SELAMAT DATANG DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KE 7 SDA HUA AN BANDUNG.jL PADJAJARAN NO 189 LANUD HUSEN SASTRA NEGARA BANDUNG

Jumat, 04 Mei 2012

RAHASIA HIDUP BAHAGIA

RAHASIA KEBAHAGIAAN

Pada tahun 1943, tentara pendudukan Jepang mengirim ratusan "musuh nasional" Amerika dan Eropa ke tempat penampungan di Propinsi Shantung di Cina. Selama berbulan-bulan mereka harus menahan kebosanan, frustrasi, kepadatan yang berlebihan, dan ketakutan. Pertentangan kepribadian timbul, kemarahan meledak. Beraneka macam pertengkaran picik.
Tetapi menurut catatan seorang tawanan, ada seorang pria yang "tanpa diragukan lagi adalah seorang yang sangat didambakan, dihormati dan dicintai", Eric Liddell, seorang misionaris dari Skotlandia.
Seorang pelacur dari Rusia belakangan mengenang bahwa Liddell adalah satu-satunya pria yang mau melakukan sesuatu untuknya tanpa menginginkan bayaran setimpal. Saat ia pertama kali tiba di tahanan, sendiri dan dihina, Liddell membuatkan rak baginya.
Tawanan yang lain mengatakan bahwa,"Ia memiliki ketenangan, cara yang penuh humor untuk menghadapi kemarahan yang menggebu-gebu." Pada salah satu pertemuan yang penuh amarah dari para tahanan, semua orang menginginkan agar seseorang mau melakukan sesuatu kepada anak-anak remaja yang bermasalah. Liddell memecahkan masalah tersebut. Dia mengadakan bermacam olahraga, bermacam ketrampilan dan kelas-kelas untuk anak-anak, dan mulai menghabiskan waktu malamnya bersama mereka.
Liddell mendapatkan kemasyuran dan pujian pada Olimpiade tahun 1924, mendapat medali emas pada lomba lari 400 meter. Tetapi pada saat yang tegang lainnya ia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pemenang dalam perlombaan Kristiani, yang dikagumi oleh hampir semua tahanan duniawi.
Apa yang membuat dia begitu istimewa? Anda dapat menemukan rahasianya setiap jam 6 pagi hari. Itulah saat dia berjalan berjingkat-jingkat melewati teman-temannya yang sedang tidur, duduk di meja, dan menyalakan sebuah lampu kecil untuk menerangi buku catatan dan Alkitabnya. Eric Liddell mencari anugerah dan kekuatan setiap hari dari kekayaan firman Tuhan Allah.

1. BUKU PENUNTUN GAYA HIDUP UMAT KRISTEN

Alkitab ditulis sebagai buku penuntun bagi umat Kristen. Alkitab penuh berisikan cerita-cerita mengenai orang-orang seperti kita yang telah mengalami tantangan yang sama seperti apa yang kita alami setiap hari. Mengenal tokoh-tokoh dalam Alkitab, sukacinta dan penderitaaan mereka, masalah dan kesempatan yang mereka alami-- dapat menolong kita bertumbuh dewasa sebagai orang Kristen.

Mazmur Daud menggambarkan ketergantungan kita setiap hari kepada firman Allah yang dibandingkan dengan lampu penerang (lampu senter):

"FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." - Mazmur 119:105.
(Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab di dalam panduan DISCOVER ini berasal dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia).

Terang yang kita dapatkan setiap hari dari Alkitab memperjelas kualitas yang kita butuhkan di dalam kehidupan kita dan prinsip-prinsip dari pertumbuhan kerohanian kita. Di atas segalanya, Alkitab memperkenalkan kita dengan Yesus, Terang Dunia. Hidup akan berarti hanya jika Yesus bersinar di dalamnya.

2. PERSAHABATAN YANG MENGUBAHKAN

 
Kristus menginginkan agar Alkitab dapat menjadi nyata bagi anda sama seperti surat pribadi dari seorang sahabat.

"Aku memanggil kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu." - Yohanes 15:15.

Yesus menginginkan yang terbaik bagi kita. PerkataanNya membawa kita ke dalam lingkaran ke-Allahan: mereka yang Ia ceritakan rahasianya dan diajar secara pribadi.

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam aku." - Yohanes 16:33.

Untuk dapat memperoleh damai sejahtera, dan hubungan yang baik dengan Kristus tersebut, kita perlu membaca surat yang dikirimkanNya untuk kita. Itulah apa yang ada dalam Alkitab: surat dari surga. Jangan biarkan surat-surat tersebut tidak dibuka. Berita yang mengubahkan yang anda butuhkan ada pada firman tersebut. Di sini ada salah satu kesaksian tentang pengaruh Alkitab: "Saya membutuhkan pertolongan, dan saya menemukannya di dalam Yesus. Saya percaya Yesus karena Ia bagi saya adalah seorang Juruselamat. Saya percaya Alkitab karena saya telah menemukan didalamnya suara dari Allah untuk jiwa saya." The Ministry of Healing, hlm. 461.

 
3. PENUNTUN KEPADA KEHIDUPAN DI DALAM ALKITAB DAN SEPULUH PERINTAH

Jikalau kita melihat secara sekilas kepada Sepuluh Perintah, kita akan mengerti mengapa Sepuluh Perintah dan Alkitab adalah dasar yang tidak dapat diabaikan untuk hidup benar.

Sepuluh Perintah ini pada dasarnya dibagi ke dalam dua bagian. Empat bagian yang pertama menegaskan hubungan kita dengan Tuhan Allah dan enam bagian yang terakhir menegaskan hubungan kita dengan sesama manusia. Ini dapat dilihat dalam Keluaran 20:3-17.
Dua perintah yang pertama menggambarkan hubungan kita dengan Allah dan penyembahanNya.
I. Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu.
II. Jangan membuat bagimu patung ... jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya ....

Perintah ke 3 dan 4 menggambarkan hubungan kita dengan nama Allah dan hari yang disucikanNya.
III. Jangan kamu menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sia-sia
IV. Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu...

Perintah ke 5 dan 7 menjaga tali kekeluargaan.
V. Hormatilah ayahmu dan ibumu...
VII. Jangan berzinah

Perintah ke 6, 8, 9 dan 10 melindungi kita dalam hubungan sosial kita.
VI. Jangan membunuh
VIII. Jangan mencuri
IX. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
X. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya ... atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Kesepuluh perintah Allah menegaskan hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Inilah tonggak penunjuk jalan dari cara hidup umat Kristen.

4. APA YANG YESUS KATAKAN MENGENAI SEPULUH PERINTAH

Suatu hari saat Yesus sedang mengajar, seorang muda yang bersemangat bergegas datang kepadaNya dan bertanya, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Matius 19:16). Yesus dapat melihat bahwa anak muda tersebut sedang bergulat dengan masalah keuangan dan menyarankan kepadanya agar meninggalkan hartanya dan "menurut hukum Allah" (ayat 17).

Anak muda tersebut berusaha untuk mengenyampingkan anjuran Yesus tentang masalahnya dengan menanyakan hukum yang mana yang Yesus bicarakan. Yesus memberikan beberapa daftar dari Sepuluh Perintah (ayat 18, 19).

Akhirnya, anak muda yang kaya dan berkuasa itu meninggalkan Yesus dengan sedih (ayat 20-22). Ia dapat memberikan persetujuan secara mental kepada Sepuluh Perintah, tetapi ia tidak dapat menuruti roh dari hukum tersebut dengan menelantarkan sifat mementingkan dirinya sendiri. Sepuluh Perintah menunjukkan kepada kita batasan dimana hubungan sehat kita dengan Allah dan sesama kita dapat bertumbuh. Yesus menunjukkan kepada ketaatan sama seperti jalan menuju kegembiraan:

"Jikalau kamu MENURUTI PERINTAHKU, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. SEMUANYA ITU KUKATAKAN KEPADAMU SUPAYA sukacitaKu ada didalam kamu dan SUKACITAMU MENJADI PENUH." - Yohanes 15:10, 11.

5. PENUNTUN KEPADA HIDUP YANG BERBAHAGIA

Buku Pengkhotbah merupakan laporan tentang bagaimana Raja Salomo mencari kebahagiaan. Raja Salomo mencatat pencarian kebahagiaannya dari kekayaan dunia: rumah-rumah yang bagus, kebun anggur yang produktif, taman-taman yang indah, dan kebun buah-buahan dengan buah-buah yang lezat. Dia menggandakan pelayan-pelayannya. Dia mendapatkan dirinya dikelilingi oleh setiap benda-benda materi yang mungkin diingini setiap manusia. Tetapi kebahagiaan jauh darinya, dan ia menulis:

"Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin." - Pengkhotbah 2:11.

Salomo kemudian berbalik untuk mencari kesenangan dunia ini dengan harapan akan mendapatkan kebahagiaan. Ia melakukan ini dengan cara meminum anggur, wanita-wanita dan lagu. Kesimpulan yang dibuatnya:

"Kesia-siaan! Kesia-siaan!... segala sesuatu adalah sia-sia!" - Pengkhotbah 12:8.

Salomo pernah merasakan dan melihat bahwa Allah itu baik. Saat ia membandingkan awal kehidupannya yang taat kepada Allah dengan pengejarannya yang sembrono atas kebahagiaan dalam hal-hal dosa, dia mengambil keputusan:

"Akhir kata dari semua yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." - Pengkhotbah 12:13

Salomo merasakan bahwa ia bisa mendapatakan sebuah jalan pintas kepada kebahagiaan di dalam kehidupan yang bebas. Mendekati saat akhir hidupnya, dia cukup tegar untuk mengakui kesalahannya. Untuk menyelamatkan orang lain dari kesalahan yang sama, ia menulis,

"Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum." - Amsal 29:18.

6. SEPULUH PERINTAH ADALAH SUATU PENUNTUN PERJANJIAN BARU YANG SANGAT DIPERLUKAN

Dalam Perjanjian Baru, Yakobus bersaksi: "Sebab itu barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagain dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: 'Jangan berzinah', Ia mengatakan juga: 'Jangan membunuh.' Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." - Yakobus 2:10-12.

Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah gereja Baptis yang hebat dari abad yang lalu, menyatakan: "Hukum Allah adalah hukum yang bersifat ketuhanan "suci, surgawi, sempurna.... Tidak ada perintah yang terlalu banyak, tidak ada yang terlalu sedikit, tetapi sangat tidak ada bandingannya bahwa kesempurnaannya membuktikan sifat ketuhanannya."

