RAHASIA KEBAHAGIAAN
Pada tahun 1943, tentara pendudukan Jepang mengirim ratusan "musuh nasional" Amerika dan Eropa ke tempat penampungan di Propinsi Shantung di Cina. Selama berbulan-bulan mereka harus menahan kebosanan, frustrasi, kepadatan yang berlebihan, dan ketakutan. Pertentangan kepribadian timbul, kemarahan meledak. Beraneka macam pertengkaran picik.
Tetapi menurut catatan seorang tawanan, ada seorang pria yang "tanpa diragukan lagi adalah seorang yang sangat didambakan, dihormati dan dicintai", Eric Liddell, seorang misionaris dari Skotlandia.
Seorang
pelacur dari Rusia belakangan mengenang bahwa Liddell adalah satu-satunya
pria yang mau melakukan sesuatu untuknya tanpa menginginkan bayaran
setimpal. Saat ia pertama kali tiba di tahanan, sendiri dan dihina,
Liddell membuatkan rak baginya. Tawanan yang lain mengatakan bahwa,"Ia memiliki ketenangan, cara yang penuh humor untuk menghadapi kemarahan yang menggebu-gebu." Pada salah satu pertemuan yang penuh amarah dari para tahanan, semua orang menginginkan agar seseorang mau melakukan sesuatu kepada anak-anak remaja yang bermasalah. Liddell memecahkan masalah tersebut. Dia mengadakan bermacam olahraga, bermacam ketrampilan dan kelas-kelas untuk anak-anak, dan mulai menghabiskan waktu malamnya bersama mereka.
Liddell mendapatkan kemasyuran dan pujian pada Olimpiade tahun 1924, mendapat medali emas pada lomba lari 400 meter. Tetapi pada saat yang tegang lainnya ia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pemenang dalam perlombaan Kristiani, yang dikagumi oleh hampir semua tahanan duniawi.
Apa yang membuat dia begitu istimewa? Anda dapat menemukan rahasianya setiap jam 6 pagi hari. Itulah saat dia berjalan berjingkat-jingkat melewati teman-temannya yang sedang tidur, duduk di meja, dan menyalakan sebuah lampu kecil untuk menerangi buku catatan dan Alkitabnya. Eric Liddell mencari anugerah dan kekuatan setiap hari dari kekayaan firman Tuhan Allah.
1. BUKU PENUNTUN GAYA HIDUP UMAT KRISTEN
Alkitab
ditulis sebagai buku penuntun bagi umat Kristen. Alkitab penuh berisikan
cerita-cerita mengenai orang-orang seperti kita yang telah mengalami
tantangan yang sama seperti apa yang kita alami setiap hari. Mengenal
tokoh-tokoh dalam Alkitab, sukacinta dan penderitaaan mereka, masalah
dan kesempatan yang mereka alami-- dapat menolong kita bertumbuh dewasa
sebagai orang Kristen. Mazmur Daud menggambarkan ketergantungan kita setiap hari kepada firman Allah yang dibandingkan dengan lampu penerang (lampu senter):
"FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." - Mazmur 119:105. (Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab di dalam panduan DISCOVER ini berasal dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia).
Terang yang kita dapatkan setiap hari dari Alkitab memperjelas kualitas yang kita butuhkan di dalam kehidupan kita dan prinsip-prinsip dari pertumbuhan kerohanian kita. Di atas segalanya, Alkitab memperkenalkan kita dengan Yesus, Terang Dunia. Hidup akan berarti hanya jika Yesus bersinar di dalamnya.
2. PERSAHABATAN YANG MENGUBAHKAN
Kristus menginginkan agar Alkitab dapat menjadi nyata bagi anda sama seperti surat pribadi dari seorang sahabat.
"Aku memanggil kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu." - Yohanes 15:15.
Yesus menginginkan yang terbaik bagi kita. PerkataanNya membawa kita ke dalam lingkaran ke-Allahan: mereka yang Ia ceritakan rahasianya dan diajar secara pribadi.
