitkan artikel-artikel tentang para pengacara, juga memuat daftar seluruh pengacara Advent.5
Saat ini banyak yang setelah mengikuti impian-impian mereka pada akhirnya menjadi para praktisi yang terkemuka, terpilih untuk menempati posisi-posisi di pengadilan, bekerja di badan pembuat undang-undang, mengajar di sekolah-sekolah hukum, membela yang tertindas, menemukan hukum sehingga yang lain akan mendapatkan manfaatnya, memperjuangkan kebebasan beragama, dan melayani di gereja dalam kapasitas yang jumlahnya terlalu banyak untuk disebutkan.
Saya mengingat kembali rekan-rekan yang sangat terkemuka seperti David Nsereko, dekan fakultas hukum di Universitas Botswana; almarhum Jerry Wiley, pembantu dekan di fakultas hukum University of Southern California yang terkenal itu; Daniel Basterra, profesor dalam bidang hukum tata negara di Universidad Complutense di Madrid, hakim pada Pengadilan Tinggi Spanyol dan direktur Kepentingan Umum dan Kebebasan Beragama untuk gereja-gereja di Uni Spanyol.
Saya mengingat kembali kepada Mary Atieno Ang’awa, hakim pada Pengadilan Tinggi Kenya; Hakim Sevua dan Salika yang bekerja di Pengadilan Nasional Papua New Guinea; Terry Finney yang telah pensiun sebagai hakim di California; John Bagnall pada Pengadilan Ganti Rugi di Australia (Australian Compensation Court); dan Peter Jackson sebagai circuit judge  di Inggris.  Orang-orang ini telah menjadi orang-orang Advent yang pertama di negaranya sendiri untuk mengambil posisi-posisi di pengadilan.
Boleh jadi Hakim Jackson menyimpulkan para hakim pionir ini dengan sangat baik ketika ia memilih motto untuk logo kantornya, yaitu Laudate Deum, yang berasal dari bahasa Latin yang artinya “Pujilah Tuhan.”  Hakim Jackson menjelaskan bahwa ia memilih moto itu karena “ Allah telah dan selalu berkuasa dalam kehidupan saya.”  Pada bagian puncak dari logo itu juga terdapat sebuah salib, di mana Hakim Jackson menyatakan, “Saya ingin Kristus berada dalam kehidupan saya.”  Setiap individu dari para pionir ini telah menunjukkan teladannya kepada kita yang sedang mengikuti jejak mereka, bahwa mereka berjuang demi iman di arena yang hanya merekalah yang memiliki akses untuk masuk ke sana.


Saya juga teringat akan Lee Boothby, seorang pembela yang selalu hati-hati yang menangani permasalahan mengenai status sahnya gereja di dalam dan di luar Amerika Serikat; Gerald Chipeur, ahli hukum tata negara di Kanada untuk bidang kebebasan beragama; dan Mitchell Tyner, seorang pengacara yang menolong orang-orang yang beriman dalam berbagai kasus yang menyangkut tindakan diskriminasi beragama di Amerika Utara.  Terdapat juga mereka-mereka yang telah menggunakan pengetahuan hukumnya untuk memperbaiki kehidupan para anggota jemaat, untuk melindungi kepentingan-kepentingan gereja, dan untuk memberikan nasihat-nasihat kepada badan-badan yang berada di dalam gereja sehingga mereka akan melindungi diri mereka sendiri dari permasalahan-permasalahan hukum.
Daftar di atas bukanlah merupakan daftar yang lengkap melainkan hanya mewakili sebagian besar penasihat hukum yang berkualitas tinggi dan kompeten yang merupakan orang-orang Advent yang setia.  Setiap pengacara dengan caranya sendiri telah mempengaruhi, menolong, dan memberikan nasihat kepada gereja.  Banyak dari mereka yang telah memberikan waktu dan keahliannya untuk menolong para anggota jemaat, membantu pelayanan-pelayanan di dalam gereja, menyelenggarakan kebaktian kebangunan rohani, dan memberikan nasihat dalam permasalahan kebebasan beragama di mana pada bidang ini hanya merekalah yang mampu untuk melakukannya.