John Wesley, salah satu pendiri gereja Methodist menuliskan ini tentang keabadian alamiah dari hukum: "Hukum moral didapati dalam Sepuluh Perintah ... Dia [Kristus] tidak menghapuskannya.... Semua bagian dari hukum ini harus tetap diberikan kepada semua manusia dan pada segala zaman." - Sermons, Vol.1, hlm.221, 222.
Billy Graham, pengabar Injil yang paling dihormati di dunia, sangat menjunjung tinggi Sepuluh Perintah sehingga ia menuliskan keseluruhan buku mengenai pentingnya Sepuluh Perintah dengan orang Kristen.

7. KUASA UNTUK MENURUT

Alkitab dan Sepuluh Perintah adalah suatu yang tidak dapat diubah, sangat diperlukan, penuntun yang sempurna kepada hidup bahagia. Tetapi hati tetap ingin melawan. Seorang wanita mengekspresikannya sebagai berikut: "Saya percaya Sepuluh Perintah adalah berlaku, saya yakin bahwa memeliharanya menuntun kepada kebahagiaan. Saya telah mencoba sebisa mungkin untuk memeliharanya, tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya akhirnya mulai percaya bahwa tidak ada orang yang dapat memeliharanya juga."

Kecenderungan alamiah seseorang ialah untuk mencoba menjalankan kehidupan yang taat kepada perintah Allah. Tetapi menjawab usaha tersebut diatas, berulang-ulang dari hati seseorang yang paling gelap keluar tanggapan yang frustrasi, "Saya tidak dapat menurut!" Kenapa? Karena:

"Sebab keingingan daging adalah perseteruan dengan Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya." - Roma 8:7.

Apakah tujuan dari Sepuluh Perintah itu?

"Melalui hukum Taurat orang mengenal dosa." - Roma 3:20.


Fungsi dari hukum adalah untuk menuntun kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak ada harapan yang membutuhkan seorang Penyelamat.

"Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman." - Galatia 3:24.

Yesus adalah jawabannya! Saat kita berada di kaki Yesus dalam keadaan yang sama sekali tak tertolong, dengan iman kita dapat menerima pengampunan dosa kita dan kekuatan dari Dia untuk menuruti perintahNya.

8. PENURUTAN PENUH KASIH KEPADA SEPULUH HUKUM

Yesus berkata kepada kita bahwa penurutan adalah hasil dari kasih:

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu." - Yohanes 14:15.

Jika kita mengasihi Allah, kita akan menuruti empat hukum yang pertama yang mana menerangkan hubungan kita dengan Allah; dan jika kita mengasihi sesama manusia, kita akan mentaati enam hukum yang terakhir yang menerangkan hubungan kita dengan sesama.

Orang yang menginjak-injak Sepuluh Perintah adalah berdosa:

"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran Hukum Allah." - 1 Yohanes 3:4.


Tetapi syukur kepada Tuhan, kita mempunyai seorang Juru Selamat yang datang ke dunia ini dan mati, dibangkitkan, dan sekarang hidup dengan satu tujuan:

"Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, SUPAYA IA MENGHAPUS SEGAL DOSA, dan di dalam Dia tidak ada dosa." - Ayat 5.

Juru Selamat kita mengampuni dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). Dia lalu berjanji akan memberikan kepada kita kasihNya untuk mengasihi dengan penangkal kepada kehidupan yang mementingkan diri sendiri dan dosa:

"ALLAH TELAH MENCURAHKAN KASIHNYA KE DALAM HATI KITA oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." - Roma 5:5.

Kita tidak memiliki pembawaan dari dalam untuk dapat memelihara hukum Allah. Kasih Allah "dicurahkan... dalam hati kita" adalah satu-satunya harapan kita.

 
9. ANUGERAH ALLAH DAN PENURUTAN KEPADA HUKUM

Keselamatan adalah suatu anugerah. Kita tidak dapat mencarinya. Kita hanya dapat menerimanya dengan iman. Kita menerima pembenaran (berdiri benar bersama dengan Allah) sebagai suatu pemberian, semata-mata melalui iman karena kemurahan Allah.

"Sebab oleh karena KASIH KARUNIA KAMU DISELAMATKAN oleh IMAN; itu bukan hasil usahamu, tetapi PEMBERIAN ALLAH. Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri." - Efesus 2:8, 9.

Kita tidak dapat mentaati perintah melalui usaha kita sendiri. Kita tidak dapat menuruti perintah supaya diselamatkan. Tetapi saat kita datang kepada Yesus dengan iman dan penyerahan dan diselamatkan, kasihnya mengisi hati kita. Sebagai hasil dari anugerah ketuhanan dan penerimaan ini, kita berkeinginan untuk mengikuti Dia dan taat kepadaNya melalui kuasa kasihNya di dalam hati kita (Roma 5:5). Paulus menekankan kegagalan dari usaha manusia dan menunjukkan bahwa kita tidak berada di bawah hukum sebagai jalan kepada keselamatan, tetapi "di bawah Kasih Karunia."

"Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak." - Roma 6:15.
Mengapa? Karena hati yang terdorong oleh kasih menghasilkan kehidupan yang mencintai penurutan! (Roma 13:10). Mencintai Kristus berarti menurutiNya:

"Barang siapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku." - Yohanes 14:21.

Eric Liddell menunjukkan bahwa, meskipun dalam situasi yang terburuk sekalipun, umat percaya yang terhubungkan dengan kekuatan Allah dapat hidup puas, hidup dalam penurutan. Liddel menunjukkan suatu anugerah yang menarik pada saat tertekan dan ketakutan. Hubungan kasihnya dengan Kristus menguatkannya dengan Roh Kudus, dan menyanggupkan dia untuk bertemu "suatu kebenaran yang dituntut dari hukum" (Roma 8:1-4). Suatu hubungan kasih dengan Juru Selamat yang disalibkan dan bangkit dapat menghasilkan kualitas hidup seperti itu.

Sudahkah anda menemukan rahasia ini untuk diri anda sendiri? Kasih Yesus kepada anda menyebabkanNya memberikan hidupNya untuk dosa anda. Dia menawarkan untuk menguatkan semua hubungan anda dengan kasihNya dan untuk "melengkapi anda dengan semua yang baik untuk melakukan kehendakNya" (Ibrani 13:21). Apakah tanggapan anda?


Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

DARI ORANG BERDOSA MENJADI KUDU

DARI PENDOSA YANG BERSALAH MENJADI ORANG KUDUS YANG DIAMPUNI
Tidak ada sidik jari. Tidak ada senjata yang diketemukan. Tidak ada seorangpun yang menyaksikan pembunuh itu memasuki kantor dokter itu. Tidak terdengar suara tembakan. Namun dokter itu ditemukan terkulai di belakang meja kerjanya. Lima peluru menembus kemejanya.
Tampaknya seperti kejahatan yang sempurna. Polisi mula-mula tidak menemukan petunjuk apapun. Namun kemudian mereka memperhatikan kabel kecil tersambungkan ke tempat pensil di meja dokter itu. kabel itu mengarah ke kaset perekam di laci meja. Mereka menyadari, tempat pensil itu sebenarnya adalah mikrofon rahasia yang digunakan dokter itu untuk merekam percakapannya dengan pasien yang sedang berkonsultasi.
Penyidik segera memutar pita rekaman, dan dengan terheran-heran mulai mendengarkan rekaman kejadian kejahatan tersebut. Seseorang bernama Anthony masuk ke kantor dan mulai berdebat dengan dokter itu. lalu terdengar letusan senjata. Pita rekaman itu berakhir dengan erangan dari dokter yang sekarat di karpet. Setiap rincian yang mengerikan telah terekam. Pembunuh itu mengira kejahatannya akan tetap menjadi rahasia. Ia telah sangat berhati-hati untuk tidak meninggalkan jejak. Akan tetapi pita rekaman itu menceritakan segalanya.
Dalam panduan ini kita akan belajar tentang penghakiman Allah yang terakhir ketika umat manusia diadili menurut apa yang telah mereka lakukan seperti yang direkam di dalam kitab kehidupan (Wahyu 20:12). Bagi orang-orang yang belum menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka, ini adalah kabar buruk. Namun penghakiman ini adalah kabar yang sangat baik bagi mereka yang telah mendapatkan jaminan di dalam Kristus.
1. BAGAIMANA ANDA DAPAT MENGHADAPI PENGHAKIMAN TANPA RASA TAKUT
Siapakah yang akan menghakimi dunia?

"Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak." - Yohanes 5:22.

Bagaimana salib mempersiapkan Kristus menjadi Hakim kita?

"Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya. MaksudNya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus." - Roma 3:25, 26.

Kematian Kristus sebagai pengganti kita memungkinkan Ia untuk bertindak sebagai Hakim dan Pembela yang murah hati yang dapat mengampuni pendosa yang bertobat. Ketika jagat raya yang menyaksikan hal ini bertanya, "Bagaimana mungkin hakim yang tidak tidak berpihak menyatakan seorang yang bersalah menjadi tidak bersalah?" Kristus dapat menjawab dengan menunjukkan bekas luka di tanganNya. Ia telah menerima hukuman yang adil karena dosa-dosa kita di dalam tubuhNya.

Kitab di surga menyimpan catatan kehidupan setiap orang, dan catatan ini dibuka pada saat penghakiman (Wahyu 20:12). Inilah kabar buruk bagi orang yang membayangkan dosa rahasia dan kejahatan mereka tidak akan pernah menghantui mereka. Namun ada kabar yang sangat baik bagi semua orang yang secara tulus menerima Kristus sebagai Pembela mereka di surga: "Darah Yesus... menyucikan kita dari pada segala dosa" (1 Yohanes 1:7). Apakah yang ditawarkan Yesus sebagai ganti dari kehidupan kita yang penuh dosa?

"Dia yang tidak mengenal dosa dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." - 2 Korintus 5:21.

Kehidupan kita di dalam dosa digantikan dengan kehidupan Kristus yang sempurna dan benar. Karena kehidupan dan kematian Yesus yang tanpa dosa itu, Tuhan dapat mengampuni kita dan memperlakukan kita seolah kita tidak pernah berdosa. apakah yang meluluskan Yesus sebagai Pembela dan Hakim kita?

2. KRISTUS DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
Pada saat baptisanNya, Yesus diurapi oleh Roh Kudus:

"Setelah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya. Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." - Matius 3:16, 17.

Segera setelah diurapi oleh Roh Kudus pada saat dibaptis, pada murid-muridNya mengumumkan:

"Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus.)" - Yohanes 1:41.
Para murid itu mengetahui kata bahasa Ibrani "Mesias" dan kata Yunani "Kristus" keduanya berarti "Yang Diurapi." Lukas, salah satu murid Yesus, mencatat tanggal pembaptisan Yesus sebagai Mesias, yaitu tahun kelima belas dalam pemerintahan Kaisar Tiberius (Lukas 3:1). Bagi kita, ini berarti tahun 27 Masehi. Lebih dari 500 tahun sebelum Yesus datang, nabi Daniel meramalkan bahwa Yesus akan diurapi sebagai Mesias pada tahun 27 Masehi.

"Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa [minggu, Ibrani]; dan enam puluh dua kali tujuh masa." - Daniel 9:25.

Tujuh minggu dan enam puluh dua minggu seluruhnya adalah enam puluh sembilan minggu atau 483 hari (7 x 69 = 483 hari). Dalam nubuatan Alkitab yang menggunakan lambang, satu hari sama dengan satu tahun (Yehezkiel 4:6; Bilangan 14:34), maka 483 hari sama dengan 483 tahun. Daniel meramalkan bahwa satu perintah akan dikeluarkan untuk memulihkan dan membangun Yerusalem kembali, dan tepat 483 tahun setelah perintah ini dikeluarkan, Mesias akan muncul.

Apakah Yesus muncul sebagai Mesias pada waktu yang ditetapkan? Artahsasta mengeluarkan perintah untuk membangun Yerusalem pada tahun 457 SM (Ezra 7:7-26). Masa 483 tahun itu berakhir pada tahun 27 Masehi (457 SM + 27 Masehi = 484). Perintah itu dikeluarkan pada tahun 457 SM dan Kristus diurapi pada tahun 27 Masehi, dengan menghitung tengah tahunnya, maka tahun yang tepat adalah 483 tahun.
Pada waktu diurapi di tahun 27 Masehi, Yesus muncul dengan pekabaran: "Waktunya telah genap" (Markus 1:15). Penggenapan yang akurat dari nubuatan Alkitab adalah perjanjian yang mengesankan bahwa Yesus dari Nazaret adalah benar-benar Mesias, Tuhan di dalam raga manusia. Berapa lamakah Yesus membuat perjanjian?

"Raja itu akan membuat perjanjian itu selama satu kali "tujuh masa" [minggu, Ibrani]." - Daniel 9:27, bagian pertama.

Jikalau kita menerapkan prinsip satu hari sama dengan satu tahun, satu "minggu" ini adalah 7 tahun, dari tahun 27 sampai 34 Masehi, Yesus membuat perjanjian, yang telah dibuatNya kepada Adam dan Hawa segera setelah mereka jatuh ke dalam dosa. Tuhan Allah membuat perjanjian, sebuah janji, bahwa Ia akan menyelamatkan umat manusia dari dosa melalui kematian Seseorang yang akan dikirimkanNya untuk mati bagi dosa-dosa kita (Kejadian 3:15). Apakah yang harus terjadi pada pertengahan minggu ketujuh puluh itu?

"Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan." - Daniel 9:27, bagian akhir.

Yesus disalibkan pada tahun 31, di "pertengahan minggu itu". Pada saat Yesus mati, Tuhan Allah merobek "tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Matius 27:51). Persembahan korban yang akan disembelih (perlambang dari Yesus, Domba Allah) terlepas dari tangan imam. Ini adalah tanda bahwa Tuhan Allah tidak lagi menginginkan manusia mempersembahkan korban binatang. Sementara menepati nubuatan secara tepat, Yesus "menghentikan" setiap kebutuhan untuk mempersembahkan korban. Sejak kematian Yesus, orang dapat berhubungan dengan Tuhan tidak lagi melalui korban binatang dan imam manusia, melainkan melalui Mesias, Anak Domba Allah dan Imam Besar kita.


3. JAMINAN PENGAMPUNAN DOSA
Menurut nubuatan Daniel, mengapa Yesus mati?

"Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa." - Daniel 9:26.

Pada saat kematiannya di kayu salib, Yesus "disingkirkan." Dia mati, tetapi bukan bagi diriNya sendiri, bukan untuk menebus akibat dosaNya sendiri, tetapi menebus akibat dosa-dosa seluruh dunia. Bagaimanakah kita dapat mengetahui bahwa Tuhan telah mengampuni semua dosa kita?

"Kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya... KARENA SEMUA ORANG TELAH BERBUAT DOSA... dan telah DIBENARKAN dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian KARENA IMAN, DALAM DARAHNYA." - Roma 3:22-25.

Kata kunci di dalam ayat-ayat ini adalah: Kita, semua telah berdosa, namun karena kemurahan Tuhan Allah, semua dibenarkan, yang beriman dalam kuasa penyucian dari darah Kristus. Ketika kita dibenarkan, Tuhan Allah menyatakan bahwa kita tidak bersalah, dengan menghapuskan kesalahan dari dosa di masa lalu. Dan Tuhan Allah menyatakan kita dibenarkan: pembenaran datang dari Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.

Semua orang yang lelah karena perjuangan untuk menjadi baik, dengan usaha kita sendiri, akan mendapatkan istirahat di dalam penerimaan kepada kemurahan Kristus. Ia berjanji, "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Kita semua yang berbeban karena luka dari masa lalu dan karena perasaan sakit karena malu dan kekurangan, dapat menemukan kedamaian dan keutuhan di dalam Kristus.

4. MASA PENGHAKIMAN DIMULAI

Di dalam kitab Daniel pasal kedelapan, seorang malaikat menunjukkan kepada nabi itu pemandangan masa depan yang besar. Daniel melihat (1) domba jantan, (2) kambing jantan, dan (3) dari salah satu tanduk kambing jantan itu, "muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar" (Daniel 8:8, 9); yang melambangkan (1) Medi-Persia, (2) Yunani, dan (3) Roma (Daniel 8:1-12, 20-26). Apakah bagian ke-empat dari nubuatan itu?

"'Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari...?' Maka ia menjawab: 'Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi [atau hari, Ibrani], lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.'" - Daniel 8:13, 14.

Daniel jatuh tertelungkup sebelum malaikat itu dapat menjelaskan bagian 2,300 hari dari nubuatan itu, dan pasal kedelapan ditutup dengan tanpa penjelasan. Akan tetapi kemudian malaikat itu muncul kembali dan berkata:

"Jadi, camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan." - Daniel 9:22-24.

2,300 hari, tentu saja adalah 2,300 tahun, masing-masing hari adalah satu tahun (Yehezkiel 4:6). Tujuh puluh minggu, atau 490 tahun, adalah bagian pertama dari masa panjang 2300 tahun. Kedua masa itu dimulai pada tahun 457 SM, ketika Persia mengeluarkan perintah untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem. Dengan mengurangi 490 tahun dari 2,300 tahun, tinggallah 1,810. Tambahkan ,1810 tahun kepada tahun 34 M, ketika masa 490 tahun berakhir, kita akan sampai ke tahun 1844.

5. TEMPAT YANG KUDUS DIPULIHKAN, PENGHAKIMAN

Malaikat yang memberitakan kepada Daniel bahwa pada tahun 1844, pada akhir masa 2,300 tahun, "tempat yang kudus itu akan dipulihkan dalam keadaannya yang wajar." (Daniel 8:14). Apakah artinya ini? Sejak tahun 70 ketika bangsa Roma menghancurkan Bait Allah di Yerusalem, umat Allah tidak lagi memiliki tempat kudus di bumi. Maka tempat kudus yang akan dipulihkan itu, yang dimulai tahun 1844, tentunya adalah tempat kudus yang ada di surga, yang tiruannya adalah Kemah Allah di bumi.
Nah, apakah artinya memulihkan tempat kudus di surga dalam keadaannya yang wajar? Bangsa Israel di jaman dulu menyebutkan hari pemulihan tempat kudus di bumi dengan nama Yom Kippur, Hari Pendamaian. Ini sebenarnya adalah hari penghakiman.
Seperti yang disebutkan di dalam Panduan 12, kegiatan Kristus bagi kita di dalam tempat kudus ada dua tahap: (1) persembahan korban sehari-hari berpusat pada pelayanan imam di bilik pertama, Bilik Yang Suci. (2) persembahan korban tahunan berpusatkan kepada pelayanan Imam Besar di bilik kedua, Bilik Yang Maha Suci (Imamat 16).
Di tempat kudus di bumi, ketika orang mengakui dosanya setiap hari, darah dari binatang yang disembelih dipercikkan ke tanduk mezbah, dan kemudian dipindahkan ke Bilik Yang Suci (Imamat 4 dan 6). Maka, secara perlambang, setiap hari, dosa-dosa yang diakui dibawa ke tempat kudus dan tetap tinggal di sana.
Kemudian, setiap tahun, pada Hari Pendamaian, Kemah Suci dibersihkan dari semua dosa yang diakui selama setahun (Imamat 16). Dalam pembersihkan ini, Imam Besar mempersembahkan korban khusus dari kambing yang dipilih. Kemudian ia membawa darahnya ke Tempat Yang Maha Suci dan memercikkan darah penebus ini di depan tirai pendamaian untuk menunjukkan bahwa darah Yesus, Penebus yang akan datang, akan membayar upah dosa. Imam Besar secara perlambang memindahkan dosa-dosa yang diakui dari Kemah Suci ke atas kepada kambing jantan yang lain, kemudian melepaskannya ke padang gurun dan mati di sana (Imamat 16:20-22).
Upacara Hari Pendamaian tahunan ini membersihkan Kemah Suci dari dosa. Orang Israel menganggap hari ini sebagai hari penghakiman karena orang-orang yang menolak mengakui dosa-dosa mereka akan dianggap tidak benar dan "disingkirkan" dari umat Allah (23:29).
Apa yang dilakukan setahun sekali secara simbolis oleh Imam Besar, dilakukan oleh Yesus sekali untuk selamanya sebagai Imam Besar kita (Ibrani 9:6-12). Pada hari penghakiman, Ia menghapuskan dari tempat suci semua dosa-dosa yang telah diakui dari orang-orang yang telah menerima Dia sebagai Juruselamat mereka. Jikalau kita mengakui dosa-dosa kita, Ia akan menghapuskan untuk selama-lamanya semua catatan tentang dosa kita pada saat itu (Kisah 3:19). Pelayanan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dimulai Yesus di tahun 1844.
Tahun 1844, ketika saat penghakiman Tuhan Allah mulai di surga, pekabaran tentang saat penghakiman mulai diberitakan ke seluruh dunia (Wahyu 14:6-7). Panduan DISCOVER selanjutnya akan membahas pekabaran ini.
6. MENGHADAPI CATATAN KEHIDUPAN KITA DI SAAT PENGHAKIMAN

Sejak tahun 1844, Kristus, sebagai Hakim, telah memeriksa catatan setiap orang yang pernah hidup untuk menentukan siapa yang akan diselamatkan ketika Yesus datang kembali. Sebagai Hakim kita, Yesus "menghapuskan" semua dosa-dosa orang percaya dari catatan kehidupan mereka di surga (Kisah 3:19).
Ketika nama anda muncul di dalam penghakiman, akan mudah menghadapi catatan kehidupan anda jikalau anda menerima Kristus sebagai Pengganti kita. Dan ketika penghakiman bagi umat percaya telah selesai, Yesus kembali ke bumi untuk membawa upah mereka (Wahyu 22:12, 14).
Apakah anda akan berada di sana ketika Yesus datang? Atau apakah ada sesuatu yang telah anda sembunyikan daripadaNya? Apakah anda memiliki hubungan yang jujur dan terbuka dengan Dia yang menjanjikan:

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." - 1 Yohanes 1:9.