"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam aku." - Yohanes 16:33.
Untuk dapat memperoleh damai sejahtera, dan hubungan yang baik dengan Kristus tersebut, kita perlu membaca surat yang dikirimkanNya untuk kita. Itulah apa yang ada dalam Alkitab: surat dari surga. Jangan biarkan surat-surat tersebut tidak dibuka. Berita yang mengubahkan yang anda butuhkan ada pada firman tersebut. Di sini ada salah satu kesaksian tentang pengaruh Alkitab: "Saya membutuhkan pertolongan, dan saya menemukannya di dalam Yesus. Saya percaya Yesus karena Ia bagi saya adalah seorang Juruselamat. Saya percaya Alkitab karena saya telah menemukan didalamnya suara dari Allah untuk jiwa saya." The Ministry of Healing, hlm. 461.
3. PENUNTUN KEPADA KEHIDUPAN DI DALAM ALKITAB DAN SEPULUH PERINTAH
Jikalau kita melihat secara sekilas kepada Sepuluh Perintah, kita akan mengerti mengapa Sepuluh Perintah dan Alkitab adalah dasar yang tidak dapat diabaikan untuk hidup benar.
Sepuluh
Perintah ini pada dasarnya dibagi ke dalam dua bagian. Empat bagian
yang pertama menegaskan hubungan kita dengan Tuhan Allah dan enam bagian
yang terakhir menegaskan hubungan kita dengan sesama manusia. Ini dapat
dilihat dalam Keluaran 20:3-17. Dua perintah yang pertama menggambarkan hubungan kita dengan Allah dan penyembahanNya.
I. Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu.
II. Jangan membuat bagimu patung ... jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya ....
Perintah ke 3 dan 4 menggambarkan hubungan kita dengan nama Allah dan hari yang disucikanNya.
III. Jangan kamu menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sia-sia
IV. Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu...
Perintah ke 5 dan 7 menjaga tali kekeluargaan.
V. Hormatilah ayahmu dan ibumu...
VII. Jangan berzinah
Perintah ke 6, 8, 9 dan 10 melindungi kita dalam hubungan sosial kita.
VI. Jangan membunuh
VIII. Jangan mencuri
IX. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
X. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya ... atau apapun yang dipunyai sesamamu.
Kesepuluh perintah Allah menegaskan hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Inilah tonggak penunjuk jalan dari cara hidup umat Kristen.
4. APA YANG YESUS KATAKAN MENGENAI SEPULUH PERINTAH
Suatu hari saat Yesus sedang mengajar, seorang muda yang bersemangat bergegas datang kepadaNya dan bertanya, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Matius 19:16). Yesus dapat melihat bahwa anak muda tersebut sedang bergulat dengan masalah keuangan dan menyarankan kepadanya agar meninggalkan hartanya dan "menurut hukum Allah" (ayat 17).
Anak
muda tersebut berusaha untuk mengenyampingkan anjuran Yesus tentang
masalahnya dengan menanyakan hukum yang mana yang Yesus bicarakan. Yesus
memberikan beberapa daftar dari Sepuluh Perintah (ayat 18, 19).Akhirnya, anak muda yang kaya dan berkuasa itu meninggalkan Yesus dengan sedih (ayat 20-22). Ia dapat memberikan persetujuan secara mental kepada Sepuluh Perintah, tetapi ia tidak dapat menuruti roh dari hukum tersebut dengan menelantarkan sifat mementingkan dirinya sendiri. Sepuluh Perintah menunjukkan kepada kita batasan dimana hubungan sehat kita dengan Allah dan sesama kita dapat bertumbuh. Yesus menunjukkan kepada ketaatan sama seperti jalan menuju kegembiraan:
"Jikalau kamu MENURUTI PERINTAHKU, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. SEMUANYA ITU KUKATAKAN KEPADAMU SUPAYA sukacitaKu ada didalam kamu dan SUKACITAMU MENJADI PENUH." - Yohanes 15:10, 11.
