Berikut ini adalah merupakan ajaran Alkitab yang aku yakini
Dalam
laman ini saya akan memperkenalkan kepada saudara-saudara yang ingin
menggali kebenaran Alkitab. Ajaran Alkitab yang saya yakini. Ini
adalah merupakan ajaran yang berpusat pada Kristus yang berfungsi untuk
membangun kerohanian sauara-saudara. Ajaran Alkitab yang sejati
bukanlah hanya sekadar kepercayaan saja, tapi lebih dari pada itu.
Ajaran Alkitab yang saya yakini ini menyangkut tindakan.
Saya sangat mengharapkan bahwa dengan tuntunan Roh Kudus, saudara-saudara akan menemukan "pengetahuan yang menyelamatkan." .
Note:Untuk mempelajari secara lengkap Ajaran Alkitab yang aku yakini ini, silahkan click gambar di atas untuk mendownload!
I. DOKTRIN MENGENAI ALLAH
FIRMAN TUHAN ALLAH
Kitab
Suci, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Sabda Allah yang
tersurat, oleh ilham Ilahi diberikan melalui orang-orang kudus yang
berbicara dan menulis sementara mereka digerakkan oleh Roh Kudus. Dalam
Kitab ini, Allah menyampaikan kepada manusia pengetahuan tentang
keselamatan. Kitab Suci adalah pernyataan kehendak Allah. Kitab Suci
merupakan standar tabiat, ujian pengalaman, pengungkap doktrin-doktrin
yang berwenang dan catatan yang dapatdipercaya akan perbuatan Allah
dalam sejarah.—Fundamental Beliefs,—1.
KEALLAHAN
Hanya ada satu Tuhan: Bapa, Anak dan Roh Kudus, satu kesatuan dari tiga Pribadi-abadi.
Allah yang abadi, mahakuasa, mahatahu di atas segala-galanya, dan
mahahadir. Ia tidak mengenal batas dan di luar kemampuan pemahaman
manusia, namun dapat dikenal karena penyataan diri-Nya sendiri. Ia layak
disembah untuk selama-lamanya, dipuja dan dilayani oleh seluruh makhluk
ciptaan. —Fundamental Beliefs,—2.
ALLAH BAPA
Allah Bapa yang Kekal adalah Pencipta, Sumber, Penopang dan Pemerintah semuaciptaan. Ia adil, ‘kudus, penuh rahmat dan kemurahan, lambat
marah, dan berkelimpahan cinta kasih dan setiawan. Kualitas dan kuasa
yang tampak dalam Anak dan Roh Kudus adalah juga menyatakan Bapa.
—Fundamental Beliefs.—3.
ALLAH ANAK
Anak Allah yang Kekal menjelma dalam Yesus Kristus. Melalui Dialah segalasesuatudiciptakan,
sifat-sifat Allah dinyatakan, keselamatan manusia dilengkapkan, dan
dunia dihakimi. Ialah Allah yang sejati selama-lamanya, juga menjadi
manusia yang sejati, yakni Yesus Kristus Dikandung karena Roh Kudus dan
dilahirkan melalui anak dara Maria. Ia hidup dan mengalami pencobaan
sebagai seorang manusia, akan tetapi melakukan dengan sempurna kebenaran
dan kasih Allah. Melalui mukjizat yang diperbuat-Nya Dia menyatakan
kuasa Allah dan telah ter-bukti sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Ia
menderita dan mati dengan sukarela di kayu salib karena dosa-dosa kita
dan menggantikan tempat kita, kemudian la dibangkitkan dari kematian dan
naik ke surga untuk melayani kepentingan kita di kaabah yang di surga.
Ia akan datang kem-bali dalam kemuliaan untuk melepaskan umat-Nya untuk
kali yang terakhir serta memulihkan segala sesuatu. —Fundamental
Beliefs,—4.
ALLAH ROH KUDUS
Allah
Roh yang kekal aktif bersama Bapa dan Anak dalam Penciptaan, Penjelmaan
dan penebusan. Ia mengilhami para penulis Kitab Suci. Ia mengisi hidup
Kristus dengan kuasa. Ia menarik pada-Nya serta menyadarkan umat
manusia; dan barangsiapa yang menyambutnya akan dibaharui dan diubah
menjadi serupa dengan gambar Allah. Diutus oleh Bapa dan Anak supaya Ia
senantiasa dengan anak-anak-Nya, Ia menyo-dorkan karunia rohani kepada
jemaat, memberinya kuasa untuk menjadi saksi bagi Kristus, dan selaras
dengan Kitab Suci yang menuntun kepada semua kebenaran —Fundamental
Beliefs,—5.