Pengakuan semata-mata berarti bahwa kita setuju untuk menghadapi dosa-dosa kita, menerima pengampunan dari Tuhan, dan mengakui bahwa kita membutuhkan kuasa dan kemurahanNya.

Ketika mengunjungi sebuah penjara di Potsdam, Raja Frederick William I mendengarkan sejumlah permohonan ampun. Semua orang hukuman di penjara itu bersumpah bahwa hakim yang berprasangka, ahli hukum yang tidak jujur menyebabkan mereka dijebloskan di penjara. Dari satu sel ke sel lainnya, berlangsung kisah yang sama tentang orang yang tidak bersalah namun disalahkan. Tetapi di salah satu sel, orang hukuman itu tidak berkata apa-apa. Dengan heran, Frederick bergurau, "Saya kira kamu juga tidak bersalah." "Tidak Yang Mulia," jawab lelaki itu, "Saya bersalah dan sangat pantas mendapatkan apa yang saya alami sekarang." Raja itu berpaling kepada pengawalnya dan memanggil dengan keras, "Datang kemari dan bebaskan penjahat ini segera, sebelum ia merusak orang-orang yang tak bersalah di sini."
Bagaimanakah persiapan kita dalam penghakiman nanti? Bagaimanakah caranya supaya kita siap menyambut kedatangan Kristus? Hanya dengan pengakuan yang jujur tentang kebenaran: "Saya sangat pantas menanggung hukuman mati karena dosa-dosa saya, tetapi Orang Lain telah menggantikan tempat saya dan memberikan saya pengampunan yang besar.
Buatlah kesediaan sekarang juga bahwa apapun yang akan terjadi, anda akan menjaga hubungan dengan Yesus jujur dari mata-ke-mata, da tulus dari hati-ke-hati.



Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

JURU SELAMAT YANG SETIA

JURUSELAMAT YANG SELALU HADIR
Saat seorang Skotlandia bernama Peter tersesat di padang rumput tempat pembuangan sampah pada suatu malam yang gelap, Tuhan memanggil namanya: " Peter!" Saat suara dari surga memanggilnya kembali, Peter berhenti berjalan, melihat ke bawah, dan ia menemukan bahwa ia hanya tinggal selangkah lagi akan jatuh ke tambang batu kapur yang sudah terbengkalai.
Bukankah itu akan sangat indah jika kita masing-masing dapat mendengarkan Tuhan memanggil nama kita? Bukankah itu hal yang akan menggembirakan jika Dia bisa sebegitu dekatnya dengan kita dan kita bisa duduk bersama-sama denganNya dan bercakap-cakap mengenai pergumulan hidup dan harapan kita?
1. HUBUNGAN TANPA BATAS DENGAN YESUS
Percaya atau tidak, kita dapat datang lebih dekat kepada Yesus sekarang dari pada saat jika Ia tinggal bersama-sama dengan kita sebagai seseorang yang dapat terlihat. Memiliki Yesus secara nyata dalam daging di kota kita akan merupakan suatu yang sangat bagus tentunya, tetapi pikirkan kerumunan orang yang berdesak-desakkan untuk dapat melihat lebih dekat. Pikirkanlah keinginan pada zamanNya. Kita mau melakukan sesuatu dengan baik agar dapat berbicara langsung denganNya untuk beberapa menit saja di dalam hidup kita.
Harapan Kristus adalah untuk mengolah hubungan pribadi dengan kita masing-masing. Itulah salah satu alasan mengapa Ia meninggalkan bumi ini untuk melakukan pelayanan khusus di Surga yang memungkinkan Dia untuk datang dekat kepada maing-masing dari kita setiap hari. Karena Yesus tidak terbatas berada hanya di satu tempat saja sama seperti waktu Ia berada di dunia ini, melalui Roh Kudus Dia sekarang dekat untuk menuntun kehidupan dari setiap orang yang menginginkannya secara pribadi. Janji yang menguatkan apakah yang Yesus berikan saat sebelum Ia naik ke Surga?

"AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA, sampai kepada akhir zaman." - Matius 28:20.


Apakah yang Kristus lakukan di Surga yang memungkinkan Dia untuk " selalu bersama dengan kita"?

"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punyai, bukanlah Imam Besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya." - Ibrani 4:14-16.

Catat jaminan yang kita peroleh bila kita memiliki Yesus sebagai pengantara pribadi kita di Surga: "Dicobai dalam segala hal, sama seperti kita juga dicobai." "Bersimpati dengan kelemahan kita." "Menolong kita pada saat kita membutuhkan pertolongan." Bersama dengan Yesus sebagai Imam Besar kita, kita tidak lagi terpisahkan oleh jarak kita dengan Surga; Kristus dapat menuntun kita ke hadirat Allah. Tidak heran jika kita diminta untuk "meraih tahta anugerah dengan penuh keyakinan." Kedudukan apakah yang Yesus tempati di Surga?

"Tetapi Ia (Yesus), setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya DI SEBELAH KANAN ALLAH." - Ibrani 10:12.

Kristus yang hidup, "seorang yang dapat mengerti" adalah perantara pribadi kita pada tahta "sebelah kanan Allah." Bagaimanakah kehidupan Yesus menyiapkan Dia untuk menjadi Imam kita?

"Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan SAUDARA-SAUDARANYA, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pecobaan, maka IA DAPAT MENOLONG mereka yang dicobai." - Ibrani 2:17, 18.

"Saudara" kita yang ikut merasakan kemanusiaan kita, "dicobai" seperti kita dicobai, sekarang adalah Imam Besar kita disebelah kanan Bapa. "Dijadikan seperti" kita, Ia mengetaui apa yang kita sedang alami. Ia pernah merasa lapar, haus, dicobai, dan kehabisan tenaga. Ia dapat merasakan kebutuhan kita akan rasa simpati dan pengertian. Tetapi di atas segalanya, Yesus dapat menjadi Imam Besar kita karena Ia telah mati untuk menebus dosa kita. Dia membayar hutang dosa kita dengan mati menggantikan kita. Ini adalah Ajaran, Kabar Baik bagi semua orang dimana saja dan setiap waktu.

Salah seorang dari direktur Sekolah Alkitab membagikan pengalamannya: "Ketika anak perempuan paling kecil kami masih berumur tiga tahun, tangannya terjepit kursi lipat, yang menyebabkan tulangnya hancur. Saat kami terburu-buru membawa dia kedokter, tangisannya yang kencang karena kesakitan sangat meyakitkan hati kami. Dan anak kami yang berusia lima tahun juga sangat sangat tersentuh. Saya tidak akan pernah melupakan kata-katanya setelah dokter telah mengobati luka adiknya. Dia terisak, "Oh, Ayah, saya berharap itu terjadi pada jari saya!""
Saat semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan diputuskan untuk mati selamanya, Yesus berkata, "Oh, Bapa, Saya berharap itu adalah Saya." Dan Allah mengabulkan permintaan Yesus di kayu salib. Juru Selamat kita telah mengalami segala penderitaan yang telah kita alami bahkan lebih dari itu.
2. KABAR BAIK DI DALAM PERJANJIAN LAMA
Saat bangsa Israel berkemah di kaki gunung Sinai, Allah memerintahkan Musa untuk mendirikan kaabah yang dapat dipindahkan untuk berbakti "Sesuai dengan pola yang ditunjukkan kepadamu (Musa) di atas gunung." (Keluaran 25:40). Hampir 500 tahun kemudian, kaabah batu besar Raja Salomo menggantikan kaabah yang dapat dipindahkan tersebut. Dan kaabah itu didirikan sama persis dengan kaabah yang dapat dipindah-pindahkan pada zaman Musa. Saat Allah memberikan kepada Musa petunjuk untuk mendirikan kaabah, tujuan khusus apakah yang ada dalam rencana Allah?

"Dan mereka harus membuat tempat kudus bagiKu, supaya AKU AKAN DIAM DI TENGAH-TENGAH MEREKA." - Keluaran 25:8.

Dosa menyebabkan perpisahan yang tragis antara manusia dan penciptanya. Kaabah adalah cara Allah untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Ia dapat tinggal di tengah-tengah mereka kembali. Kaabah, menjadi pusat dari kehidupan keagamaan dan perbaktian pada zaman perjanjian lama. Setiap pagi dan petang orang-orang dapat berkumpul di sekeliling kaabah dan mengadakan hubungan dengan Allah melalui doa (Lukas 1:9, 10), menuntut akan janji Allah: "Aku akan bertemu dengan engkau." (Keluaran 30:6).