Pengaruh yang Kuat dari Suatu Pilihan
Sedikit yang saya ketahui, ketika saya mempertanyakan karir yang saya pilih, bahwa pilihan tersebut nantinya tidak hanya berpengaruh besar kepada diri saya sendiri melainkan juga kepada orang lain.  Tidak lama setelah saya mulai berpraktek, saya didatangi beberapa pejabat dari Gereja Advent, yang meminta saya untuk membantu seorang pengacara (barrister)7 terkenal yang sedang menangani kasus seorang anggota gereja yang kehilangan pekerjaannya sebagai akibat dari keyakinan agama dan keputusannya untuk tidak bekerja pada hari Sabat.  Untuk mempersiapkan kasusnya, pengacara ini harus mengerti tentang Sabat dan apa artinya bagi orang-orang Advent – kebebasan untuk melakukan kegiatan keagamaan itu tidaklah berlaku semata sebagai suatu prinsip yang dianut oleh orang-orang Advent.  Pada saat persiapan tersebut selesai, ia telah mengerti sepenuhnya tentang Gereja Advent dan ajaran-ajarannya.  Persiapan ini telah menolongnya untuk memberikan argumentasi-argumentasi hukum di hadapan Mahkamah Agung Kanada, yang akhirnya menjadi sebuah putusan penting (landmark decision) yang diberlakukan untuk kepentingan seseorang dalam hal kebebasan beragama dan hak untuk menolak untuk bekerja pada hari perhentian mereka, dan sebagai konsekuensinya menjadi tanggung jawab pemberi kerja untuk melakukan penyesuaian.
Tujuh tahun kemudian, giliran saya untuk tampil di hadapan pengadilan yang sama mewakili gereja.  Kasus ini adalah kasus yang sama tentang penyesuaian (accommodation case) dalam berhari Sabat, di mana kasus tersebut nantinya akan lebih menguatkan hak-hak dan perlindungan kepada individu.   Dengan didampingi oleh dua orang pengacara Advent yang masih muda, saya muncul ke hadapan Mahkamah Agung Kanada untuk mewakili seorang anggota gereja.  Tugas kami adalah meminta kepada pengadilan untuk menjelaskan kepada serikat pekerja supaya membantu dan bukannya menghalangi usaha-usaha para pemberi kerja untuk membantu keyakinan beragama dari seorang karyawan yang beragama Advent.  Bisa sampai kepada tingkat pengadilan yang tertinggi di negara ini merupakan suatu prestasi tersendiri; dengan membantu memberikan nasihat hukum dan sampai kepada suatu keputusan pengadilan yang akan memberikan dampak yang sangat besar kepada orang banyak, tampaknya menjadi suatu tugas yang menakutkan – terutama bagi ketiga pengacara muda ini.  Namun Allah selalu berada di pihak kita.  Ia telah berjanji apabila kita melakukan bagian kita maka Ia akan campur tangan dan melakukan bagian-Nya.  Campur tangan itu datang ketika anggota majelis hakim memasuki mimbar pengadilan.  Anggota majelis hakim yang bersidang pada tingkat Mahkamah Agung termasuk seseorang yang tujuh tahun yang lalu telah melakukan argumentasi terhadap kasus penyesuaian (accommodation case) terhadap anggota jemaat kita.  Ketika beberapa bulan kemudian putusan pengadilan mengenai kasus ini dibuat, putusan ini dihasilkan dengan suara bulat yang isinya mengabulkan setiap perlindungan hukum yang telah kita minta.  Malah pada kenyataannya, keputusan tersebut dibuat oleh hakim yang sama yang beberapa tahun yang lalu mendalilkan argumentasi-argumentasi hukum yang sama untuk anggota gereja Advent.
Kita tidak pernah tahu mengapa Allah membiarkan beberapa peristiwa tertentu terjadi, namun masing-masing kita telah ditempatkan dalam berbagai jenis posisi untuk suatu tujuan tertentu.  Hidup kita haruslah terbuka terhadap tuntunan Roh Kudus sehingga kehendak Allah dapat terjadi dalam kehidupan kita dan di samping itu kita dapat digunakan sebagai alat-Nya sesuai dengan panggilan yang kita terima atau pekerjaan kita.  Jika kita terbuka akan panggilan Allah, Ia akan bekerja melalui kita dengan cara yang ajaib dan menarik orang-orang yang membutuhkan-Nya kepada kita.  Profesi hukum memberikan kesempatan yang begitu unik untuk melakukan hal-hal tersebut.
Apakah anda sedang memikirkan bahwa hukum adalah karir yang akan diambil?  Apabila anda berkomitmen kepada Allah dan kebenaran-Nya yang tetap, seharusnya jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah Ya!  Tidak hanya untuk membela sesama kita dari kesewenang-wenangan, penindasan, dan kekerasan, tetapi juga untuk mengabarkan Injil Yesus dengan cara yang begitu unik yang hanya terbuka bagi mereka di medan yang penuh dengan perjuangan ini.