5. PENUNTUN KEPADA HIDUP YANG BERBAHAGIA
Buku Pengkhotbah merupakan laporan tentang bagaimana Raja Salomo mencari kebahagiaan. Raja Salomo mencatat pencarian kebahagiaannya dari kekayaan dunia: rumah-rumah yang bagus, kebun anggur yang produktif, taman-taman yang indah, dan kebun buah-buahan dengan buah-buah yang lezat. Dia menggandakan pelayan-pelayannya. Dia mendapatkan dirinya dikelilingi oleh setiap benda-benda materi yang mungkin diingini setiap manusia. Tetapi kebahagiaan jauh darinya, dan ia menulis:
"Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin." - Pengkhotbah 2:11.
Salomo kemudian berbalik untuk mencari kesenangan dunia ini dengan harapan akan mendapatkan kebahagiaan. Ia melakukan ini dengan cara meminum anggur, wanita-wanita dan lagu. Kesimpulan yang dibuatnya:
"Kesia-siaan! Kesia-siaan!... segala sesuatu adalah sia-sia!" - Pengkhotbah 12:8.
Salomo pernah merasakan dan melihat bahwa Allah itu baik. Saat ia membandingkan awal kehidupannya yang taat kepada Allah dengan pengejarannya yang sembrono atas kebahagiaan dalam hal-hal dosa, dia mengambil keputusan:
"Akhir kata dari semua yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." - Pengkhotbah 12:13
Salomo merasakan bahwa ia bisa mendapatakan sebuah jalan pintas kepada kebahagiaan di dalam kehidupan yang bebas. Mendekati saat akhir hidupnya, dia cukup tegar untuk mengakui kesalahannya. Untuk menyelamatkan orang lain dari kesalahan yang sama, ia menulis,
"Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum." - Amsal 29:18.
6. SEPULUH PERINTAH ADALAH SUATU PENUNTUN PERJANJIAN BARU YANG SANGAT DIPERLUKAN
Dalam
Perjanjian Baru, Yakobus bersaksi: "Sebab
itu barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu
bagain dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang
mengatakan: 'Jangan berzinah', Ia mengatakan juga: 'Jangan membunuh.'
Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar
hukum juga. Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan
dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." - Yakobus 2:10-12.
Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah gereja Baptis yang hebat dari abad yang lalu, menyatakan: "Hukum Allah adalah hukum yang bersifat ketuhanan "suci, surgawi, sempurna.... Tidak ada perintah yang terlalu banyak, tidak ada yang terlalu sedikit, tetapi sangat tidak ada bandingannya bahwa kesempurnaannya membuktikan sifat ketuhanannya."
John Wesley, salah satu pendiri gereja Methodist menuliskan ini tentang keabadian alamiah dari hukum: "Hukum moral didapati dalam Sepuluh Perintah ... Dia [Kristus] tidak menghapuskannya.... Semua bagian dari hukum ini harus tetap diberikan kepada semua manusia dan pada segala zaman." - Sermons, Vol.1, hlm.221, 222.
Billy Graham, pengabar Injil yang paling dihormati di dunia, sangat menjunjung tinggi Sepuluh Perintah sehingga ia menuliskan keseluruhan buku mengenai pentingnya Sepuluh Perintah dengan orang Kristen.
7. KUASA UNTUK MENURUT
Alkitab dan Sepuluh Perintah adalah suatu yang tidak dapat diubah, sangat diperlukan, penuntun yang sempurna kepada hidup bahagia. Tetapi hati tetap ingin melawan. Seorang wanita mengekspresikannya sebagai berikut: "Saya percaya Sepuluh Perintah adalah berlaku, saya yakin bahwa memeliharanya menuntun kepada kebahagiaan. Saya telah mencoba sebisa mungkin untuk memeliharanya, tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya akhirnya mulai percaya bahwa tidak ada orang yang dapat memeliharanya juga."