Perjanjian Lama mengajarkan ajaran yang sama mengenai keselamatan seperti yang ada di dalam Perjanjian Baru. Keduanya menggambarkan kematian Yesus untuk kita dan melayani kita sebagai Imam Besar kita dalam kaabah surgawi.
3. PELAYANAN YESUS KEPADA KITA DIUNGKAPKAN DI DALAM KAABAH
Kaabah dan pelayanan-pelayanan menjelaskan apa yang Yesus kerjakan sekarang di kerajaan surga, dan apa yang Yesus kerjakan sekarang di dunia untuk memperkuat dan memberikan petunjuk satu persatu kepada kita dalam kehidupan sehari-hari.
Saat Kaabah dunia telah ditetapkan menurut kaabah di surga, ini mencerminkan kaabah surga di mana Yesus mengadakan pelayanan sekarang. Keluaran 25-40 menjelaskan pelayanan-pelayanan dan upacara-upacara kaabah di padang gurun dengan cukup jelas. Rangkuman singkat dari perabotan kaabah muncul di Perjanjian Baru: "sekarang perjanjian pertama tentang peraturan untuk perbaktian dan juga kaabah di dunia.... Di ruang yang pertama terdapat tempat kaki dian, meja dan roti sajian perjamuan, tempat ini disebut Bilik Suci. Di belakang tirai kedua terdapat ruangan yang disebut Bilik yang Maha suci, di mana terdapat mesbah ukupan dari emas dan tabut perjanjian yang seluruhnya berlapis emas. Di dalam tabut perjanjian berisi dua loh batu yang bertuliskan perjanjian [di mana Tuhan menuliskan sepuluh perintah Allah (Ulangan 10:1-5)]. Di atas dari tabut perjanjian terdapat dua kerub kemuliaan yang menaungi tutp pendamaian. (Ibrani 9:1-5).
Kaabah mempunyai dua ruangan, bilik yang suci dan bilik yang maha suci. Terdapat halaman yang terbentang di muka kaabah. Di halaman tersebut berdiri mesbah tembaga tempat imam mengadakan korban bakaran dan sebuah cawan yang dipakai untuk mencuci. Korban bakaran yang diberikan di mezbah tembaga tersebut melambangkan Yesus yang melalui kematiannya di kayu salib menjadi Anak domba Allah, yang menghapuskan dosa dunia (Yohanes 1:29). Ketika orang berdosa datang ke altar untuk meminta ampunan dengan membawa korban dan mengakui dosanya, dia menerima pengampunan dan pembersihan. Dengan jalan yang sama orang yang berdosa sekarang meminta pengampunan dan pembersihan melalui darah Yesus (1 Yohanes 1:9).
Di ruang yang pertama atau bilik suci, tujuh kaki dian yang terus menerus menyala, melambangkan Yesus yang tidak pernah gagal menerangi dunia (Yohanes 8:12). Meja dan roti sajian melambangkan pemenuhan akan kebutuhan fisik dan spiritual kita yang dipuaskan oleh roti hidup (Yohanes 6:35). Mesbah pendupa emas melambangkan Yesus yang melayani doa kita kehadapan Allah (Wahyu 8:3, 4).
Ruang yang ke dua, Bilik yang maha suci terdiri dari tabut perjanjian yang berlapis emas melambangkan tahta Allah. Tirai Pembenaran, atau takhta kemurahan melambangkan Kristus iman besar perantara kita yang menjelma mewakili kita umat yang berdosa yang telah melanggar hukum moral Allah. Dua loh batu tempat Tuhan menulis sepuluh perintah Allah tersimpan di bawah takhta kemurahan. Kerub emas kemuliaan terangkat melewati tempat duduk anugerah pada setiap ujung dari tabut perjanjian. Cahaya kemuliaan tersinar diantara dua kerub melambangkan kehadiran Allah sendiri.
Sebuah tirai menutupi bilik suci dari pandangan orang tempat para imam melayani mereka di halaman. Tirai yang kedua di depan bilik yang maha suci memisahkan ruang bagian dalam dari para imam yang memasuki ruang pertama kaabah. Ketika Yesus mati di kayu salib apa yang terjadi dengan tirai tersebut?
"Pada saat itu tirai di kaabah terbelah menjadi dua dari atas ke bawah." - Matius 27:51.
Bilik yang maha suci dapat dilihat ketika Yesus mati. Setelah Yesus mati tidak ada tirai yang dapat memisahkan Allah yang Suci dengan orang-orang saleh, Yesus, Imam besar kita, mengantar kita ke hadirat Tuhan (Ibrani 10:19-22). Kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala rumah Allah karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas dan iman yang teguh oleh karena hati kita telah dibersihan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
4. SEBUAH WAHYU TENTANG KEMATIAN YESUS UNTUK MENYELAMATKAN KITA
Sama seperti kaabah di bumi dibuat sebagai tiruan yang kecil dari kaabah di surga tampat Yesus sedang melayani kita sekarang, pelayanan yang dilaksanakan pada kaabah yang ada di bumi adalah "gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga" (Ibrani 8:5). Tetapi ada perbedaan: para imam yang melayani di kaabah bumi tidak dapat mengampuni dosa, tetapi di kayu salib Yesus "hanya satu kali saja menyatakan dirinya, pada jaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh pengkorbananNya". (Ibrani 9:26).
Dalam Perjanjian Lama pada buku Imamat dijelaskan secara terperinci pelayanan-pelayanan yang ada dalam kaabah. Upacara-upacara dibagi menjadi dua bagian: pelayanan harian dan pelayanan tahunan (Pelajaran 13 menjelaskan tentang pelayanan tahunan).
Di dalam pelayanan harian para imam memberikan korban perorangan dan untuk seluruh umat. Ketika seseorang berbuat dosa, dia harus membawa binatang yang tidak bercacat sebagai korban persembahan, "meletakkan tangannya ke atas korban penghapus dosa dan menyembelih korban itu di tempat korban bakaran" (Imamat 4:29). Kesalahan dari orang yang berdosa harus dipindahkan kepada korban bakaran dengan cara mengakui dosanya dan menaruh tangannya di atas kepala korban tersebut. Ini melambangkan Kristus menebus dosa kita di bukit Golgota; seorang yang tidak berdosa menjadi "berdosa untuk kita" (2 Korintus 5:21). Korban bakaran harus dibunuh dan darahnya tertumpah karena korban bakaran tersebut menunjuk langsung kepada hukuman yang maha tinggi bahwa Kristus menderita di kayu salib.
5. KENAPA DARAH?
Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. (Ibrani 9:22). Apa yang terjadi di kaabah dalam Perjanjian Lama menggambarkan langsung suatu perbuatan penyelamatan yang besar dari Kristus. Mati untuk dosa kita, Dia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya kedalam tempat yang kudus dengan membawa darahNya sendiri, dan dengan itu Dia telah mendapat kelepasan yang kekal" (ayat 12). Saat darah Yesus tertumpah di kayu salib untuk dosa kita, "tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Matius 27:51). Karena pengorbanan Yesus di kayu salib, binatang korban sudah tidak lagi dibutuhkan.
Saat Yesus menumpahkan darahNya dari kayu salib, Ia menawarkan hidup ketaatanNya yang sempurna sebagai ganti dari kegagalan kita. Saat Bapa dan Anak terpisah di Bukit Golgota, Allah Bapa berbalik dengan kesedihan yang mendalam dan Anak mati dengan hati yang hancur. Allah Anak menempatkan diriNya di dalam sejarah untuk mengambil bagi dirinya sendiri hasil sepenuhnya dari dosa dan untuk menunjukan bagaimana tragisnya perbuatan yang salah itu sebenarnya. Dia lalu dapat mengampuni orang yang berdosa tanpa menyepelekan dosa. Kristus membuat "perdamaian oleh darahNya, yang tertumpah di kayu salib" (Kolose1:20).
6. SEBUAH WAHYU TENTANG KEHIDUPAN YESUS UNTUK MENYELAMATKAN KITA
Apa yang Yesus "setiap hari lakukan di kaabah dalam surga?
"Karena itu Iapun sanggup untuk menyelamatkan secara sempurna semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia, karena DIA SELALU HIDUP UNTUK MENJADI PENGANTARA bagi mereka." - Ibrani 7:25.

Yesus sekarang "hidup" untuk memberikan darahNya, pengorbananNya, mewakili kita. Dia sekarang bekerja keras untuk menyelamatkan setiap orang dari tragedi dosa. Beberapa orang secara salah menilai bahwa, sebagai perantara kita, Yesus di Surga memohon kepada Allah yang enggan memaafkan kita untuk mengampuni kita. Pada kenyataannya, Allah-lah yang secara senang menerima pengorbanan AnakNya yang mewakili kita.

Sebagai Imam Besar kita di Surga, Kristus juga memohon dengan kemanusiaanNya. Dia berusaha menolong orang yang acuh-tak-acuh untuk melihat sekali lagi kepada anugerah, untuk menolong orang yang berdosa yang berputus asa meraih kembali harapan dalam kabar kesukaan, dan untuk menolong orang-orang percaya menemukan lebih banyak kekayaan dari firman Allah dan lebih banyak kekuatan dari doa. Yesus membentuk kehidupan kita sejalan dengan perintah-perintah Allah dan menolong kita membangun karakter-karakter yang akan tetap teguh pada pencobaan waktu.
Allah menyerahkan hidupNya bagi setiap orang yang pernah hidup di dunia ini. Dan sekarang, sebagai Imam Besar dan pengantara kita, "Dia selalu hidup" untuk menuntun orang-orang menerima kematianNya bagi dosa mereka. Meskipun Dia mendamaikan seluruh kejatuhan bumi ini kepada dirinya di atas kayu salib, Dia tetap tidak dapat menyelamatkan kita kalau kita tidak menerima anugerahNya. Orang-orang tidak akan hilang karena mereka adalah orang yang berdosa, tetapi karena mereka menolak untuk menerima pengampunan yang Yesus tawarkan.
Dosa menghancurkan hubungan dekat Adam dan Hawa yang pernah dinikmati bersama dengan Allah. Tetapi Yesus, sebagai Anak Domba Allah, mati untuk membebaskan semua manusia dari dosa dan memperbaharui persahabatan yang hilang ini. Sudahkah anda menemukan Dia sebagai Imam Besarmu, yang pernah hidup untuk menjaga hubungan yang dekat dan bersemangat itu?
Kematian Yesus adalah sesuatu yang sama sekali unik. Pelayanan surgawi Kristus tidak dapat diperbandingkan. Hanyalah Kristus yang membawa Allah dekat di samping kita. Hanya Kristus yang membuat semuanya mungkin agar Roh Allah dapat berdiam di dalam hati kita. Dia mengosongkan diriNya dengan maksud agar kita dapat dipenuhi. Dia berhak mendapatkan pengakuan yang sama dari kita. Marilah kita menerima Dia sepenuhnya sebagai Juruselamat dan Penuntun hidup kita.

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

HUJAN AKHIR ROH KUDUS

KEKUATAN MISTERIUS DI DALAM HIDUPKU
Di tahun 1929 Frank Morris berlayar dengan sebuah kapal menuju ke Swiss. Dia sudah lama menantikan perjalanan ini. Tetapi perjalanan itu kemudian menjadi suatu pengalaman yang memalukan. Seorang pramugara yang ditugaskan untuk menjaga dia, mengunci Frank di kabinnya setiap malam. Setelah makan pagi yang cepat, Frank boleh berlatih sedikit, tetapi ia merasa layaknya orang bodoh karena dituntun berkeliling geladak, seperti seekor binatang yang dikekang. Kemudian pramugara itu mendudukan Frank di satu kursi penghangat di geladak. Bilamana ia bertemu dengan penumpang yang ramah yang mengajak dia untuk berjalan-jalan, pramugara tersebut menolak, dengan alasan dia harus mengawasinya. Frank adalah seorang dewasa, dengan keingintahuan yang normal dan keinginan orang dewasa. Tetapi dia juga seorang buta. Pramugara itu menganggap Frank tidak bisa menjaga dirinya sendiri.

Frank diperlakukan seperti sebuah bingkisan yang harus dibawa kemana-mana. Tetapi di Swiss, hidup Frank berubah dramatis. Selama di sana dia belajar tentang anjing yang dilatih untuk menuntun orang buta. Dia membawa seekor anjing gembala Jerman yang diberi nama Buddy kembali ke Amerika Serikat, lalu Frank mendirikan "Seeing Eye", yang sekarang merupakan sebuah organisasi dunia. Sekarang, dengan Buddy disisinya, Frank dapat pergi ke mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dia merasa bebas pada akhirnya. Dalam satu percobaan dengan sekelompok wartawan di jalan-jalan yang sibuk di kota New York, Buddy menuntun tuannya dengan cekatan dari satu jalur ke jalur lain pada saat mobil-mobil berdesing lalu-lalang. Karena Frank mempercayai Buddy, dia melaluinya dengan tenang. Wartawan yang bisa melihat justru memiliki lebih banyak kesulitan; salah satu dari mereka malah naik taksi untuk menyeberang ke sisi jalan yang lain.