Catatan dan Referensi
[1] Tulisan ini merupakan terjemahan dari judul aslinya “Do We Need Adventist Lawyers?” yang dimuat dalam majalah Dialogue.  Majalah Dialogue judul lengkapnya “College and University Dialogue”, merupakan suatu jurnal yang sifatnya internasional yang berisi tentang iman, pemikiran dan kegiatan, dipublikasikan tiga kali dalam satu tahun dalam empat edisi (Inggris, Prancis, Portugis dan Spanyol) di bawah dukungan Komite Adventist Ministry to College and University Students (AMiCUS) General Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang mengurusi para mahasiswa Advent yang kuliah di universitas-universitas non-Advent. 
2 Karnik Doukmetzian, (B.A Hons., LLB., University of Windsor) pada saat penulisan artikel ini melayani sebagai wakil Presiden Adventist Risk Management, Inc., bertanggung jawab atas departemen Captive Underwriting, Klaim dan Tingkat Resiko (Risk Placement) dari ARM. Lebih lanjut mengenai tugas beliau di ARM, Doukmetzian juga merupakan wakil presiden dari Gencon Insurance Company of Vermont, Gencon Insurance Service, Inc., Gencon Agency, Inc. dan akan menangani tugas-tugas corporate secretary di ARM dan afiliasi dari perusahaan Gencon.  Seorang pengacara dan anggota asosiasi pengacara di Amerika Serikat dan Kanada, Doukmetzian lulus dari York University dengan gelar kesarjanaan di bidang Studi Strategis.  Beliau memperoleh sarjana hukumnya dari University of Windsor di Ontario, Canada.  Pada tahun 1997, beliau berada di ARM sebagai pengacara klaim di Departemen Klaim.  Sebelum berada pada posisi sekarang ini, beliau melayani sebagai Direktur General Counsel and Public Affairs and Religious Liberty (Penasihat Umum dan Kepentingan Masyarakat dan Kebebasan Beragama) pada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Kanada., dan penasihat hukum dan pengawas keuangan untuk sebuah firma elektronik di Ontario.  Beliau dapat dihubungi di: 12501 Old Columbia Pike; Silver Spring, Maryland 20904; USA atau e-mail: 74617.2627@compuserve.com.  Profil beliau selengkapnya dapat dilihat di www.adventistrisk.org.
Esq. merupakan singkatan dari Esquire.  Menurut Law Dictionary, Esquire merupakan istilah yang biasa diberikan sebagai kepangkatan bagi para tuan tanah di Inggris dan selanjutnya biasa digunakan kepada barristers (pengacara), sergeants, dan judges (hakim) di Inggris.  Sekarang ini digunakan sebagai tambahan gelar bagi mereka yang telah terdaftar untuk melakukan praktek hukum di Amerika Serikat.  Gifis, Steven.H., Law Dictionary (Hauppauge, New York: 1996), p. 174.

Adventist Risk Management, Inc. adalah merupakan perusahaan asuransi yang berada di bawah naungan General Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.  Adventist Risk Management, Inc. menyediakan solusi untuk meminimalkan resiko di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.  ARM memberikan nasihat dan merekomendasikan ukuran-ukuran yang tepat untuk menolong gereja dalam memperkecil kesalahan-kesalahan yang akan memakan biaya yang akhirnya dapat membawa kepada resiko kecelakaan.
3 White, Ellen. G., Messages to Young People, pp. 215, 216, section 66 compiled in Spirit of Prophecy Library Volume 3, (Harrah, Oklahoma, USA: Academy Enterprises, Inc.) p. 1540.
4Menurut Law Dictionary pengertian sebenarnya dari J.D adalah sebagai berikut “Juris Doctor”. Degree awarded today upon completion of formal legal studies by most American law schools.  The degree was formerly designated LL.B.”  Adapun terjemahan bebasnya adalah “Juris Doctor.  Gelar yang diberikan pada zaman sekarang setelah menyelesaikan pendidikan hukum secara formal oleh kebanyakan sekolah-sekolah hukum di Amerika.  Sebelumnya disebut LL.B.”
Gifis, Steven.H., Law Dictionary (Hauppauge, New York: 1996), p. 267.

5J.D diterbitkan dalam bahasa Inggris pada tahun-tahun genap oleh General Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan tersedia secara gratis bagi para pengacara dan mahasiswa fakultas hukum.  Bagi mereka yang tertarik untuk dicantumkan atau mendapatkan terbitannya, dapat menulis surat kepada Robert Nixon, Esq.; General Counsel; General Conference of Seventh-day Adventist; 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, Maryland 20904; USA atau dengan e-mail: bobnix@compuserve.com.(alamat ini digunakan pada saat diterbitkannya publikasi artikel ini)

6Circuit Judge adalah hakim, yang menurut Law Dictionary adalah hakim yang melakukan perjalanan keliling dari satu lokasi ke lokasi yang lain atau memegang pengadilan di berbagai tempat.  Lihat kembali: Gifis, Steven.H., Law Dictionary (Hauppauge, New York: 1996), p. 76.

7Menurut Law Dictionary pengertian Barrister adalah satu dari dua tingkatan praktisi hukum yang fungsinya adalah “memberikan bantuan hukum pada kasus-kasus di pengadilan terbuka” dan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan kasus tersebut. . .ibid., p.46.

8Pada saat penulisan artikel ini kutipan dari kasus ini dapat dilihat secara on-line di www.lexum.umontreal.ca/csc-scc/ en/pub/1993/vol4/html/1993scr4_0141, yaitu kasus Central Okanagan School District No. 23 v. Renaud, [1992]. Atau alamat terbaru dapat dilihat di http://csc.lexum.org/fr/1992/1992rcs2-970/1992rcs2-970.html

karn_lg

Karnik Doukmetzian, Esq
Vice President, Adventist Risk Management, Inc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda
nama :................................
email:.................................
No hp:...............................

Tuhan memberkati