Kecenderungan
alamiah seseorang ialah untuk mencoba menjalankan kehidupan yang taat
kepada perintah Allah. Tetapi menjawab usaha tersebut diatas, berulang-ulang
dari hati seseorang yang paling gelap keluar tanggapan yang frustrasi,
"Saya tidak dapat menurut!" Kenapa? Karena: "Sebab keingingan daging adalah perseteruan dengan Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya." - Roma 8:7.
Apakah tujuan dari Sepuluh Perintah itu?
"Melalui hukum Taurat orang mengenal dosa." - Roma 3:20.
Fungsi dari hukum adalah untuk menuntun kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak ada harapan yang membutuhkan seorang Penyelamat.
"Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman." - Galatia 3:24.
Yesus adalah jawabannya! Saat kita berada di kaki Yesus dalam keadaan yang sama sekali tak tertolong, dengan iman kita dapat menerima pengampunan dosa kita dan kekuatan dari Dia untuk menuruti perintahNya.
8. PENURUTAN PENUH KASIH KEPADA SEPULUH HUKUM
Yesus berkata kepada kita bahwa penurutan adalah hasil dari kasih:
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu." - Yohanes 14:15.
Jika kita mengasihi Allah, kita akan menuruti empat hukum yang pertama yang mana menerangkan hubungan kita dengan Allah; dan jika kita mengasihi sesama manusia, kita akan mentaati enam hukum yang terakhir yang menerangkan hubungan kita dengan sesama.
Orang
yang menginjak-injak Sepuluh Perintah adalah berdosa:"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran Hukum Allah." - 1 Yohanes 3:4.
Tetapi syukur kepada Tuhan, kita mempunyai seorang Juru Selamat yang datang ke dunia ini dan mati, dibangkitkan, dan sekarang hidup dengan satu tujuan:
"Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, SUPAYA IA MENGHAPUS SEGAL DOSA, dan di dalam Dia tidak ada dosa." - Ayat 5.
Juru Selamat kita mengampuni dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). Dia lalu berjanji akan memberikan kepada kita kasihNya untuk mengasihi dengan penangkal kepada kehidupan yang mementingkan diri sendiri dan dosa:
"ALLAH TELAH MENCURAHKAN KASIHNYA KE DALAM HATI KITA oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." - Roma 5:5.
Kita tidak memiliki pembawaan dari dalam untuk dapat memelihara hukum Allah. Kasih Allah "dicurahkan... dalam hati kita" adalah satu-satunya harapan kita.
9. ANUGERAH ALLAH DAN PENURUTAN KEPADA HUKUM
Keselamatan adalah suatu anugerah. Kita tidak dapat mencarinya. Kita hanya dapat menerimanya dengan iman. Kita menerima pembenaran (berdiri benar bersama dengan Allah) sebagai suatu pemberian, semata-mata melalui iman karena kemurahan Allah.
"Sebab oleh karena KASIH KARUNIA KAMU DISELAMATKAN oleh IMAN; itu bukan hasil usahamu, tetapi PEMBERIAN ALLAH. Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri." - Efesus 2:8, 9.
Kita
tidak dapat mentaati perintah melalui usaha kita sendiri. Kita tidak
dapat menuruti perintah supaya diselamatkan. Tetapi saat kita datang
kepada Yesus dengan iman dan penyerahan dan diselamatkan, kasihnya mengisi
hati kita. Sebagai hasil dari anugerah ketuhanan dan penerimaan ini,
kita berkeinginan untuk mengikuti Dia dan taat kepadaNya melalui kuasa
kasihNya di dalam hati kita (Roma 5:5). Paulus menekankan kegagalan
dari usaha manusia dan menunjukkan bahwa kita tidak berada di bawah
hukum sebagai jalan kepada keselamatan, tetapi "di bawah Kasih
Karunia." "Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak." - Roma 6:15.
Mengapa? Karena hati yang terdorong oleh kasih menghasilkan kehidupan yang mencintai penurutan! (Roma 13:10). Mencintai Kristus berarti menurutiNya:
"Barang siapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku." - Yohanes 14:21.