Di beberapa halaman berikut, kita akan mempelajari mengenai Roh Kudus, Penuntun yang selalu menginginkan agar kita menempatkan hidup kita dalam tangan-Nya. Semua kita adalah orang cacat dengan kemanusiawian yang sama, kebutaan yang sama terhadap apa yang sebenarnya sangat penting. Kehidupan dengan cepat melalui kita dalam langkah yang kacau yang menyebabkan kita kadang-kadang mendapatkan hidup kita hanya terbatas bertahan daripada menuju ke arah tertentu. Masih saja kita ragu-ragu untuk mempercayakan hidup kita seutuhnya ke Penuntun ini. Tetapi penemuan yang menanti kita masing-masing adalah ini: Kita akan menemukan kebebasan yang sejati dan kekuatan dengan bergantung pada Roh Kudus yang menuntun kita melalui kehidupan.

1. PERWAKILAN KRISTUS DI DUNIA INI
Ketika Kristus akan naik ke surga, Ia menjanjikan kepada murid-muridNya sebuah hadiah yang tidak ternilai.

"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.... Tetapi apabila ia datang, yaitu ROH KEBENARAN, IA AKAN MEMIMPIN KAMU ke dalam seluruh kebenaran.... IA AKAN MEMULIAKAN AKU, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari padaKu." - Yohanes 16:7, 13, 14. (Kecuali disebutkan secara khusus, seluruh ayat Alkitab di Panduan DISCOVER ini diambil dari Alkitab berbahasa Indonesian Terjemahyan Baru terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).

Dalam rencana ilahi, Yesus harus kembali ke surga sebagai wakil kita di takhta Tuhan dan hadir untuk kita di hadapan Allah (Ibrani 9:24). Ketika Tuhan kita yang tersalib mewakili kita di surga, kita juga memiliki Roh Kudus sebagai PENGHIBUR dan PENUNTUN selama di dunia ini.

Dialah wakil langsung dari Yesus. Ketika Yesus di dunia Ia melayani dalam batas tubuh seorang manusia, dan tidak dapat hadir di mana saja. Tetapi Roh Kudus tidak memiliki batas; Dia dapat melayani sebagai Penghibur dan Penuntun pribadi bagi individu yang tidak terhitung di banyak tempat pada waktu yang sama. Kristus memenuhi kebutuhan kita melalui Roh Kudus.

2. SIAPAKAH ROH KUDUS ITU ?
Kebanyakan dari kita dapat mengenal Tuhan Allah Bapa apabila kita membayangkan bagaikan orangtua yang paling memperhatikan, paling memelihara yang kita pernah tahu. Dan kita dapat menggambarkan Yesus Anak Allah, karena Ia pernah hidup di tengah-tengah kita sebagai seorang manusia. Tetapi Roh Kudus lebih sulit digambarkan dan dikenal. Kita tidak memiliki manusia sebagai pembandingnya. Tetapi Alkitab, memberi kita keterangan terperinci mengenai Roh Kudus: Sebuah Pribadi. Yesus menggambarkan Roh Kudus sebagai seseorang, anggota Keallahan, bersama-sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak.

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." - Matius 28:19.

Roh tersebut memiliki ciri-ciri pribadi: sebuah pikiran (Roma 8:27); kebijaksanaan (1 Korintus 2:10); perasaan kasih terhadap kita (Roma 15:30); perasaan sedih bila kita berdosa (Efesus 4:30); kemampuan untuk mengajar kita (Nehemia 9:20); dan kuasa untuk menuntun kita. Keikutsertaannya dalam penciptaan. Roh Kudus berpartisipasi dalam membentuk dunia kita bersama Bapa dan Anak.

"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi... dan ROH ALLAH melayang-layang di atas permukaan air." - Kejadian 1:1, 2.

3. KEGIATAN ROH KUDUS

1. Mengubah hati manusia. Dalam pertemuannya dengan Nikodemus, Yesus menekankan peran Roh Kudus dalam mengubah hati manusia: "..Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak DILAHIRKAN dari air dan ROH, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Yohanes 3:5). "Dilahirkan dari Roh" berarti Roh memberikan kepada kita kehidupan baru. Itu artinya lebih dari hanya merubah sedikit tingkah laku kita. Roh mengubah kita dari dalam keluar, memenuhi janji "Kamu akan Kuberikan hati yang baru" (Yehezkiel 36:26).

2. Membuat kita berhati-hati untuk berlaku salah dan memberikan kita keinginan untuk menjadi suci: "Dan kalau Ia datang, IA AKAN MENGINSAFKAN dunia akan DOSA, KEBENARAN dan penghakiman." (Yohanes 16:8). Ketika anda mendengar cerita dramatis tentang seseorang yang berbalik dari kehidupan tanpa moral kepada Tuhan Allah dan menjadi pasangan yang setia dan orangtua yang memelihara, ingatlah bahwa setiap langkah menuju keseluruhan adalah dari hasil dorongan Roh Kudus.

3. Menuntun kita dalam kehidupan kekristenan kita. Kristus berbicara kepada kita secara langsung melalui "suara kecil" dari Roh. Apakah kita berbelok ke kanan atau ke kiri, telinga anda akan mendengar sebuah suara di belakangmu berkata, "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya." (Yesaya 30:21). Melalui transmisi satelit, televisi kita biasanya menampilkan bentuk-bentuk dan wajah-wajah dari sebuah benua yang jauh ke ruang keluarga kita. Fungsi Roh Kudus sama seperti satelit kecil Allah, membawa kehadiran Kristus dari surga ke bumi, membuat Ia dekat ketika kita sangat memerlukan Dia (Yohanes 14:15-20).

4. Menolong kehidupan doa kita. "...sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; TETAPI ROH SENDIRI BERDOA UNTUK KITA kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan... sesuai dengan kehendak Allah..." (Roma 8:26, 27). Ketika kita bergumul untuk mencari kata-kata, Roh sedang berdoa mewakili kita. Ketika kita berkecil hati, kita hanya bisa merintih kepada Allah, Roh Kudus menguatkan seruan kita yang teredam itu menjadi sebuah doa yang berkuasa di hadapan takhta Allah, di mana Yesus sekarang melayani.

5. Mengembangkan kualitas dan karakter orang-orang Kristen. Roh Kudus membuat kerohanian yang tandus menjadi subur seperti pohon yang memiliki segala jenis buah: "TETAPI BUAH ROH ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." (Galatia 5:22-23). Memiliki buah-buah Roh menunjukkan bahwa kita adalah cabang dari pohon anggur, yaitu Yesus (Yohanes 15:5). Yesus sebenarnya dapat menyatakan kehidupan yang melimpah melalui kita dengan kuasa Roh Kudus.

6. Menyiapkan kita sebagai saksi-saksi. Yesus berjanji: "TETAPI KAMU AKAN MENERIMA KUASA, kalau ROH KUDUS turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi SAKSIKU... sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8). Semua yang bersedia dapat menjadi saksi melalui Roh Kudus. Kita mungkin tidak dapat memiliki semua jawabannya, tetapi Roh Kudus dapat memberikan kepada kita cerita untuk diceritakan yang dapat menggerakkan hati dan pikiran. Rasul-rasul memiliki kesulitan berkomunikasi sebelum Pantekosta, tetapi setelah Roh Kudus datang, mereka mengumandangkan Kristus dengan kuasa yang "mengacaukan seluruh dunia" (Kisah Para Rasul 17:6).

4. KARUNIA ROH KUDUS
Alkitab membuat suatu perbedaan yang jelas antara karunia Allah melalui Roh Kudus kepada setiap orang percaya demi mencapai kehidupan Kristen yang menang, dan banyak karunia-karunia disediakan Roh Kudus bagi orang-orang percaya untuk pelayanan yang efektif dalam berbagai cara. "...Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan PEMBERIAN-PEMBERIAN kepada manusia."... Dan Ialah yang memberikan baik RASUL-RASUL maupun NABI-NABI, baik PEMBERITA-PEMBERITA INJIL maupun GEMBALA-GEMBALA dan PENGAJAR-PENGAJAR, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan ..." (Efesus 4:8, 11-12).

Tidak setiap orang Kristen menerima semua karunia, beberapa mungkin hanya menerima beberapa karunia lebih dari orang lain; Roh Kudus "memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya." (1 Korintus 12:11). Roh Kudus memperlengkapi setiap orang percaya sesuai perannya masing-masing secara khusus dalam rencana Tuhan Allah. Tuhan Allah tahu kapan dan di mana harus memberikan karunia-karunia yang lebih akan memberkati umat Allah dan gerejaNya.

Daftar lain dari karunia roh yang terdapat di 1 Korintus 12:8-10 termasuk hikmat, pengetahuan, iman, karunia menyembuhkan, karunia bernubuat, karunia untuk berkata-kata dalam bermacam-macam bahasa dan menafsirkan bahasa roh (ayat 8-10).

Paulus mendorong kita untuk "memperoleh karunia-karunia yang paling utama" kemudian ditambahkan "Dan aku menunjukkankepadamu jalan yang lebih utama lagi." (1 Korintus 12:31). Pasal Kasih (1 Korintus 13) yang mengikuti ayat ini menegaskan bahwa "yang terutama" adalah Kasih. Dan kasih adalah buah dari Roh (Galatia 5:22).

Perhatian kita haruslah untuk mencari buah Roh itu dan biarkan Roh Kudus menyebarkan karunia-karuniaNya kepada kita sebagai "seperti yang dikehendakiNya" (1 Korintus 12:11).

5. KEPENUHAN ROH PADA HARI PENTAKOSTA
Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan dalam ukuran yang tidak terbatas, memenuhi janji Yesus: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku... sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8).

Pada hari Pentakosta, Roh Kudus membuat mampu para rasul untuk mengabarkan Injil secara jelas dalam bermacam bahasa manusia "dari setiap bangsa di bumi" (Kisah Para Rasul 2:3-6). Beberapa pelajar Alkitab membandingkan kedatangan Roh Kudus dengan jatuhnya musim gugur yang mula-mula dan hujan akhir musim semi di Palestina (Yoel 2:23).


Roh Kudus dicurahkan pada Pantekosta sama seperti "hujan awal" dari musim gugur yang menyebabkan benih bertunas dan menyiapkan zat makanan yang bergizi yang penting bagi gereja Kristen dalam masa pertumbuhannya.