II. DOKTRIN TENTANG MANUSIA
PENCIPTAAN
Tuhan
Pencipta segala sesuatu, dan hal itu telah dinyatakan dalam Kitab Suci,
catatan autentik atas kegiatan-Nya yang kreatif Di dalam enam hari
Tuhan menjadikan “langit dan bumi ” dan semua makhluk hidup yang ada di
atas bumi, dan berhenti pada hari ketujuh pada minggu yang pertama itu.
Oleh karena itu, Ia menjadikan Sabat sebagai peringatan yang abadi atas
pekerjaan penciptaan yang sempurna yang dilakukan-Nya itu. Leluhur
manusia yang pertama itu, lelaki dan perempuan, yang telah dijadikan
Tuhan menurut gambar-Nya sebagai mahkota ciptaan, memerintah dunia dan
diberi tugas untuk mengusahakannya. Tatkala dunia ini sudah selesai
diciptakan, maka segala sesuatu itu “sungguh amat baik, ” menyatakan
kemuliaan Tuhan. — Fundamental Beliefs,—6.
SIFAT DAN KEADAAN MANUSIA
Lelaki
dan perempuan diciptakan dalam gambar Allah sebagai manusia individu,
disertai kuasa dan kebebasan berpikir dan bertindak. Walaupun diciptakan
sebagai makhluk bebas, masing-masing adalah terdiri dari badan, jiwa
dan roh yang tidak terpisahkan, napas dan hidupnya bergantung kepada
Allah. Ketika leluhur kita yang pertama mengingkari Allah, mereka
menyangkal ketergantungan mereka kepadaNya sehingga mereka jatuh dari
kedudukan yang tinggi di bawah kuasa Allah. Gambar Allah dalam mereka
dinodai dan mereka menjadi takluk kepada maut. Keturunan mereka turut
merasakan akibat-akibat sifat kejatuhan ini. Mereka lahir dalam keadaan
lemah dan memiliki kecenderungan kepada yang jahat. Tetapi Tuhan dalam
Kristus memperdamaikan dunia kepada diri-Nya dan melalui Roh-Nya
memulihkan citra Pencipta mereka di dalam diri mereka yang fana. Karena
mereka diciptakan untuk kemuliaan Allah maka mereka diminta supaya
saling mengasihi dan mengasihi-Nya, serta memelihara lingkungan mereka. —Fundamental Beliefs.—7.
III. DOKTRIN KESELAMATAN
PERTIKAIAN BESAR
Semua manusia kini terlibat dalam pertikaian besar antara Kristus dan
Setan mengenai tabiat Allah, hukum-Nya dan kekuasaan-Nya atas semesta
alam. Konflik ini bermula di surga tatkala seorang makhluk yang
diciptakan, yang dikaruniai kebebasan memilih, meninggikan diri dan
menjadi Setan, seteru Allah, dan memimpin pemberontakan beserta sebagian
dari para malaikat. Ia memperkenalkan roh pemberontakan kepada dunia
ini ketika ia membuat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Kejatuhan
manusia mengakibatkan pemutarbalikan atas gambar Allah dalam diri
manusia, mengharu-birukan dunia yang diciptakan, sehingga mendatangkan
bencana yang dahsyat waktu Airbah melanda seluruh dunia. Makhluk ciptaan
yang memperhatikan, dunia ini menjadi arena konflik universal, kasih
Allah terbukti mencapai puncaknya. Untuk membantu umat-Nya menghadapi
pertarungan ini, Kristus mengirim Roh Kudus dan malaikat-malaikat yang
setia untuk memimpin, melindungi serta mendukung mereka dalam jalan
keselamatan.--Fundamental Beliefs,--8
HIDUP, MATI DAN KEBANGKITAN KRISTUS
Di dalam hidup Kristus yang taat dengan sempurna kepada kehendak
Allah, penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya, disediakan Allah
sebagai satu-satunya sarana pendamaian bagi dosa manusia, supaya dengan
demikian barangsiapa yang percaya dapat menerima hidup kekal, dan semua
makhluk ciptaan dapat memahami lebih baik cinta kasih Pencipta yang
tiada batasnya itu. Pendamaian yang sempurna ini mempertahankan
kebenaran hukum Tuhan dan kemurahan tabiat-Nya; karena dengan itulah
dosa-dosa kita dihakimi dan sekaligus mendapatkan keampunan. Kematian
Kristus adalah pengganti dan korban yang tidak bercacat-cela, yang
mendamaikan dan mengubahkan. Kebangkitan Kristus memproklamirkan
kemenangan Kristus atas kekuatan Iblis, dan bagi orang yang menerima
pendamaian merupakan jaminan kemenangan akhir mereka atas dosa dan maut.