Eric Liddell menunjukkan bahwa, meskipun dalam situasi yang terburuk sekalipun, umat percaya yang terhubungkan dengan kekuatan Allah dapat hidup puas, hidup dalam penurutan. Liddel menunjukkan suatu anugerah yang menarik pada saat tertekan dan ketakutan. Hubungan kasihnya dengan Kristus menguatkannya dengan Roh Kudus, dan menyanggupkan dia untuk bertemu "suatu kebenaran yang dituntut dari hukum" (Roma 8:1-4). Suatu hubungan kasih dengan Juru Selamat yang disalibkan dan bangkit dapat menghasilkan kualitas hidup seperti itu.
Sudahkah anda menemukan rahasia ini untuk diri anda sendiri? Kasih Yesus kepada anda menyebabkanNya memberikan hidupNya untuk dosa anda. Dia menawarkan untuk menguatkan semua hubungan anda dengan kasihNya dan untuk "melengkapi anda dengan semua yang baik untuk melakukan kehendakNya" (Ibrani 13:21). Apakah tanggapan anda?
Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy
Penyidik
segera memutar pita rekaman, dan dengan terheran-heran mulai mendengarkan
rekaman kejadian kejahatan tersebut. Seseorang bernama Anthony masuk
ke kantor dan mulai berdebat dengan dokter itu. lalu terdengar letusan
senjata. Pita rekaman itu berakhir dengan erangan dari dokter yang sekarat
di karpet. Setiap rincian yang mengerikan telah terekam. Pembunuh itu
mengira kejahatannya akan tetap menjadi rahasia. Ia telah sangat berhati-hati
untuk tidak meninggalkan jejak. Akan tetapi pita rekaman itu menceritakan
segalanya.
Kematian
Kristus sebagai pengganti kita memungkinkan Ia untuk bertindak sebagai
Hakim dan Pembela yang murah hati yang dapat mengampuni pendosa yang
bertobat. Ketika jagat raya yang menyaksikan hal ini bertanya, "Bagaimana
mungkin hakim yang tidak tidak berpihak menyatakan seorang yang bersalah
menjadi tidak bersalah?" Kristus dapat menjawab dengan menunjukkan
bekas luka di tanganNya. Ia telah menerima hukuman yang adil karena
dosa-dosa kita di dalam tubuhNya.
"Setelah
dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit
terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya.
Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah AnakKu
yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." - Matius 3:16, 17.
Yesus
disalibkan pada tahun 31, di "pertengahan minggu itu". Pada
saat Yesus mati, Tuhan Allah merobek "tabir Bait Suci terbelah
dua dari atas sampai ke bawah" (Matius 27:51). Persembahan korban
yang akan disembelih (perlambang dari Yesus, Domba Allah) terlepas dari
tangan imam. Ini adalah tanda bahwa Tuhan Allah tidak lagi menginginkan
manusia mempersembahkan korban binatang. Sementara menepati nubuatan
secara tepat, Yesus "menghentikan" setiap kebutuhan untuk
mempersembahkan korban. Sejak kematian Yesus, orang dapat berhubungan
dengan Tuhan tidak lagi melalui korban binatang dan imam manusia, melainkan
melalui Mesias, Anak Domba Allah dan Imam Besar kita.
Kata
kunci di dalam ayat-ayat ini adalah: Kita, semua telah berdosa, namun
karena kemurahan Tuhan Allah, semua dibenarkan, yang beriman dalam kuasa
penyucian dari darah Kristus. Ketika kita dibenarkan, Tuhan Allah menyatakan
bahwa kita tidak bersalah, dengan menghapuskan kesalahan dari dosa di
masa lalu. Dan Tuhan Allah menyatakan kita dibenarkan: pembenaran datang
dari Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.
Nah,
apakah artinya memulihkan tempat kudus di surga dalam keadaannya yang
wajar? Bangsa Israel di jaman dulu menyebutkan hari pemulihan tempat
kudus di bumi dengan nama Yom Kippur, Hari Pendamaian. Ini sebenarnya
adalah hari penghakiman.