6. HUJAN AKHIR DARI ROH KUDUS
Nubuatan Alkitab memberitahukan satu hari akan datang ketika Roh Kudus dari Allah akan dicurahkan seperti air curahan atas gereja, memberi kekuatan kepada anggota gereja sebagai saksi-saksi (Yoel 2:28-29). Berabad-abad sekarang sudah berlalu dan cerita keselamatan itu sudah disebarluaskan kepada sebagian besar dunia ini. Sekaranglah waktunya "hujan akhir" untuk mematangkan butir padi, membuatnya siap untuk dipanen.

Sebagaimana sejarah bergerak menuju puncaknya hanya sesaat sebelum kedatangan Kristus kedua kali, Allah akan mempersiapkan setiap orang percaya yang tulus hatinya kepada surga melalui kecurahan Roh Kudus yang besar itu. Apakan anda sekarang mengalami "hujan awal" yang menyiapkan gereja untuk "hujan akhir" dari Roh Kudus? Apakan anda menjalankan kehidupan yang dipenuh Roh Kudus? Seperti anda dikuatkan oleh Roh Kudus, apakah anda akan membiarkan Allah menggunakan anda untuk mengabarkan berita kasihNya yang mengagumkan dan Ia akan datang segera?

7. SYARAT UNTUK MENERIMA ROH KUDUS
Pada hari Pentakosta, Roh Kudus menggerakkan semua yang mendengarkan kabar injil untuk berseru, "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (Kisah Para Rasul 2:37).

Petrus menjawab, "BERTOBATLAH DAN HENDAKLAH KAMU MASING-MASING MEMBERI DIRIMU DIBAPTIS dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu. MAKA KAMU AKAN MENERIMA KARUNIA ROH KUDUS" (Kisah Para Rasul 2:38).

Pertobatan "berbalik dari jalan hidup yang berdosa kepada Kristus" adalah salah satu syarat untuk menerima karunia dari Roh Kudus. Untuk dapat mengalami Roh Kudus dicurahkan atas kita, kita harus bertobat dahulu dan seluruh hidup kita bekerja untuk Kristus. Yesus juga menegaskan kemauan untuk mengikuti dia dan menuruti Dia sebagai satu syarat untuk menerima karunia Roh Kudus (Yohanes 14:15-17).

8. KEHIDUPAN YANG DIPENUHI ROH KUDUS
Sebelum meninggalkan dunia ini, Yesus memerintahkan pengikutnya: "Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan JANJI Bapa,... Sebab Yohanes MEMBAPTIS DENGAN AIR, tetapi tidak lama lagi kamu akan DIBAPTIS DENGAN ROH KUDUS." (Kisah Para Rasul 1:4, 5). Berkali-kali Alkitab menunjukkan bahwa orang Kristen "dipenuhi oleh Roh Kudus" (Kisah Para Rasul 2:4; 4:8; 4:31; 6:3; 6:5; 7:55; 9:17; 13:9; 13:52; 19:6).

Roh Kudus membuat kehidupan orang Kristus terpenuhi dan indah, karena suatu hidup yang penuh akan Roh Kudus mencapai ideal Kristus pada kita. Ketika menggambarkan hidup Kristen yang penuh Roh Kudus, Paulus menawarkan doa ini kepada setiap orang percaya: "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, MENGUATKAN DAN MENEGUHKAN KAMU OLEH ROH-NYA DI DALAM BATINMU, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu... Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang TERNYATA DARI KUASA YANG BEKERJA DI DALAM KITA" (Efesus 3:16, 17, 20).

Seperti Frank Morris dengan anjing penuntunnya yang setia, Buddy, kitapun dapat, dengan tuntunan Roh Kudus di dalam kita, melakukan lebih banyak daripada yang kita bisa lakukan sebelumnya. Dengan keinginan dan kemampuan yang baru, kita dibuat mampu untuk bergerak ke depan dengan percaya diri sebagai gantinya dari hanya mencoba mengatasi dengan masalah kehidupan.

Pengalaman dipenuhi oleh Roh Kudus ini dibaharui setiap hari melalui doa dan belajar Alkitab. Doa menjaga kita tetap berhubungan erat dengan Kristus, dan belajar dari Firman Tuhan menjaga kita agar tetap terfokus dari sumberNya. Itu semua menghancurkan segala rintangan antara kita dan Kristus yang mungkin menghalangi Dia dalam mencurahkan karunia Roh KudusNya yang tidak ternilai. Beginilah kita harus bertumbuh dan mengganti kebiasaan-kebiasaan dan sifat buruk kita dengan kualitas yang lebih sehat.

Roma 8 memberi gambaran yang menarik mengenai hidup dipenuhi Roh Kudus. Bacalah bila anda sempat, dan catat berapa banyak Paulus mengacu kepada "Roh Kudus" sebagai kuasa di balik kehidupan Kekristenan.

Sudahkan anda membuat penemuan yang indah tentang hidup yang dipenuhi Roh Kudus? Apakah anda sadar akan hadirnya Roh Kudus di dalam kehidupan saudara? Apakah anda mengalami kuasa kehidupan dariNya? Bukalah hidup anda kepada kekuatan yang terbesar di jagat raya itu.


Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

KAPANKAH YESUS DATANG ?

SEBERAPA CEPAT YESUS AKAN KEMBALI?
Kebanyakan dari kita mempunyai suatu desakan naluriah untuk mengetahui masa depan. Kita ingin tahu ada apa di balik angkasa. Tetapi ramalan yang akurat tetap sukar untuk dipahami. Kita menghadapi cukup kesulitan meramalkan cuaca esok hari!

Akan tetapi, ada Seseorang yang ramalanNya telah terbukti secara akurat. Yesus Kristus, melalui FirmanNya, dapat membawa kita ke masa depan; Dia adalah seorang pemandu yang andal. Pada pelajaran ini kita akan melihat apa yang telah dikatakanNya mengenai kedatanganNya yang kedua kali. Bagaimanapun juga, siapakah yang lebih tahu tentang akhir dari dunia daripada Dia yang menciptakannya pada mulanya?


1. TANDA-TANDA BAHWA KRISTUS AKAN KEMBALI DI MASA KITA

Setelah Yesus meyakinkan pengikutNya bahwa Dia akan datang kembali ke dunia kita untuk kedua kalinya (Matius 23:39), apakah pertanyaan yang mereka ajukan kepadaNya?

"Katakanlah kepada kami, kata mereka, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatanganMu dan tanda kesudahan dunia?" - Matius 24:3.
(Selain disebutkan lain, semua teks Alkitab di Panduan DISCOVER ini diambil dari terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)).

Yesus menjawabnya dengan jelas dan positif. Di dalam kitab Matius bab 24 dan kitab Lukas bab 21, Dia secara pribadi memberikan beberapa tanda, atau bukti, yang melaluinya kita dapat mengetahui kapan saat kedatanganNya sudah dekat. Penulis-penulis Alkitab yang lain membantu melengkapi keseluruhan gambaran, menjelaskan secara terinci keadaan dunia sebelum kedatangan Kristus kembali. Sebagaimana yang akan kita lihat, ramalan-ramalan ini sedang dipenuhi di depan mata kita; hal ini menunjukkan bahwa kedatangan kembali kristus ke bumi sudah dekat sekali. Mari kita lihat 10 tanda-tanda dari ramalan Alkitab sepanjang jalan ke surga, dan meneliti pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh pengembara modern saat ini saat mereka membacanya.

Tanda 1: Penderitaan! Teror! Kebingungan!
Sejak 1900 tahun yang lalu Yesus memberikan sebuah gambaran ramalan akan kehidupan jaman sekarang yang terdengar sepertinya diambil dari berita sore:

"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi BANGSA-BANGSA AKAN TAKUT DAN BINGUNG menghadapi deru dan gelora laut. ORANG AKAN MATI KETAKUTAN KARENA KECEMASAN BERHUBUNG DENGAN SEGALA APA YANG MENIMPA BUMI INI, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. PADA WAKTU ITU ORANG AKAN MELIHAT ANAK MANUSIA DATANG dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat." - Lukas 21:25-28.

Tidak ada penjelasan tentang dunia saat ini yang lebih akurat yang dapat ditulis daripada: "Orang akan pingsan karena teror, kuatir akan apa yang terjadi di dunia! Cadangan sejata berkemampuan untuk menghancurkan seluruh planet. Apa yang terjadi jika beberapa teroris mendapatkan sebuah kepala nuklir?

Yesus memberikan kita sebuah dasar pengharapan di zaman yang membahayakan ini. Krisis "penderitaan dan kebingungan" dunia saat ini hanya memperkuat kebenaran bahwa kedatangan Kristus benar-benar 'sudah dekat'. Orang-orang saat ini seringkali merintih dalam keputusasaan, "Lihat dunia telah menjadi apa!" tetapi orang yang mempelajari ramalan Alkitab dapat berseru dengan suara yang penuh harapan, "Lihatlah SIAPA yang datang ke dunia kita".

Tanda 2: Bencana Dunia
Bagaimana bencana-bencana alam sesuai dengan peristiwa-peristiwa di akhir dunia?

"Dan akan terjadi gempa bumi yang dashyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dashyat dari langit.... Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT." - Lukas 21:11, 31.

Pikirkan sejenak mengenai bencana kelaparan.Gambar dari anak-anak kelaparan dengan perut membuncit muncul di berita-berita. Bukankah itu sedikit mengherankan bahwa sebuah dunia yang dapat mengirim manusia ke bulan, TIDAK MAMPU memberi makan seluruh manusia? Yesus mengetahui bahwa kelaparan akan terjadi, bahwa rasa mementingkan diri manusia akan berkembang semakin buruk pada akhir zaman.

Tetapi bagaimana dengan gempa bumi? Menurut Buku Almanak Dunia Tahun 1999, di abad setelah abad dari era Kristen telah terjadi peningkatan yang menyolok dari gempa bumi yang besar: 6 gempa besar di abad 18, 7 di abad 19, lebih dari 100 di abad 20. Jadi bukti meningkat lebih dramatis pada saat kita makin mendekat dan mendekat ke zaman kita saat ini. Gambaran ini mendukung ramalan Yesus.

Kelaparan dan gempa bumi sedang mencapai sebuah peningkatan: "Kerajaan Allah sudah dekat!" Akankah abad 21 ini membawa lebih dari 100 gempa bumi besar, atau kedatangan dari Raja di atas segara Raja?

Tanda 3: Pengumpulan Kekayaan
Apa arti dari kekayaan meluncur ke tangan semakin sedikit orang sementara makin banyak yang jatuh ke dalam kemiskinan?

"Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir." - Yakobus 5:3.

Tanpa menghiraukan semua gejala ekonomi kita, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kekayaan multimilyaran dolar adalah tanda yang lain yang menunjukkan kepada kita "Kedatangan Tuhan sudah dekat" (ayat 8).