Dinyatakannya juga Ketuhanan Yesus Kristus, di hadapan setiap lutut di
surga dan di bumi yang akan tunduk memberi hormat.--Fundamental Beliefs
9.
PENGALAMAN KESELAMATAN
Kasih
dan kemurahan Tuhan yang tiada taranya membuat Kristus, yang tidak
mengenal dosa, menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dapat
dibenarkan di hadapan Allah. Berkat bimbingan Roh Kudus kita pun
merasakan keperluan kita, mengaku bahwa kita penuh dengan dosa, bertobat
dari pelanggaran-pelanggaran kita, sebagai Pengganti dan Teladan. Iman
ini mendatangkan keselamatan melalui kuasa Ilahi dari Sabda yang
merupakan karunia anugerah Allah. Melalui Kristus kita dibenarkan,
diangkat menjadi putra-putri Allah, dan dilepaskan dari perhambaan dosa.
Melalui Roh kita dilahirkan kembali serta dikuduskan; Roh membarui
pikiran kita, menuliskan hukum kasih Allah di dalam hati kita, dan
kepada kita diberi kuasa untuk menghidupkan suatu kehidupan yang kudus.
Kalau kita tinggal di dalam Dia, maka kita akan menjadi orang yang turut
mengambil bagian dalam tabiat Ilahi dan memperoleh jeminan keselamatan
sekarang dan juga pada penghakiman itu.--Fundamental Beliefs 10.
IV. DOKTRIN GEREJA
BERTUMBUH DALAM KRISTUS
Oleh kematian-Nya di salib, Yesus menang atas
kekuatan-kekuatan kejahatan. Dia yang menaklukkan roh-roh jahat selama
pelayanan-Nya di atas dunia telah menghancurkan kuasa roh-roh itu serta
memastikan kebinasaannya pada akhirnya. Kemenangan Yesus memberikan
kemenangan kepada kita atas kekuatan-kekuatan jahat yang tetap berusaha
mengendalikan kita, sementara kita berjalan bersama Dia dalam kedamaian,
sukacita, dan kepastian akan kasih-Nya. Sekarang Roh Kudus tinggal di
dalam kita serta memberi kuasa kepada kita. Dengan senantiasa teguh pada
Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, kita dibebaskan dari beban
perbuatan-perbuatan kita masa lalu. Kita tidak lagi hidup dalam
kegelapan, dalam ketakutan akan kuasa-kuasa kejahatan, dalam
ketidaktahuan, dan dalam kesia-siaan dari cara hidup kita yang
terdahulu. Dalam kebebasan baru dalam Yesus ini, kita dipanggil untuk
bertumbuh ke dalam keserupaan dengan tabiat-Nya, dengan berhubungan erat
dengan-Nya setiap hari dalam doa, dengan hidup dari Sabda-Nya, dengan
merenungkan sabda itu dan pemeliharaan-Nya, dengan menyanyikan pujian
kepada-Nya, dengan berkumpul bersama untuk beribadah, dan dengan turut
serta dalam tujuan misi gereja. Sementara kita memberikan diri kita
dalam pelayanan yang penuh kasih kepada orang-orang di sekitar kita dan
dalam bersaksi akan keselamatan-Nya, kehadiran-Nya yang tetap menyertai
kita melalui Roh itu mengubah setiap waktu dan setiap tugas menjadi
suatu pengalaman rohani. Fundamental Beliefs 11.
GEREJA ATAU JEMAAT
Gereja adalah umat percaya yang mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan
dan Juruselamat. Mengikuti umat yang percaya kepada Tuhan pada zaman
Perjanjian Lama, kita dipanggil keluar dari dunia; dan kemudian kita
menggabungkan diri untuk berbakti, bersekutu, mempelajari Firman, untuk
merayakan Perjamuan Tuhan, untuk melayani semua umat manusia serta
memberitahukan pekabaran Injil ke seluruh dunia. Gereja memperoleh
otoritasnya dari Kristus, yang menjadi penjelmaan Firman itu, dan juga
dari Kitab-kitab Suci yang menjadi Firman yang tertulis. Gereja adalah
keluarga Allah, yang diangkat-Nya menjadi anak-anak-Nya, keanggotaannya
yang berdasarkan hidup atas perjanjian yang baru. Gereja adalah tubuh
Kristus, masyarakat orang beriman yang dikepalai Kristus. Gereja adalah
pengantin, untuknya Kristus telah mati, supaya dengan demikian Ia dapat
menguduskan dan membasuhnya. Pada waktu kedatangan-Nya kelak dalam
kemenangan, Ia akan mengambil untuk-Nya sebagai jemaat yang mulia, orang
yang setia sepanjang zaman, yang telah ditebus dengan darah-Nya
sendiri, yang tidak bercacat-cela, melainkan kudus tanpa noda sama
sekali.--Fundamental Beliefs--12
UMAT YANG SISA DAN TUGASNYA
Gereja semesta terdiri dari orang‑orang yang benar‑benar percaya
kepada Kristus, tetapi pada hari‑hari terakhir, saat kemurtadan
merajalela, sebuah rombongan yang sisa dipanggil keluar untuk memelihara
hukum‑hukum Allah dan beriman kepada Yesus. Umat yang sisa ini
mengumumkan tibanya hari penghukuman, menyatakan keselamatan melalui
Kristus, serta memaklumkan dekatnya kedatangan-Nya yang kedua kali.
Proklamasi ini dilambangkan oleh tiga malaikat yang terdapat dalam Wahyu
14; bersamaan dengan pekerjaan penghakiman di surga dan hasilnya
pekerjaan pembaruan dan pertobatan di atas bumi. Setiap orang percaya
dipanggil supaya turut serta secara pribadi dalam kesaksian yang
meliputi seluruh dunia ini.--Fundamental Beliefs,‑-13
KESATUAN DALAM TUBUH KRISTUS
Bahwa jemaat adalah satu tubuh dengan banyak anggota, dipanggil dari
setiap bangsa, bahasa dan kaum. Di dalam Kristus kita adalah ciptaan
baru; berbeda suku‑bangsa, budaya, pengetahuan, kebangsaan, dan
perbedaan tinggi dan rendah, kaya dan miskin, lelaki dan perempuan,
seharusnya tidaklah mendatangkan perpecahan di antara kita. Kita sama di
dalam Kristus, yang dengan satu Roh telah menjadikan kita satu dalam
persekutuan dengan Dia dan satu dengan yang lain; kita harus melayani
dan dilayani tanpa pilih kasih atau tanpa pamrih. Melalui penyataan
Yesus Kristus di dalam Alkitab kita membagikan iman dan pengharapan yang
sama, dan menjangkau ke luar dalam satu kesaksian kepada semua orang.
Kesatuan ini bersumber dalam kesatuan ketritunggalan Allah, yang telah
mengangkat kita menjadi anak‑anak‑Nya. ‑‑ Fundamental Beliefs, ‑‑ 14
BAPTISAN
Melalui baptisan kita mengakui iman kita dalam kematian dan
kebangkitan Yesus Kristus, dan memberikan kesaksian akan kematian kita
terhadap dosa dan tujuan kita berjalan dalam hidup baru. Demikianlah
kita mengaku Kristus Tuhan dan Juruselamat , kita menjadi umat‑Nya, dan
diterima sebagai anggota jemaat‑Nya. Baptisan adalah sebuah lambang
persatuan kita dengan Kristus, keampunan dosa‑dosa serta penerimaan
kita atas Roh Kudus. Adalah dengan diselamkan ke dalam air dan persatuan
dalam pengukuhan iman dalam Kristus bukti pertobatan dari dosa.
Kemudian diikuti dengan petunjuk yang terdapat dalam Kitab Suci dan
penerimaan pengajaran yang terdapat di dalamnya. ‑‑ Fundamental Beliefs, ‑‑ 15.
PERJAMUAN TUHAN
Perjamuan Tuhan adalah satu partisipasi dalam pelambangan tubuh dan
darah Yesus sebagai satu pernyataan iman di dalam Dia, Tuhan dan
Juruselamat kita. Dalam pengalaman Perjamuan Kudus ini Kristus hadir
untuk bertemu dan menguatkan umat‑Nya. Jika kita turut serta maka kita
dengan gembira akan memberitahukan kematian Kristus sampai ihwal
kedatangan-Nya kembali. Persiapan untuk Perjamuan Kudus itu menyangkut
pemeriksaan diri, pertobatan dan pengakuan. Guru Besar itu menahbiskan
upacara pembasuhan kaki untuk menyatakan pembasuhan pembaruan kembali,
untuk menyatakan kerelaan melayani satu dengan yang lain dalam bentuk
kerendahan hati seperti yang diperlihatkan Kristus serta menyatukan hati
kita dalam kasih. Perjamuan Kudus terbuka bagi semua orang Kristen yang
beriman. ‑‑ Fundamental Belief, ‑‑ 16.
KARUNIA ROHANI DAN TUGAS PELAYANAN
Allah mencurahkan karunia rohani kepada seluruh kelompok umur anggota
jemaat‑Nya di mana setiap anggota mengambil bagian dalam pelayanan
penuh kasih demi kebaikan jemaat dan manusia. Karunia rohani itu
diberikan melalui Roh Kudus, yang diberikan secara adil kepada setiap
anggota menurut kehendak‑Nya, pemberian yang akan menyanggupkan serta
melayani segala keperluan jemaat untuk melaksanakan fungsi yang
ditugaskan Ilahi. Menurut Alkitab, karunia‑karunia ini termasuk pelayan
iman, penyembuhan, nubuat, pengumuman, pengajaran, pelaksanaan,
pendamaian, perasaan kasihan, pelayanan pengorbanan diri serta
kedermawanan untuk membantu dan me‑neguhkan orang. Sebagian anggota
dipanggil Allah serta dikaruniai Roh untuk melaksanakan tugas yang
diakui jemaat selaku gembala jemaat, pekerja injil, rasul‑rasul, dan
mengajar jemaat secara khusus untuk melengkapi anggota jemaat melakukan
tugas pelayanan yang diperlukan, untuk membangun jemaat kepada
kematangan rohani, membantu perkembangan kesatuan iman dan pengetahuan
akan Allah. Apabila setiap anggota jemaat menggunakan karunia rohani ini
sebagai penatalayan yang setia akan pelbagai ragam anugerah Allah, maka
gereja dilindungi dari pengaruh yang merusak dari pe‑ngajaran yang
palsu, dan jemaat akan berkembang de‑ngan perkembangan yang berasal dari
Allah, dan dibangun dalam iman dan kasih.‑‑Fundamental Beliefs, ‑‑ 17.
KARUNIA NUBUAT
Salah satu karunia Roh Kudus adalah karunia nubuat. Karunia ini
merupakan ciri‑ciri jemaat yang sisa dan telah diperlihatkan dalam
pekerjaan pelayanan Ellen G. White. Sebagai jurukabar Allah,
tulisan‑tulisannya merupakan sumber kebenaran yang bersifat
terus‑menerus dan mempunyai kuasa untuk menghibur jemaat, membimbing,
memberikan petunjuk dan perbaikan. Tulisan‑tulisan itu menyatakan dengan
jelas bahwa Alkitab merupakan ukuran, dan dengan itulah pengajaran dan
pengalaman harus diuji. ‑‑ Fundamental Beliefs, ‑‑ 18.
V. DOKTRIN KEHIDUPAN KRISTEN
HUKUM TUHAN ALLAH
Prinsip‑prinsip agung hukum Allah dinyatakan dalam Sepuluh Hukum dan
diteladani dari hidup Kristus. Prinsip dan hukum itu mengungkapkan kasih
Allah, kehendak dan segala maksud‑Nya sehubungan dengan tingkah laku
manusia serta hubungannya dan mengikat manusia pada segala tingkat umur.
Ajaran‑ajaran ini merupakan dasar perjanjian Allah dengan umat‑Nya dan
menjadi ukuran di pengadilan Allah. Melalui Roh Kudus dosa dinyatakan
serta membangkitkan sebuah perasaan perlunya seorang Juruselamat.
Keselamatan adalah karunia bukannya hasil perbuatan, tetapi buah‑buahnya
adalah penurutan Hukum. Penurutan ini me‑ngembangkan tabiat Kristen
serta menghasilkan kebaikan. Inilah sebuah bukti kasih kita kepada Tuhan
Allah dan rasa keprihatinan kita kepada sesama. Penurutan dalam iman
menunjukkan kuasa Kristus untuk mengubah hidup dan dengan demikian
menguatkan kesaksian Kristen.‑‑Fundamental Beliefs, ‑‑ 19.
HARI SABAT
Khalik yang penuh kemurahan, setelah enam hari Penciptaan, berhenti
pada hari ketujuh dan melembagakan hari Sabat bagi semua umat sebagai
satu peringatan Penciptaan. Perintah keempat dari Hukum Allah yang tak
dapat berubah itu mengharuskan pemeliharaan Sabat hari ketujuh ini
sebagai hari istirahat, berbakti, dan melayani sesuai dengan ajaran dan
praktek yang dilakukan Yesus Kristus, Tuhan atas hari Sabat itu. Hari
Sabat adalah hari perhubungan yang menyenangkan dengan Tuhan Allah, dan
juga dengan sesama. Sabat merupakan sebuah lambang penebusan kita di
dalam Kristus, satu tanda penyucian kita, sebuah pernyataan bahwa kita
tunduk dan taat, sebuah gambaran mendatang tentang kehidupan yang abadi
di dalam kerajaan Allah. Sabat merupakan tanda Allah yang kekal,
abadinya perjanjian-Nya antara Dia dan umat-Nya. Pemeliharaan dengan
rasa gembira atas hari yang kudus ini dari senja kepada senja, dari
matahari terbenam sampai matahari terbenam, adalah sebuah perayaan atas
karya kreatif dan tindak perbuatan yang menebus yang dilakukan Tuhan.--Fundamental Beliefs--20.
PENATALAYANAN
Kitalah penatalayan‑penatalayan Allah, dipercayakan‑Nya kepada kita
waktu dan kesempatan, kesanggupan dan harta‑milik, dan juga
berkat‑berkat bumi serta segala sumbernya. Kita bertanggung jawab
kepada‑Nya atas penggunaannya dengan baik. Kita mengakui Allah
pemiliknya dengan pelayanan yang setia kepada‑Nya dan kepada sesama, dan
dengan me‑ngembalikan persepuluhan dan persembahan untuk
memproklamasikan injil‑Nya serta membantu dan mengembangkan jemaat‑Nya.
Penatalayanan adalah suatu hak istimewa yang diberikan Allah kepada kita
untuk dipelihara dengan kasih sayang dan menang atas sifat mementingkan
diri sendiri dan atas keinginan terhadap milik orang lain. Penatalayan
bergembira di dalam berkat‑berkat yang datang kepada orang lain sebagai
hasil dari kesetiaannya.‑‑Fundamental Beliefs, ‑‑ 21.
TINGKAH LAKU ORANG KRISTEN
Kita dipanggil untuk menjadi umat yang saleh yang berpikir, merasa dan
bertindak selaras dengan asas‑asas surga. Karena Roh di dalam kita
menciptakan kembali tabiat Tuhan maka kita melibatkan diri hanyalah
dalam perkara‑perkara yang menghasilkan kesucian seperti Kristus,
kesehatan dan kegembiraan dalam hidup kita. Ini berarti bahwa kesenangan
dan kesukaan kita haruslah memenuhi ukuran selera Kristen dan keindahan
Kristiani. Sementara mengakui adanya perbedaan budaya, pakaian kita
haruslah sederhana, sopan, bersih, sesuai dengan keindahan yang sejati
bukannya dengan hiasan lahiriah melainkan dengan hiasan yang tidak akan
hancur yakni dengan roh lemah lembut. Itu juga berarti karena tubuh kita
adalah kaabah Roh Kudus, maka kita harus memeliharanya dengan arif dan
bijaksana. Dengan olahraga dan istirahat yang berimbang, kita harus
menerapkan cara makan yang paling sehat dan sama sekali harus menjauhi
makanan haram yang disebutkan dengan jelas dalam Kitab Suci. Minuman
yang mengandung alkohol, tembakau, dan penyalahgunaan obat‑obat bius dan
narkotik yang merusak tubuh, harus membebaskan kita dari semuanya itu.
Sebaliknya, kita justru harus melibatkan diri dalam apapun yang membuat
pikiran dan tubuh kita taat kepada Kristus, yang meng‑inginkan kita
sehat, gembira dan baik.‑‑Fundamental Beliefs, ‑‑ 22.
PERNIKAHAN DAN KELUARGA
Pernikahan dilembagakan secara Ilahi di Eden dan dikukuhkan oleh Yesus
menjadi persatuan yang seumur hidup antara perempuan dengan pria dalam
persekutuan kasih‑sayang. Bagi orang Kristen, janji pernikahan itulah
kepada Allah sebagaimana yang berlaku bagi pasangan itu sendiri, dan
seharusnya dilakukan oleh pasangan yang seiman saja. Cinta kasih yang
timbal‑balik, penghormatan, penghargaan dan tanggung jawab adalah hasil
dari hubu‑ngan ini, yang memantulkan kasih, yang menguduskan,
mengakrabkan dan merupakan hubungan yang permanen antara Kristus dan
jemaat‑Nya. Sehubungan dengan soal perceraian, Yesus mengajarkan bahwa
seseorang yang menceraikan pasangannya, kecuali karena perzinahan, lalu
kawin dengan orang lain, berarti melakukan perzinahan. Walaupun banyak
hubungan keluarga yang tidak serasi, pasangan yang mengikatkan diri
dalam pernikahan, yang telah menyerahkan diri sepenuhnya satu dengan
yang lain di dalam Kristus dapat mengusahakan kesatuan cinta kasih
melalui bimbingan Roh dan pemeliharaan jemaat. Allah memberkati keluarga
dan bermaksud agar setiap anggota keluarga saling membantu satu sama
lain hingga mencapai kematangan yang sempurna. Orang tua hendaknya
membesarkan anak‑anak mereka dalam kasih dan penurutan kepada Allah.
Melalui contoh dan perkataan mereka, mereka mengajarkan kepada
anak‑anaknya bahwa Kristus adalah penuh dengan disiplin kasih, penuh
kasih sayang dan perhatian, yang menginginkan mereka supaya menjadi
anggota tubuh‑Nya, keluarga Allah. Keluarga yang semakin erat
hubungannya merupakan salah satu tanda penting akhir pekabaran
Injil—Fundamental Beliefs, 23.
VI. DOKTRIN MENGENAI AKHIR ZAMAN
PELAYANAN KRISTUS DI DALAM KAABAH DI SURGA
Di
surga ada kaabah, kaabah sejati yang dibuat oleh Tuhan, bukan yang
dibuat oleh manusia. Di dalamnya Kristus melayani demi kepentingan kita,
memungkin‑kan orang‑orang percaya memperoleh keuntungan dari korban
pendamaian yang diadakan‑Nya sekali dan un‑tuk selamanya di kayu salib.
Ia dilantik sebagai Imam Besar yang Mahatinggi dan memulai pelayanan
pengantaraan‑Nya pada waktu kenaikan‑Nya. Pada tahun 1844, pada akhir
periode nubuat 2300 pagi dan petang, Ia memasuki fase kedua dan terakhir
dari pelayanan pendamaian‑Nya. Pekerjaan penghakiman‑pemeriksa‑an yang
menjadi bagian penting yang terakhir dan menentukan atas semua dosa,
dilambangkan oleh pembersihan kaabah Ibrani kuno pada Hari Pendamaian.
Dalam bentuk pelayanan itu, kaabah dibersihkan oleh darah binatang yang
dikorbankan, sedangkan perkara‑perkara surgawi dibersihkan oleh korban
yang sempurna, darah Yesus. Penghakiman‑pemeriksaan menunjukkan kepada
makhluk‑makhluk yang berpikir cerdas di surga yang di antara orang mati
yang tertidur di dalam Kristus dan kemudian di dalam Dia, dianggap layak
ikut ambil bagian dalam kebangkitan yang pertama. Itu juga membuat
nyata orang yang hidup tinggal di dalam Kristus, yang memelihara
hukum‑hukum Tu‑han dan beriman kepada Yesus, dan di dalam Dia, kemudian,
siap diubahkan untuk memasuki kerajaan‑Nya yang kekal. Penghakiman ini
membuktikan ke‑adilan Tuhan dalam menyelamatkan orang‑orang yang percaya
di dalam Yesus. Itulah yang menyatakan bahwa barangsiapa yang tetap
setia kepada Tuhan akan me‑nerima kerajaan itu. Penyempurnaan pekerjaan
Kristus ini akan menandai penutupan pintu kasihan bagi manusia menjelang
Kedatangan‑Nya kedua kali.‑‑Fundamental Beliefs, ‑‑ 24
KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA KALI
Kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan pengharapan yang
mengandung berkat bagi jemaat, puncak yang paling mulia dari kabar Injil
itu. Kedatangan Kristus itu secara nyata, pribadi, dapat dilihat dan
dipandang seluruh dunia. Apabila Ia kembali, orang yang mati dalam
kebenaran akan dibangkitkan, bersama-sama dengan orang benar yang hidup
pada ketika itu akan dimuliakan dan dibawa naik ke surga, sedangkan
orang yang jahat akan mati. Hampir semua nubuatan digenapi secara
lengkap, ditambah lagi dengan keadaan dunia sekarang ini, menunjukkan
bahwa kedatangan Kristus sudah dekat. Waktunya belum dinyatakan, oleh
karena itu kita diingatkan supaya senantiasa bersedia setiap saat.--Fundamentals Beliefs,--25
KEMATIAN DAN KEBANGKITAN
Upah
dosa adalah maut. Tetapi Allah, yang abadi, akan memberikan jaminan
hidup kekal kepada orang‑orang yang ditebus‑Nya. Bagi orang yang sudah
mati sampai menjelang hari itu, mereka semua dalam ke‑adaan tidak tahu
apa‑apa. Apabila Kristus, yang menjadi kehidupan kita tampak kelak,
orang benar yang dibangkitkan dan juga orang benar yang hidup pada saat
kedatangan‑Nya, akan dimuliakan dan diangkat untuk bertemu dengan Tuhan
mereka. Kebangkitan yang ke‑dua, kebangkitan orang yang tidak benar,
akan berlangsung seribu tahun kemudian.‑‑Fundamental Beliefs, 26
MILENIUM DAN AKHIR DOSA
Milenium adalah 1000 tahun pemerintahan Kristus bersama‑sama umat
saleh‑Nya di surga, antara kebang‑kitan pertama dengan kebangkitan yang
kedua. Dalam kurun waktu ini orang jahat akan dihakimkan; dunia menjadi
sunyi‑senyap tanpa ada manusia yang hidup untuk menghuninya,
melainkan Setan dan pengikutnya saja yang tinggal di dunia. Setelah masa
itu berakhir, Kristus dan umat‑Nya yang saleh beserta Kota Suci akan
turun dari surga ke dunia ini. Orang jahat yang mati akan dibangkitkan,
Setan beserta para malaikatnya, akan mengelilingi kota itu; akan tetapi
api dari Allah akan turun menghanguskan mereka dan sekaligus
membersihkan dunia ini. Alam semesta dibebaskan dari dosa dan orang yang
berdosa untuk selama‑lamanya. ‑‑Fundamental Beliefs, 27.
DUNIA BARU
Di dunia baru, yang menjadi tempat tinggal orang-orang saleh, Allah
akan menyediakan tempat kekal bagi orang yang telah ditebus lengkap
dengan lingkungan yang sempurna bagi kehidupan yang abadi, penuh kasih
sayang, kesukaan dan belajar di hadapan hadirat-Nya, karena penderitaan
dan kematian telah tiada. Perbantahan besar itu sudah berakhir, dan
dosa tidak akan pernah ada lagi. Segala sesuatu, yang bernyawa maupun
tidak bernyawa, akan menyatakan bahwa Allah adalah kasih; dan Ia akan
bertakhta selama-lamanya, Amin. --
Fundamental Beliefs, 28.