Kemudian,
setiap tahun, pada Hari Pendamaian, Kemah Suci dibersihkan dari semua
dosa yang diakui selama setahun (Imamat 16). Dalam pembersihkan ini,
Imam Besar mempersembahkan korban khusus dari kambing yang dipilih.
Kemudian ia membawa darahnya ke Tempat Yang Maha Suci dan memercikkan
darah penebus ini di depan tirai pendamaian untuk menunjukkan bahwa
darah Yesus, Penebus yang akan datang, akan membayar upah dosa. Imam
Besar secara perlambang memindahkan dosa-dosa yang diakui dari Kemah
Suci ke atas kepada kambing jantan yang lain, kemudian melepaskannya
ke padang gurun dan mati di sana (Imamat 16:20-22).
Ketika
nama anda muncul di dalam penghakiman, akan mudah menghadapi catatan
kehidupan anda jikalau anda menerima Kristus sebagai Pengganti kita.
Dan ketika penghakiman bagi umat percaya telah selesai, Yesus kembali
ke bumi untuk membawa upah mereka (Wahyu 22:12, 14).
Saat
seorang Skotlandia bernama Peter tersesat di padang rumput tempat pembuangan
sampah pada suatu malam yang gelap, Tuhan memanggil namanya: "
Peter!" Saat suara dari surga memanggilnya kembali, Peter berhenti
berjalan, melihat ke bawah, dan ia menemukan bahwa ia hanya tinggal
selangkah lagi akan jatuh ke tambang batu kapur yang sudah terbengkalai.
"Karena
kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung yang telah melintasi semua
langit, yaitu Yesus, anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan
iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punyai, bukanlah Imam Besar yang
tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama
dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah
kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya
kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan
kita pada waktunya." - Ibrani 4:14-16.
Saat
bangsa Israel berkemah di kaki gunung Sinai, Allah memerintahkan Musa
untuk mendirikan kaabah yang dapat dipindahkan untuk berbakti "Sesuai
dengan pola yang ditunjukkan kepadamu (Musa) di atas gunung." (Keluaran
25:40). Hampir 500 tahun kemudian, kaabah batu besar Raja Salomo menggantikan
kaabah yang dapat dipindahkan tersebut. Dan kaabah itu didirikan sama
persis dengan kaabah yang dapat dipindah-pindahkan pada zaman Musa.
Saat Allah memberikan kepada Musa petunjuk untuk mendirikan kaabah,
tujuan khusus apakah yang ada dalam rencana Allah?
Rangkuman
singkat dari perabotan kaabah muncul di Perjanjian Baru: "sekarang
perjanjian pertama tentang peraturan untuk perbaktian dan juga kaabah
di dunia.... Di ruang yang pertama terdapat tempat kaki dian, meja dan
roti sajian perjamuan, tempat ini disebut Bilik Suci. Di belakang tirai
kedua terdapat ruangan yang disebut Bilik yang Maha suci, di mana terdapat
mesbah ukupan dari emas dan tabut perjanjian yang seluruhnya berlapis
emas. Di dalam tabut perjanjian berisi dua loh batu yang bertuliskan
perjanjian [di mana Tuhan menuliskan sepuluh perintah Allah (Ulangan
10:1-5)]. Di atas dari tabut perjanjian terdapat dua kerub kemuliaan
yang menaungi tutp pendamaian. (Ibrani 9:1-5).
Di
ruang yang pertama atau bilik suci, tujuh kaki dian yang terus menerus
menyala, melambangkan Yesus yang tidak pernah gagal menerangi dunia
(Yohanes 8:12). Meja dan roti sajian melambangkan pemenuhan akan kebutuhan
fisik dan spiritual kita yang dipuaskan oleh roti hidup (Yohanes 6:35).
Mesbah pendupa emas melambangkan Yesus yang melayani doa kita kehadapan
Allah (Wahyu 8:3, 4).
Ketika
Yesus mati di kayu salib apa yang terjadi dengan tirai tersebut?
Tanpa
penumpahan darah tidak ada pengampunan. (Ibrani 9:22). Apa yang terjadi
di kaabah dalam Perjanjian Lama menggambarkan langsung suatu perbuatan
penyelamatan yang besar dari Kristus. Mati untuk dosa kita, Dia telah
masuk satu kali untuk selama-lamanya kedalam tempat yang kudus dengan
membawa darahNya sendiri, dan dengan itu Dia telah mendapat kelepasan
yang kekal" (ayat 12). Saat darah Yesus tertumpah di kayu salib
untuk dosa kita, "tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai
ke bawah" (Matius 27:51). Karena pengorbanan Yesus di kayu salib,
binatang korban sudah tidak lagi dibutuhkan.
Sebagai
Imam Besar kita di Surga, Kristus juga memohon dengan kemanusiaanNya.
Dia berusaha menolong orang yang acuh-tak-acuh untuk melihat sekali
lagi kepada anugerah, untuk menolong orang yang berdosa yang berputus
asa meraih kembali harapan dalam kabar kesukaan, dan untuk menolong
orang-orang percaya menemukan lebih banyak kekayaan dari firman Allah
dan lebih banyak kekuatan dari doa. Yesus membentuk kehidupan kita sejalan
dengan perintah-perintah Allah dan menolong kita membangun karakter-karakter
yang akan tetap teguh pada pencobaan waktu.
Frank diperlakukan seperti sebuah bingkisan yang harus dibawa kemana-mana.
Tetapi di Swiss, hidup Frank berubah dramatis. Selama di sana dia belajar
tentang anjing yang dilatih untuk menuntun orang buta. Dia membawa seekor
anjing gembala Jerman yang diberi nama Buddy kembali ke Amerika Serikat,
lalu Frank mendirikan "Seeing Eye", yang sekarang merupakan
sebuah organisasi dunia. Sekarang, dengan Buddy disisinya, Frank dapat
pergi ke mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dia merasa bebas
pada akhirnya. Dalam satu percobaan dengan sekelompok wartawan di jalan-jalan
yang sibuk di kota New York, Buddy menuntun tuannya dengan cekatan dari
satu jalur ke jalur lain pada saat mobil-mobil berdesing lalu-lalang.
Karena Frank mempercayai Buddy, dia melaluinya dengan tenang. Wartawan
yang bisa melihat justru memiliki lebih banyak kesulitan; salah satu
dari mereka malah naik taksi untuk menyeberang ke sisi jalan yang lain.
Dalam rencana
ilahi, Yesus harus kembali ke surga sebagai wakil
kita di takhta Tuhan dan hadir untuk kita di hadapan
Allah (Ibrani 9:24). Ketika Tuhan kita yang tersalib
mewakili kita di surga, kita juga memiliki Roh
Kudus sebagai PENGHIBUR dan PENUNTUN selama di
dunia ini.
1. Mengubah hati manusia. Dalam pertemuannya dengan
Nikodemus, Yesus menekankan peran Roh Kudus dalam
mengubah hati manusia: "..Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jika seorang tidak DILAHIRKAN dari
air dan ROH, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan
Allah." (Yohanes 3:5). "Dilahirkan
dari Roh" berarti Roh memberikan kepada
kita kehidupan baru. Itu artinya lebih dari hanya
merubah sedikit tingkah laku kita. Roh mengubah
kita dari dalam keluar, memenuhi janji "Kamu
akan Kuberikan hati yang baru" (Yehezkiel
36:26).
Memiliki buah-buah Roh menunjukkan bahwa kita adalah cabang dari pohon
anggur, yaitu Yesus (Yohanes 15:5). Yesus sebenarnya dapat menyatakan
kehidupan yang melimpah melalui kita dengan kuasa Roh Kudus.
Tidak setiap orang Kristen menerima
semua karunia, beberapa mungkin hanya menerima
beberapa karunia lebih dari orang lain; Roh Kudus "memberikan
karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti
yang dikehendakiNya." (1 Korintus 12:11).
Roh Kudus memperlengkapi setiap orang percaya sesuai
perannya masing-masing secara khusus dalam rencana
Tuhan Allah. Tuhan Allah tahu kapan dan di mana
harus memberikan karunia-karunia yang lebih akan
memberkati umat Allah dan gerejaNya.
Pada
hari Pentakosta, Roh Kudus membuat mampu para rasul
untuk mengabarkan Injil secara jelas dalam bermacam
bahasa manusia "dari setiap bangsa di bumi" (Kisah
Para Rasul 2:3-6). Beberapa pelajar Alkitab membandingkan
kedatangan Roh Kudus dengan jatuhnya musim gugur
yang mula-mula dan hujan akhir musim semi di Palestina
(Yoel 2:23).
Petrus menjawab, "BERTOBATLAH DAN HENDAKLAH KAMU MASING-MASING
MEMBERI DIRIMU DIBAPTIS dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu.
MAKA KAMU AKAN MENERIMA KARUNIA ROH KUDUS" (Kisah Para Rasul 2:38).
Pengalaman
dipenuhi oleh Roh Kudus ini dibaharui setiap hari melalui doa dan belajar
Alkitab. Doa menjaga kita tetap berhubungan erat dengan Kristus, dan
belajar dari Firman Tuhan menjaga kita agar tetap terfokus dari sumberNya.
Itu semua menghancurkan segala rintangan antara kita dan Kristus yang
mungkin menghalangi Dia dalam mencurahkan karunia Roh KudusNya yang
tidak ternilai. Beginilah kita harus bertumbuh dan mengganti kebiasaan-kebiasaan
dan sifat buruk kita dengan kualitas yang lebih sehat.
Tidak ada penjelasan tentang dunia saat ini yang lebih akurat yang dapat
ditulis daripada: "Orang akan pingsan karena teror, kuatir akan
apa yang terjadi di dunia! Cadangan sejata berkemampuan untuk menghancurkan
seluruh planet. Apa yang terjadi jika beberapa teroris mendapatkan sebuah
kepala nuklir? 
Dapatkah seseorang membayangkan gambaran yang lebih akurat tentang dunia
kita? Arahkan kamera ke arah mana saja saat ini dan anda akan menangkap
sebuah gambar dari materialisme yang sombong. Anda akan menangkap wabah
pelecehan dan penganiayaan anak-anak yang mengejutkan. Anda akan mendapatkan
gambar-gambar tak terhitung dari pemuda yang di luar kontrol, anak-anak
remaja yang membunuh dan memuntung secara acak. Semua hal ini membentuk
sebuah galeri dari gambar-gambar yang secara keras menyerukan bahwa
kedatangan Yesus sudah dekat.
Hari ini di Asia dan Afrika, Eropa Timur,
dan Uni Soviet baru, dan negara-negara Timur
Tengah, kita menyaksikan penyebarluasan yang
terbesar dari kebangkitan negara-negara sepanjang
sejarah yang pernah tercatat, "Sudah dekat
hari Tuhan".
Yesus
meramalkan bahwa sesaat sebelum kedatangan-Nya, pekabaran injil akan
mencapai seluruh dunia: 
Juruselamat
kita menciptakan jalan keluar dari dunia yang remuk ini dengan mengorbankan
tubuh dan darah-Nya sendiri. Dan Yesus yang sama, yang suatu saat akan
menyembuhkan penyakit dunia ini dengan menghancurkan dosa, menawarkan
sekarang juga untuk menghapuskan perasaan bersalah dari kehidupan anda.
Anda tidak harus menunggu sampai KedatanganNya yang kedua kali untuk
terlepas dari rasa bersalah, dan dari kebiasaan yang menghancurkan.
Yesus bersedia untuk memberikan anda perdamaian-Nya saat ini juga. Sementara
menghadiri sebuah pertemuan rohani, seorang wanita muda merasakan secara
aneh digerakkan oleh kehadiran Roh Kudus. Saat dia mendengar cerita
tentang kedatangan Juruselamat yang segera, semua kepingan-kepingan
mulai masuk ke tempatnya. Ini sangat masuk akal.