Tanda 4: Kerusuhan Massa
Mengapa ketidakpuasan dan kerusuhan di antara karyawan meningkat secara dramatis?

"Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam KELUHAN MEREKA YANG MENYABIT PANENMU. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena KEDATANGAN TUHAN SUDAH DEKAT!" - Yakobus 5:4, 8.

Setelah memprediksikan kekayaan yang tidak seimbang di masa kini, Yakobus melihat lebih lanjut kerusuhan massa berasal dari karyawan yang tidak puas. Ketegangan antara yang 'berpunya' dan yang 'tidak berpunya' terus menerus meningkat. Tanda yang lain bahwa "Kedatangan Tuhan sudah dekat."

Tanda 5: Kerusakan Moral
Mengapa akhlak moral sosial kelihatannya tercabik?

"Ketahuilah bahwa PADA HARI-HARI TERAKHIR AKAN DATANG MASA YANG SUKAR. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!... Sedangkan ORANG JAHAT DAN PENIPU AKAN BERTAMBAH JAHAT, mereka menyesatkan dan disesatkan." - 2 Timotius 3:1-5, 13.

Dapatkah seseorang membayangkan gambaran yang lebih akurat tentang dunia kita? Arahkan kamera ke arah mana saja saat ini dan anda akan menangkap sebuah gambar dari materialisme yang sombong. Anda akan menangkap wabah pelecehan dan penganiayaan anak-anak yang mengejutkan. Anda akan mendapatkan gambar-gambar tak terhitung dari pemuda yang di luar kontrol, anak-anak remaja yang membunuh dan memuntung secara acak. Semua hal ini membentuk sebuah galeri dari gambar-gambar yang secara keras menyerukan bahwa kedatangan Yesus sudah dekat.

Tanda 6: Penyebarluasan Ilmu Gaib
Mengapa kita melihat ledakan minat tentang ilmu gaib?

"Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dashyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga." - Matius 24:24.

Bagian ini meramalkan bahwa masa akhir zaman akan menampilkan semua jenis keajaiban dan tanda-tanda, sebagai manifestasi palsu dari kekuatan ilahi. Penyihir dan manusia serigala muncul di acara talk show. Penganut New Age ada di mana-mana, menjual kristal ajaib dan berhubungan dengan roh-roh di alam baka. Tanda-tanda dan keajaiban palsu sedang menanjak. Semua ini makin menjelaskan apa yang Yesus prediksikan, kita hidup di masa "kedatangan Anak Manusia" (ayat 27).

Tanda 7: Dunia Yang Bangkit
Apa arti dari kebangkitan kesadaran dunia di Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur, dan negara-negara Timur Jauh?

"BAIKLAH BANGSA-BANGSA BERGERAK DAN MAJU;... Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian... sebab banyak kejahatan mereka! Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, SUDAH DEKAT HARI TUHAN di lembah penentuan." - Yoel 3:12-14.

Hari ini di Asia dan Afrika, Eropa Timur, dan Uni Soviet baru, dan negara-negara Timur Tengah, kita menyaksikan penyebarluasan yang terbesar dari kebangkitan negara-negara sepanjang sejarah yang pernah tercatat, "Sudah dekat hari Tuhan".

Tanda 8: Rencana Perdamaian dan Persiapan Perang
Kita hidup di dunia yang aneh. Setiap orang setuju bahwa kita harus memberi kesempatan untuk perdamaian. Kita bicara tentang perdamaian, masih saja permusuhan-permusuhan yang terpendam sejak beberapa abad yang lalu, berubah menjadi konflik yang terbuka. Nabi Mikha dan Yoel memprediksikan bahwa pada saat negara-negara membicarakan keinginannya untuk perdamaian (Mikha 4:1-3), ketidakpercayaan terhadap negara tetangga memaksa mereka untuk mempersiapkan perang (Yoel 3:9-13). Sejak dulu Alkitab menggambarkan dilema perang-perdamaian saat ini, dan mengumumkan bahwa perdamaian yang tetap akan ada di bumi ini hanya saat Yesus datang.

Tanda 9: Kemajuan Modern
Mengapa, setelah berabad-abad sejarah manusia mempunyai transportasi dan komunikasi membawa dunia begitu dekat satu sama lain?

"SAMPAI PADA AKHIR ZAMAN, banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah." - Daniel 12:4.

Di sini Daniel mengindikasikan bahwa pengetahuan akan nubuatannya akan meningkat "dalam", atau "sampai pada akhir zaman". Tetapi ramalan ini kelihatannya menunjuk langsung kepada era informasi komputerisasi kita. Pengetahuan segala jenis telah meningkat pada kecepatan tinggi beberapa tahun terakhir ini. Lebih banyak terjadi perubahan di 50 tahun terakhir dibandingkan 2000 tahun sebelumnya. "BANYAK ORANG AKAN MENYELIDIKINYA, dan pengetahuan akan bertambah." Sebelum 1850, orang-orang bepergian dengan kuda dan kereta beroda empat, hampir sama dengan yang mereka miliki pada awalnya. Sekarang kita menembus batas suara dan menjangkau globalisasi dalam segala hal mulai dari pesawat Concorde sampai stasiun ruang angkasa. Perjalanan yang meningkat dan penemuan besar-besaran saat ini memberikan bukti yang lebih jauh bahwa kita hidup "di akhir zaman".

Tanda 10: Pekabaran Injil ke Seluruh Dunia
Yesus meramalkan bahwa sesaat sebelum kedatangan-Nya, pekabaran injil akan mencapai seluruh dunia:

"Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." - Matius 24:14.

Selama beberapa ratus tahun lamanya, setengah dari dunia ini terkunci di balik tirai besi, jauh dari Firman Tuhan. Tetapi kemudian dalam semalam Eropa Timur terlepas dari ikatan besi komunisme. Tembok Berlin dirobohkan, dan Kerajaan Soviet yang besar jatuh tercerai berai. Tiba-tiba sekitar setengah dari planet membuka tangannya terhadap pekabaran Injil. Pekabaran Injil benar-benar pergi ke "seluruh dunia" yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Melalui satelit, pekabaran Kristen secara terus menerus disiarkan ke hampir setiap negara. Kita hidup sangat dekat dengan hari yang Yesus katakan saat Dia mengumumkan "Injil ini akan diberitakan ke seluruh dunia" dan "barulah tiba kesudahannya".

2. SEBERAPA CEPATKAH YESUS AKAN DATANG?

Setelah menggambarkan peristiwa-peristiwa untuk mencirikan saat sebelum kedatangan-Nya yang kedua, Yesus menyimpulkan pesan-pesanNya dengan mengatakan,

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya generasi ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi." - Matius 24:34.

Kesimpulan ini sangat jelas: generasi yang digambarkan oleh tanda-tanda dari ramalan ini akan melihat Yesus kembali ke bumi untuk kedua kalinya. Ini tidak akan lama sampai Dia menghapuskan dosa dan penderitaan, dan mendirikan kerajaan-Nya yang kekal. Yesus mengamarkan, "Tidak ada seorangpun yang tahu...hari atau jamnya" (ayat 36). Dan Yesus meneruskan:

"Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." - Matius 24:44.

3. YESUS, SATU-SATUNYA HARAPAN DUNIA
Kristus adalah harapan yang terakhir dan terbaik bagi dunia kita karena hanya Dia yang dapat mengatasi hal yang menghancurkannya, yakni dosa. Yesus mati di Kalvari untuk memungkinkan kekalahan kejahatan dan memberikan tawaran penyelamatan kepada semua orang yang menanggapinya.

"Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu." - 1 Yohanes 3:8.

Juruselamat kita menciptakan jalan keluar dari dunia yang remuk ini dengan mengorbankan tubuh dan darah-Nya sendiri. Dan Yesus yang sama, yang suatu saat akan menyembuhkan penyakit dunia ini dengan menghancurkan dosa, menawarkan sekarang juga untuk menghapuskan perasaan bersalah dari kehidupan anda. Anda tidak harus menunggu sampai KedatanganNya yang kedua kali untuk terlepas dari rasa bersalah, dan dari kebiasaan yang menghancurkan. Yesus bersedia untuk memberikan anda perdamaian-Nya saat ini juga. Sementara menghadiri sebuah pertemuan rohani, seorang wanita muda merasakan secara aneh digerakkan oleh kehadiran Roh Kudus. Saat dia mendengar cerita tentang kedatangan Juruselamat yang segera, semua kepingan-kepingan mulai masuk ke tempatnya. Ini sangat masuk akal.

Dia menyadari bahwa dia telah mencari cinta, kebahagiaan, dan damai di tempat yang salah. Yesus adalah jawabannya. Hari berikutnya ketika pekabar Injil dan rekannya pergi menemuinya, dia menceritakan kisah hidupnya yang hancur dan pahit. Dia tenggelam sebagai seorang pecandu alkohol, dan menghidupi dirinya lewat pelacuran. Setelah menceritakan masalahnya, dia mengatakan dengan terisak-isak, "Kamu benar-benar berbicara kepada saya semalam." Tetapi suara yang telah menggapai hatinya adalah suara Tuhan.

Dan Dia berbicara dengan lembut. Dia memutuskan untuk meletakkan semuanya ke hal yang benar. Dia mengundang Kristus untuk masuk ke dalam hatinya sebagai Penyelamat dan Tuhan, dan berpegang pada harapan akan kedatangan-Nya yang tidak lama lagi. Beberapa minggu kemudian, dia mulai menyadari bahwa ketakutan dan rasa tidak amannya, yang selalu dia coba atasi dengan minuman keras, sekarang dilepaskan saat dia meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Yesus.

Yesus mulai melepaskannya tekanan yang menghancurkan kehidupannya. Dia telah melakukan banyak hal yang tidak bisa dibanggakan. Tetapi kemurahan dan pengampunan Kristus lebih kuat dari rasa malunya. Pengalaman pencuri di salib berarti banyak baginya. Di saat-saat terakhir keputusasaannya, dia berbalik ke Korban Yang Tak Bersalah di sebelahnya dan meminta, "Yesus, ingatlah saya saat Engkau tiba di Kerajaan-Mu." (Lukas 23:42).

Yesus menjawab seketika dengan menjanjikan pencuri itu sebuah tempat dengan-Nya di surga (ayat 43). Yesus yang sama yang dengan murah hati menawarkan pengampunan kepada pencuri yang sekarat, sekarang menawarkan kepada anda keselamatan, pengampunan penuh, dan pikiran yang damai. Temukan itu bagi anda sendiri hari ini.

Anda juga dapat berdoa bersama pencuri sekarat itu: "Yesus, ingatlah saya pada saat Engkau tiba di Kerajaan-Mu." Dan Yesus akan menjawab, "Saya akan datang kembali, dan kamu akan bersama Aku di kerajaan surga."



Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy